
“Selamat malam tuan Pyton” Sapa Alex pada mantan atasannya itu.
“Selamat malam Alex”
Mereka berjabat tangan sebentar sebelum akhirnya Alex duduk.
“Apa menunggu sudah lama tuan Pyton?”
“Hmm, tidak juga” Jawab tuan Pyton.
“Maafkan aku tidak bisa menghubungimu secara langsung tadi, jadwal hari ini benar-benar padat”
“Santai saja, aku tau kau memang orang super sibuk bukan? Sebagai CEO perusahaan pasti banyak menyita waktumu”
Awalnya mereka hanya basa-basi biasa, mengingat mereka memang sudah lama tidak bertemu. Bercerita seputar pekerjaan dan juga perusahaan mereka bergerak di bidang yang sama, bahkan sempat ada percakapan untuk bekerja sama?
“Bagaimana dengan kerja sama antara perusahaanku dan perusahaanmu? Pasti akan menjadi sebuah ide berlian nantinya”
“Benar juga tuan, kita bisa mengatur itu secepatnya bukan? bekerja sama dengan anda juga akan menjadikan perusahaanku dikenal diluar Asia” Jawab Alex.
“Begitu juga sebaliknya” Sahut tuan Pyton.
“Omong-omong, Lex. Tentang permintaanmu tempo hari yang emmintaku mencari seorang wanita. Apa kau memiliki masalah dengannya?” Lanjut tuan Pyton.
Hal itu sukses membuat Alex terdiam sebentar.
Tidak perlu umpan untuk memancing ikan besar, begitu pikir Alex.
“Apa anda sudah mengetahui siapa orangnya?” Tanya Alex.
Tuan Pyton terlihat diam dan berfikir sebentar.
“Mungkin saja?” Jawabnya.
“Anita Margaret atau dikenal dengan nyonya Johnson adalah istri anda bukan?” Ucap Alex to the point.
Alex mengeluarkan bukti-bukti yang sudah ia miliki kepada tuan Pyton.
Sesuai dengan dugaannya, tuan Pyton menunjukkan ekspresi tidak percayanya, “Darimana kau mendapatkan ini? Bahkan aku saja tidak memiliki data-data ini” Tanya tuan Pyton heran.
“Ya, dia istriku. Lalu apa yang ingin kau lakukan padanya?” Tanya tuan Pyton, bukan dengan nada menantang tapi, mungkin lebih ke bertanya lebih lanjut dengan rencana Alex selanjutnya.
“Jika anda mau bekerja sama denganku maka, aku akan dengan senang hati menceritakan semuanya pada anda”
...***...
“Selamat datang di kediaman kami” Ucap tuan Pyton pada Alex dan rombongannya.
Ini adalah malam setelah kemarin berlalu, Alex membawa Efira dan juga keluarganya ke rumah tuan Pyton.
Tidak ada yang bertanya atau terkejut, bagaimana tuan Pyton bisa berada di rumah Devan kerena mereka sudah mengetahui bagaimana hubungan antara Devan dan juga tuan Pyton.
“Selamat malam tuan Pyton” Sapa tuan Javonte, memberikan tangannya untuk berjabat.
“Selamat malam tuan Javonte” Ucap tuan Pyton, menerima uluran tangan dari ayah Efira itu.
“Silahkan masuk, kami sudah menunggu kalian sejak tadi”
Tuan Pyton memberi akses jalan untuk tamu-tamunya, membawa mereka langsung ke meja makan.
Disana, sudah ada nyonya Pyton dan juga Devan yang cukup terkejut dengan kedatangan Alex.
“Tuan? Anda?” Tanya Devan, tidak percaya dengan siapa saat ini dia bersetara.
“Wow Devan, what do you do?” Tanya Alex, menunjukkan wajah sok kagetnya.
“Apa anda adalah rekan kerja ayahku saat di Amerika?” Tanya Devan lagi.
“Wow, aku terkejut ternyata kau adalah anak dari atasanku” Jawab Alex tertawa renyah.
“Mom, you have to know. He’s my boss” Ucap Devan pada mommy-nya yang tidak lain adalah nyonya Johnson.
Efira dan nyonya Javonte terdiam di tempat, melihat Devan bukan lagi sebagai Devan tapi, sebagai putra dari keluarga Javonte.
“And she’s Efira, my future wife” Ucap Alex, mengenalkan Efira pada nyonya Pyton.
Efira dengan sopan menyapa nyonya Pyton meskipun rasanya ingin sekali menyidang wanita itu saat ini juga tapi, itu tidak mungkin. Dia bisa merusak rencana Alex jika mengamuk sekarang.