You

You
Surprise



Efira pergi menuju toko-toko, berputar mengelilingi kota sebentar. Pertama-tama pergi ke toko bahan-bahan kue.


“Hmm kira-kira aku bisa membuat apa? cake?”


Efira berputar-putar melihat apa saja yang ada disana, padahal tadi sudah di beri pesan untuk tidak kemana-mana tapi, lihat! Sekarang dia sudah berjalan-jalan dengan senangnya.


Efira mengambil margarine, telur, tepung terigu, baking powder, pewarna makanan dan beberapa bahan yang lain.


“Pasti cupcake warna-warni akan terlihat sempurna untuk malam ini, aku tidak sabar” Gumamnya.


Setelah puas berjalan-jalan di toko bahan-bahan kue, Efira beralih menuju toko serba ada. Membeli kertas tisu, selotip, pita, dan keperluan lain untuk merancang buketnya.


Setelah itu berakhir membeli kotak kado dan beberapa lilin aroma terapis untuk menenangkan suasana nanti.


...***...


Sesampainya di rumah, Efira segera ke taman belakang, kembali menemui mertuanya.


“Kau sudah pulang?” Tanya nyonya Harrison.


“Ya, tadi aku sekalian belanja ma. Jadi, mama tidak perlu belanja lagi nanti” Jawab efira.


“Terimakasih, Efira. Kau mau duduk dulu atau mau langsung eksekusi rencanamu hm?” Tanya nyonya Harrison lagi, tau dari sinar mata menantunya begitu excited memberikan kejutan untuk suaminya entah apa.


“Aku akan langsung memilih bunganya saja ma, bolehkan yah?” Tanya Efira pada ayah mertuanya.


“Tentu saja, ambillah sebanyak yang kau mau” Jawab tuan Harrison.


“Ayah memang yang terbaik” Sahut Efira.


Efira dengan semangatnya berlarian mengambil bunga-bunga di taman itu. Mengambil mawar dan beberapa tangkai bunga yang menurutnya indah dan cocok di padu padankan menjadi satu.


“Mama, ayah, aku sudah selesai dengan ini. Aku akan mulai menyiapkannya” Ucap Efira lalu bergegas masuk ke kamarnya.


...***...


Efira sudah berada di kamarnya sejak sore tadi, menunggu Alex pulang di jam makan malam. Wanita itu sudah menyiapkan makan malam sederhana di balkon mereka, tentu dengan sepengetahuan mertuanya.


Tidak lama, Efira mendengar suara langkah kaki mendekat.


“Itu pasti Alex” Gumam Efira.


Gadis itu segera bersiap menyambut suaminya, benar-benar pengantin baru.


Ceklek


“Aku sudah mengatakan pada ayah dan mama, kita akan makan malam disini” Jawab Efira. Wanita itu mengambil jas Alex dan meletakkannya di tempat cucian kotor.


“Kau mau bersih-bersih dulu?” Tanya Efira.


“Boleh” Sahut Alex.


Sebagai istri yang baik, Efira langsung mengambilkan bathrobe suaminya.


“Terimakasih, sayang” Ucap Alex lalu mengecup puncak kepala Efira.


15 menit berlalu, Alex sudah siap dengan piyama yang sudah disiapkan Efira.


“Ada apa ini? Tumben kau berlaku manis begini”


Alex berjalan beriringan dengan Efira menuju balkon. Bingung juga melihat istrinya berlaku begitu romantis.


“Makan saja dulu, by the way aku merangkai buket bunga itu sendiri”


“Indah, terimakasih” Komentar Alex melihat bagaimana meja kecil di balkon itu dihiasi dengan indah.


“Terlihat begitu lezat” Ucap Alex, mengambil satu suap besar makanan yang sudah dihidangkan istrinya.


“Efira, jika di ingat-ingat kita tidak melakukan program hamil ya? Apa kita membutuhkannya?” Tanya Alex membuka suara setelah selesai dengan makan malam mereka.


“Eumm, apa kita membutuhkannya?” Tanya Efira. Wanita itu berdiri, mengambil kotak kecil di dekatnya.


Pintar sekali, Alex bahkan tidak notice ada kotak kecil di dekat istrinya.


“Kotak apa itu?” Tanya Alex.


Efira tersenyum kecil, memberikan kotak itu pada suaminya.


Dengan rasa penasaran, lelaki itu segera membuka kotak itu.


“S-Sayang? I-ini?” Dengan terbata-bata Alex menanyakan kebenaran dari benda yang ia pegang.


“You’ll be dad, hubby” Sahut Efira.


Merasa sangat senang, Alex membawa Efira ke pelukannya.


“Thank you and I love you so much, honey” Alex menci*m bibir Efira singkat.