You

You
Berkebun



“Wah ini kebunnya?” Ucap Efira. Gadis itu berlarian kesana kemari seperti anak kecil, saking senangnya.


“Apa boleh Efira memetiknya?” Tanya Efira, mengelus salah satu buah yang sudah matang di sana.


Itu sangat lucu menurut Alex, jarang sekali dia melihat Efira se-bahagia itu, mungkin karena kehidupan mereka sebelum hari ini adalah kehidupan yang cukup sulit.


“Boleh, kau boleh memetik semuanya” Jawab tuan Javonte selaku ayah dari Efira.


Akhirnya Efira meloncat-loncat kesenangan, berlari lagi kesana kemari, sesekali memetik buah dan langsung melahapnya. Ada banyak ekspresi yang digambarkan, kadang dia terlihat sangat menikmati buahnya, kadang mengernyitkan dahinya, kadang juga mengernyit hingga matanya menyipit, mungkin rasa strawberry-nya berbeda-beda.


Di akhir pelariannya, Efira kembali bersama sang bunda, memulai untuk memanen, sedangkan Alex dan juga tuan Javonte memilih duduk di sebuah bangku yang memang sudah disediakan disana.


Perlu diketahui, bahwa mereka tidak hanya berempat. Disana ada orang-orang sekitar yang di pekerjakan oleh tuan Javonte untuk mengurus kebun itu jika tuan dan nyonya Javonte tidak dapat datang. Jika dipikir-pikir panen sendirian di lahan seluas itu pun akan sangat melelahkan.


“Bagaimana ceritanya, yah?” Tanya Alex kepada ayah dari sahabatnya itu.


“Ah, ini hanya salah satu bentuk kegemaran. Sejak kalian pindah ke Amerika, rasanya kehidupan kami monoton, terkesan begitu-begitu saja, lalu saat berkunjung kemari, lahan neneknya Efira ternyata tidak terurus, akhirnya kami memutuskan untuk mengolahnya saja, sekaligus mencoba hal baru, agar tidak ke kantor saja” Jawab tuan Javonte.


“Ah, benar juga. Kenapa strawberry om? Strawberry kan terkesan sensitif tanamannya. Memangnya tidak susah?” Tutur Alex lagi, sesekali tersenyum melihat tingkah sahabatnya. Memanen lalu melahap buah tersebut. Lama-lama strawberry-nya habis di perut Efira. Kira-kira begitu pikirannya berkecamuk.


“Ah, orang-orang sini pasti mengerti bagaimana cara merawatnya, aku meminta mereka untuk mengajariku waktu awal-awal. Lihatlah, tidak ada masalah hingga kini. Lagipula strawberry itu tanaman yang hemat dan memuaskan jika kita mengurusnya dengan benar. Bayangkan, dalam satu tahun saja kita sudah bisa panen sampai berkali-kali, belum lagi kita tidak perlu beli bibit, tinggal tunasnya saja ditancapkan ke dalam pot-pot lain” Jelas tuan Javonte.


“Lalu pupuknya?”


“Tentu saja semuanya dari kami, mereka pintar mengolah, orang-orang kepercayaan neneknya Efira yang memantau disini. Pupuk organik dan pupuk anorganik. Memberikan keduanya harus sesuai dengan dosisnya, dilakukan waktu usia tanaman sudah dua bulan. Saat memberikan pupuk adalah hal yang paling sulit menurutku. Seperti yang kau katakan tadi, bahwa strawberry memiliki tubuh yang sensitif. Saat menambah pupuk, usahakan agar dia tidak menyentuh organ tanaman. Seperti batang, daun apalagi buahnya” Jelas ayah Efira secara detail, seperti seseorang yang memang sudah ahli di bidangnya.


“Ayo kita beri pupuk” Ajak ayah Efira.


Mereka akhirnya berjalan mengelilingi kebun tersebut, memberikan pupuk pada tanaman.


Sesekali mereka berbincang ringan atau bahkan merencanakan bermain olahraga bersama nanti.


“Apa kau masih suka bermain bulu tangkis?” Tanya tuan Javonte.


“Aku masih menyukainya, bahkan bermain basket, futsal, dan jenis olahraga lainnya masih aku sukai”


“Ah, pantas saja kau tubuhmu menjadi bagus begini. Padahal saat kau berangkat, tubuhmu ini kurus kering seperti tidak memiliki daging” Balas ayah Efira.


“Ah, ayah bisa saja. Itu karena pertumbuhanku jelas juga baik bukan?” Jawab Alex.


“Baiklah, jika kau punya waktu luang, kita bisa bertanding bulu tangkis lagi. Aku ingin tau, kemampuanmu sampai mana” Tantang tuan Javonte.


Jika diingat, Alex selalu kalah dulu jika bertanding bulu tangkis dengan ayah sahabatnya itu.


“Setuju. Aku pastikan, aku akan menang, ayah” Jawab Alex dengan percaya diri.


Mereka terkekeh bersama, Alex menatap tuan Javonte yang sedang memotong salah satu batang tunas si strawberry.


“Ini namanya perampelan. Salah satu trik hemat. Lihat kan, ini tunasnya berlebihan” Ayah Efira menunjukkan tunas yang menjuntai berlebihan dari tempatnya.


Dari ayahnya.


Alex dipersilahkan untuk mencoba. Tentu saja lelaki itu bersemangat mempelajari hal yang baru untuknya itu.


“Alex, sedang apa?” Tanya Efira, gadis itu tiba di tempat Alex setelah mengitari kebun mungkin?


“Memotong tunas strawberry, karena jika aku memotong tunas bangsa, negara kita tidak memiliki masa depan” Jawab Alex.


Efira memandang aneh sahabatnya, dimana lelaki itu belajar bahasa alay begitu?


“Aku ingin menyentil bibirmu, sungguh tidak estetik sekali bahasamu itu” Tutur Efira.


“Buka mulutmu!” Lanjut Efira keada Alex setelah memetik satu buah strawberry berwarna merah segar di dekatnya.


Masih dengan pekerjaannya, Alex membuka mulutnya, menerima suapan sebuah strawberry dari sahabatnya.


Tuan Javonte hanya tersenyum melihat anak gadisnya bersama Alex, seperti benar-benar bahagia, meskipun tak jarang mereka terus beradu mulut. Seperti saat ini, “Efira, sudah. Apa kau tidak tau itu masih kurang matang?” Protes Alex saat merasakan strawberry setengah matang yang ke entah berapa masuk dengan lancar ke tenggorokannya dengan rasa yang luar biasa asam.


“Alex, itu vitamin C, baik untuk kesehatanmu” Jawab Efira lagi. Kali ini gadis itu mencoba strawberry setengah matang lainnya.


Dia mengernyit, benar kata Alex, itu sangat masam.


“Apa aku bilang” Ucap Alex melihat raut wajah sahabatnya setelah menelan strawberry setengah matang yang katanya sehat dan kaya vitamin C itu.


“Ya ya, terserahmu saja. Aku akan kembali ke bunda. Dah ayah, dah Alex”


“Hm” Gumam Alex sebagai jawaban, sedangkan tuan Javonte?


“Hati-hati, jangan lari-larian” Ucap beliau kepada putri semata wayangnya.


“Ayah, apa dia tidak diberi semacam obat atau sejenisnya agar tubuhnya sehat dan buahnya segar?” Tanya Alex, lelaki itu tentu tau bahwa kualitas dari strawberry ini adalah Grade A. Di lihat dari tumbuhannya saja sudah segar-segar tanpa celah.


“Pertanyaan yang bagus, Lex. Strawberry ini diberi fitohormon. Fitohormon adalah kumpulan senyawa organik, dia berbentuk cairan. Fitohormon ini bisa terbentuk secara alami bisa juga dibentuk oleh manusia. Fungsi dari cairan ini ada bermacam-macam kadar, diantaranya ada yang untuk mendorong, menghambat atau mengubah pertumbuhan, perkembangan dan pergerakan tumbuhan.


Untuk ini sendiri, kami memakai hormon gas etilen, itu adalah hormon untuk mempercepat pematangan buah yang ada pada pohonnya. Tapi, juga gak jarang orang-orang juga menggunakan hormon indol asam aselat, fungsi hormon ini untuk mempertebal batang dan juga melebatkan buahnya”


Lihat! Penjelasan sangat detail, Alex pasti pulang membawa banyak ilmu hari ini.


Mereka melanjutkan acara berkebunnya, tentu saja dengan istirahat di tengah hari, memakan bekal yang disiapkan ibunda Efira adalah pilihan terbaik. Mereka juga makan bersama dengan warga sekitar yang bekerja disana. Benar-benar menunjukkan sisi dermawan dan rendah hati mereka.


Baik Efira, Alex dan kedua orang tua Efira, mereka sangat menikmati hari ini. Terlebih lagi orang tuan Efira, mereka senang akhirnya dapat berkebun bersama dengan putri tercinta untuk pertama kalinya.


Perlu diketahui, bahwa sejak dulu Efira tidak pernah mau diajak berkebun, gadis itu hanya ingin hasil panennya tanpa mau ikut memanen.


Setelah senja menyapa, mereka memutuskan untuk segera kembali ke kota.


“Nanti malam, ajak ayah dan bundamu kemari. Ayo makan malam bersama, aku akan memasak hari ini” Ucap Efira kepada Alex, sebelum lelaki itu melangkahkan kaki menuju kediamannya.