You

You
Santai



Alex baru saja keluar dari ruang meeting, lelaki itu melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya.


Jam sudah menunjukkan bahwa jam kerjanya telah usai, menandakan dirinya harus menjemput Efira ke butik seperti apa yang sudah dijanjikannya tadi pagi.


“Cyntia, aku pulang dulu” Ucap Alex berpamitan pada sekretarisnya lalu pergi tanpa mendengar jawaban dari lawan bicaranya.


Terlihat begitu terburu-buru karena mungkin kekasihnya sudah menunggu?


“Sayang, apa kau masih di butik?” Tanya Alex, ponselnya setia bertengger di telinganya, sambil dirinya sibuk mencari sesuatu di tasnya?


“Ya, kau bilang akan menjemputku hm? Jadi aku menunggumu disini, apa ada masalah?” Tanya Efira di seberang sana.


“Tidak ada, aku baru saja keluar, tunggu aku ya. Jangan kemana-mana sampai aku datang” Ucap Alex.


“Hm hati-hati”


“Love you sayang” Ucap Alex lalu mematikan sambungan mereka.


Rupanya Alex mencari kunci mobilnya, lelaki itu segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju butik milik kekasihnya.


...***...


“Efira masih di dalam kan?” Tanya Alex pada resepsionis di butik kekasihnya.


“Iya tuan, silahkan ke ruangannya” Ucap sang resepsionis.


“Terimakasih” Balas Alex yang segera dihadiahi senyuman dan anggukan dari lawannya berbicara.


Tok


Tok


Tok


“Ini aku, Alex”


“Masuk saja Alex” Ucap Efira dari dalam ruangan.


Ceklek


Terlihat Efira dan Aulia sedang sibuk dengan gaunnya. Tidak begitu peduli dengan kehadiran kekasihnya?


“Apa aku tidak penting?” Tanya Alex diambang pintu, tidak suka diabaikan hm?


“Duduklah dulu, aku akan menyelesaikan ini sebentar lalu kita pulang” Jawab Efira, masih fokus dengan pekerjaannya.


Pasalnya itu adalah gaun pernikahannya nanti, jik ada kesalahan sedikit saja mungkin dirinya akan menangis dua hari dua malam karena gaun itu adalah rancangan khususnya.


“Baiklah baiklah” Sahut Alex, menutup pintu lalu duduk di sofa ruangan tersebut.


“Yang lain sudah pulang?” Tanya Alex, melihat sisa-sisa kegaduhan disekitarnya. Memangnya siapa lagi jika bukan teman-temannya yang membuat kerusuhan seperti itu?


Alex hanya mengangguk paham, menunggu kekasihnya selesai dengan pekerjaannya.


Hingga satu jam berlalu, Efira baru beranjak, melihat Alex sudah lelap di sofa. Gadis itu tersenyum singkat.


Sedangkan Aulia? Gadis itu segera diminta pergi oleh Efira.


“Terimakasih” Ucap Efira mencium pelan kening kekasihnya.


Gadis itu membereskan ruangannya sebelum akhirnya nanti membangunkan Alex untuk pulang.


“Mereka mungkin hanya bisa membuat rusuh begini tapi, tanpa mereka pun pasti sepi” Gumam Efira sambil memunguti kegaduhan di sekitarnya.


Sudut demi sudut terlewati dengan sempurna, sudah waktunya membangunkan Alex.


Efira menepuk pelan pipi kekasihnya, “Alex?”


“Eungggh” Lelaki itu hanya mengeluh tanpa membuka matanya, masih mengantuk.


“Tidurnya lanjut nanti, ayo pulang dulu, ini sudah malam” Ucap Efira halus, terdengar kalem masuk ke telinga Alex.


“Aleeex” Efira mulai merengek karena kekasihnya tak kunjung membuka mata, malah terlihat semakin ingin menyelam lebih jauh di alam mimpinya.


“Ayo bangun hmm”


Gadis itu menggoyangkan tangan kekasihnya agar lelaki itu segera bangun tapi, hasilnya? Lelaki itu hanya membuat pergerakan kecil sebagai respon.


Hah


Efira menghembuskan nafasnya kasar, “Tidak ada cara lain”


Gadis itu langsung menggigit lengan Alex sedikit keras hinga lelaki itu berhasil membuka matanya untuk melihat makluk apakah yang sudah mengganggu tidurnya.


“Ah ternyata singa betinaku” Gumam Alex refleks.


Tentu saja hal itu membuat Efira membelalakkan mata, ingin sekali memangsa Alex sekali lagi tapi dirinya sadar, mereka harus segera pulang mengingat Alex seperti sangat kelelahan, Efira ingin kekasihnya istirahat lagi setelah ini.


“Ayo pulang, lanjutkan tidurmu di rumah” Ucap Efira.


“Kita makan malam dengan Cris hari ini” Ucap Alex, nadanya terdengar serius.


Efira tentu saja mengerutkan keningnya, siapa Cris?


“Rekan kerjamu?” Tanya Efira.


“Bukan, nanti kau akan tau. Siapkan mentalmu saja dulu” Ucap Alex, lagi-lagi dengan segala kemisteriusannya.


Efira menyipitkan matanya, menaruh curiga pada kekasihnya.


“Ini tentang kakakmu” Jawab Alex menbuat kekasihnya terkejut tentunya.