You

You
Persiapan



Jika biasanya Alex dan Efira akan menghabiskan waktu hingga tengah malam untuk bertukar kado sekaligus merayakan ulang tahun mereka maka, tahun ini berbeda.


Mereka memutuskan untuk merayakan ulang tahun mereka tepat pukul 19.00 nanti bersama keluarga dan teman-teman dekat mereka saja.


Tidak mewah, hanya pesta barbeque di halaman belakang rumah Alex.


“Ulang tahun ala orang dewasa” Begitu kata Alex.


Mereka saja baru 21 tahun. Tidak etis sama sekali dibilang sudah dewasa, itu masih akhir remaja.


Tolong katakan itu pada Alex.


Pagi ini, Efira sibuk di ruang kerjanya. Pasalnya, gadis itu hanya bekerja setengah hari. Dia ingin membuat kue spesial mungkin untuk sahabatnya?


Efira dituntut untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan di hari itu sebelum pulang.


“Mira, kau harus datang ke pesta barbeque nanti malam di rumah Alex. Aku tidak menerima penolakan apapun” Ucap Efira galak.


Dan Mira hanya mengangguk mengerti.


“Ajak juga Keisha” Lanjut Efira.


“Baik nona” Jawaban kaku dan singkat sudah menjadi kebiasaan Mira rupanya.


“Aish, kau ini. Jangan kaku begitu, aku yakin 100% jika kau tidak pernah memiliki kekasih karena sikapmu itu” Efira mencebik sekretarisnya sedikit.


“Nona juga tidak pernah memiliki kekasih”


Deg


Tidak adakah jawaban yang lebih buruk daripada hal itu?


Pernyataan itu sukses membuat Efira bungkam. Memilih kembali fokus dengan pekerjaannya.


Sekretarisnya itu sungguh berlidah tajam, seperti pisau baru dari pabrik.


Sedangkan, di lain tempat. Devan sedang berada di rumah Alex. Bukan apa-apa, lelaki itu diperintahkan mengurus tempat pesta sederhana milik bosnya nanti malam.


Dekorasi sudah disusun dimana-mana. Hanya seperti balon dan lilin.


Se-sederhana itu memang. Beruntungnya, ini bukan musim hujan. Tema outdoor sangat cocok untuk pesta ini.


“Tuan Alex ini benar-benar menyusahkan” Gumam Devan kurang ajar. Lelaki itu baru saja mendapat pesan dari bosnya.


Tuan Alex


Siapkan keperluan barbeque-nya juga, jangan lupa bahan-bahan untuk panggangannya.


^^^Devan^^^


^^^Baik tuan^^^


Begitu saja isi pesannya.


Pesta kali ini mengusung tema Korean Barbeque, yang artinya ada banyak makanan tambahan. Tidak hanya daging atau sesuatu yang dipanggang.


Devan langsung meluncur ke supermarket untuk membeli semua keperluan itu.


...***...


“Aku duluan, Keisha. Selamat siang” Ucap Efira pada sekretaris kantornya. Ini sudah jam makan siang, gadis itu bersama Mira langsung keluar untuk pulang.


“Hati-hati di jalan nona-nona. Sampai bertemu nanti” Ucap Keisha dengan senyum sumringah, tidak lupa lambaian tangannya. Menandakan dia adalah gadis yang ceria, berbanding terbalik dengan sekretaris pribadi Efira.


Efira segera memasuki kursi penumpang, sedangkan Mira sudah menduduki kursi kemudi. Mereka segera meluncur menuju supermarket untuk membeli keperluan membuat kue setelah ini.


“Mira, menurutmu aku harus membuat kue tart yang seperti apa?”


“Semua kue sama saja nona, hanya cara menghiasnya saja yang berbeda”


Hah


Efira memutar bola matanya jengah, dia bosan berhadapan dengan gadis es itu.


“Sudah sampai” Ucap Mira, lalu keluar dan membukakan pintu untuk Efira.


Ingatkan Mira sekali lagi, “Aku tidak suka diperlakukan seperti ini”


Begitulah kata Efira, entah untuk ke berapa kalinya.


Pertama, Efira pergi ke tempat bahan makanan. Gadis itu langsung mengambil banyak bahan, seperti tepung terigu, telur, margarin, baking powder, susu cair, dan lain-lain. yang terpenting adalah dark chocolate, coklat pasta, dan coklat bubuk.


Gadis itu memutuskan untuk membuat kue tart black forest.


“Ayo ke tempat sayur dan buah” Ucap Efira pada sekretaris pribadinya. Mira sedari tadi hanya menunggu sembari mendorong troli. Benar-benar tidak memiliki jiwa ke-perempuanan jika kata Efira.


“Kau cari jagung dan lobak” Perintah Efira setelah mereka sampai di tempat sayur dan buah.


Mira langsung mengangguk, memberikan trolinya pada Efira lalu pergi.


Anehnya, Mira tidak berfikir untuk mengambil troli baru untuk dirinya sendiri.


...***...


Devan sedang berada di tempat daging, lihai sekali memilih daging sapi disana, dia mau semuanya terjamin dengan kualitas yang baik.


“Apa aku harus membeli daging ayam dan juga seafood?” Lelaki itu bergumam menatap hamparan daging segar di hadapannya.


Ah, tanpa pikir panjang Devan langsung memasukkan beberapa seafood dan beberapa kemasan daging ayam ke dalam troli.


“Oke, tinggal mencari wraps dan beberapa sayuran”


Devan mendorong trolinya menuju tempat buah dan sayur, memasukkan ponselnya pada saku jasnya.


Iya, lelaki itu mengetahui bahan-bahan untuk Korean barbeque dari internet. Mau mengatakan dia lelaki yang kurang update? Tidak, selama ini otaknya hanya dipenuhi dengan pekerjaan. Makan mie ramyeon atau pesan online sudah menjadi kebiasaannya sehari-hari. Wajar saja jika tidak terlalu tau tentang hal-hal seperti ini.


Yang dia tau, pesta barbeque hanya pesta memanggang daging.


Setelah mengambil wraps, lelaki itu menuju sisi yang lain, mengambil beberapa buah jagung.


Eh?


Seperti tau?


“Mira?”


Yang dipanggil langsung menoleh, gadis itu tidak terkejut atau apa, hanya memasang wajah datar.


“Sedang belanja? Sendiri?” Tanya Devan.


“Bersama nona Efira” Mira menunjuk bosnya yang sedang mengambil buah ceri di tempatnya.


“Ah begitu, ayo aku bantu. Kau pasti sama tugas denganku”


...***...


Efira, Mira dan juga Devan sudah berada di rumah sekarang. Mereka membawa banyak sekali belanjaan.


Efira langsung memasuki area dapur, menyusun bahan-bahan kue di meja, agar tidak repot nantinya. Mira sudah bersiap untuk membantu, pertama dia menggulung lengan blouse-nya sampai siku.


Tapi?


“Kalian pergilah, aku akan membuat ini sendiri. Dekor saja rumah Alex. Intinya, jangan menggangguku” Ucap Efira.


Niat hati ingin membantu bosnya, dirinya malah diusir bersama Devan. Akhirnya gadis itu memilih pergi mengekori sekretaris Alex.


“Mereka tidak juga berkencan, padahal mereka terlihat sangat cocok” Ucap Devan pada Mira.


Mira hanya diam tidak peduli.


“Kau bisu atau bagaimana?” Tanya Devan.


“Jika kau ingin gajimu dipotong, aku akan mengatakan ini pada tuan Alex” Jawab Mira.


“Hei sebenarnya bosmu itu siapa?” Sarkas Devan.


“Aku ingatkan, mungkin kau lupa bahwa aku adalah sekretaris pribadi nona Efira yang ditunjuk langsung oleh tuan Alex”


Sial


Devan memang lupa hal itu. Lelaki itu memilih bungkam saja, daripada gajinya menjadi ancaman.


Mereka terus berjalan seiringan menuju rumah Alex lalu, melanjutkan pekerjaan mendekorasi halaman belakang itu.


Hah, Devan ingin pergi ke kantor saja, Mira sama sekali tidak menyenangkan. Lihat, dia sangat serius, tidak ada senyum-senyumnya.


Tuan Alexnya pasti sedang bersenang-senang dengan dokumen-dokumen di tangannya sekarang tapi, aku? Aku malah terjebak berdua bersama sekretaris Efira yang kaku ini. Batin Devan.


...***...


“Baiklah, rapat hari ini kita tutup. Sampai bertemu di rapat berikutnya” Suara Alex menggema di ruang meeting, dia baru saja menyelesaikan rapat bersama para kepala bagian perusahaan.


Itu melelahkan. Sungguh.


Kali ini dia ditemani oleh Cyntia, mengingat Devan sedang ia tugaskan di luar kantor.


“Ah, lama sekali jam ini berputar. Aku ingin segera pulang” Alex mengetuk-ngetuk meja dengan jari telunjuk kirinya, sedangkan sepasang matanya terus menatap jam tangan yang dililitkan di pergelangan tangan kanannya.


Masih tersisa 45 menit sebelum jam kerja berakhir, lelaki itu memilih melanjutkan beberapa pekerjaan dulu.


Sambil meneguk kopi, itu akan membuat waktu tidak terasa lama berputar. Seperti saat ini, tiba-tiba alarm jamnya berbunyi, menandakan waktu kerjanya telah usai.


Lelaki itu langsung memakai kembali jasnya dan melangkah pergi.


Sebelum itu, Alex mampir ke meja Cyntia.


“Oh ya Cintya, nanti malam ada pesta barbeque di rumahku. Aku mengundangmu. Datanglah!” Ucap Alex lalu pergi.