You

You
Peresmian



Hari terus berlalu, Harrykiel Company akhirnya akan resmi berganti pimpinan. Bersama dengan Javonte Group, perusahaan milik ayah Efira. Mereka juga akan mengganti pimpinan mereka.


Alexander Harrison dan Efira Javonte sedang menjadi perbincangan hangat di antara para pebisnis internasional.


Peresmian diacarakan pada malam hari tepat di salah satu aula hotel bintang lima. Tempat khusus yang disediakan kedua belah pihak.


Alex dan Efira sedang bersiap, seorang gadis tengah merias wajah ayu Efira. Mengingat dirinya hari ini adalah ratu, Alex sengaja memanggil orang salon untuk sahabatnya. Begini akhirnya, sudah dua jam gadis itu dirias agar terlihat sempurna.


Alex? Lelaki itu hanya memandang Efira selama kurang lebih satu setengah jam, sedangkan setengah jam berikutnya lelaki itu baru bersiap. Memang menyenangkan menjadi pria bukan? Tidak perlu pusing dengan banyak hal seperti Efira?


“Tolong siapkan gaunku” Ucap Efira kepada asistennya, Mira. Asisten yang ditunjuk langsung oleh Alex.


“Baik nona” Jawab Mira, gadis itu langsung berbalik menuju manekin yang memamerkan gaun berwarna merah elegan.


Pas


Gaunnya seolah memang dirancang untuknya, sangat cocok dengan tubuh gadis itu. Panjangnya yang se-bawah lutut, ditambah belahan pada salah stu pahanya membuat gadis itu terlihat elegan, berkelas, dan sexy?


Sudah siap, Efira keluar dari walk in closet-nya, diikuti para penata rias dan juga Mira.


Alex yang tidak pernah melihat Efira berpakaian sexy-pun ternganga melihatnya.


Alex tidak ternganga sendirian, pasalnya Alex juga terlihat lebih tampan dengan setelan jasnya, ditambah model rambutnya yang juga ditata dengan cool, tidak lupa jam tangannya pun menambahkan kesan keren disana.


Sial! Efira sama ternganga-nya dengan pesona Alex.


“Kau terlihat seperti orang kaya” Ucap Efira, gadis itu menggandeng tangan Alex seperti sepasang kekasih.


“Kau terlihat sexy” Balas Alex. Lihat! Lelaki itu berhasil membuat Efira bersemu.


Menahan malu?


...***...


19.00


Alex keluar dari mobilnya, mengitarinya dan membukakan pintu untuk Efira bak putri ratu.


Suara blitz kamera seketika memenuhi halaman aula. Mereka berjalan elegan di atas karpet merah. Siap memasuki aula peresmian.


Semua orang menatap mereka takjub, tidak lupa dengan kolega mereka sebelumnya saat masih berada di luar negeri bersama dengan kolega orang tua mereka. Mereka juga menatap Alex dan Efira penuh kebanggaan, mereka tau pasti bagaimana dua sejoli itu dulunya bekerja keras di Amerika. Menutupi identitas asli mereka disana.


Kecuali seseorang, disana dia menatap penuh kebencian.


Lihat! Alex dan Efira bahkan mampu menyaingi mereka dalam sekali berdiri.


Itu adalah suara milik tuan Harrison, ayah Alex. Lelaki paruh baya itu sedang berdiri di podium, berdiri juga tuan Javonte di sampingnya. Memberikan sambutan-sambutan ringan kepada tamunya sebagai pembukaan.


Tidak lama setelah itu, tuan Harrison dan tuan Javonte memanggil anak-anak mereka untuk naik ke podium.


“Perkenalkan, Alexander Harrison. Putra tunggal tuan Harrison dan di sampingnya berdiri putri tunggalku, Efira Javonte. Mereka sama-sama baru lulus S2 di Amerika, dan hari ini mereka akan secara resmi menjadi penerus perusahaan kami” Ini adalah suara tuan Javonte. Memperkenalkan anak-anaknya di hadapan rekan bisnisnya.


Sebelum akhirnya tuan Harrison menutup pidatonya dengan, “Dengan ini, saya nyatakan Harrykiel Company bersama dengan Javonte Group resmi berganti kepemimpinan” Kalimat terakhir itu di lanjutkan dengan serah terima jabatan secara formal di sana.


Suara tepuk tangan memenuhi aula tersebut, melihat pemimpin-pemimpin muda di hadapan mereka membuat iri seluruh kolega. Mana mungkin anak mereka menduduki jabatan tinggi itu jika kuliah saja belum usai. Suatu keberuntungan untuk tuan Harrison dan tuan Javonte memiliki keturunan yang cerdas dan rendah hati begitu.


“Hello, tuan Rian? Kupikir kau tidak akan membuang waktumu untuk orang miskin sepertiku?” Sapa Alex sinis pada salah satu klien Efira yang kurang ajar sebelum terbang ke negara ini.


“Tentu saja, aku hanya ingin melihat Efiraku yang cantik ini. Bukankah dia terlihat sangat sexy malam ini? Aku bahkan juga tidak menyangka jika dirinya menjadi CEO terbesar juga” Jawab tuan Rian tak kalah sinis, menatap Efira dengan tatapan menggodanya.


Hal itu membuat baik Efira maupun Alex merasa risih. Kotor juga kata-katanya.


Sialan! Otakku rasanya mendidih. Batin Alex. Lelaki itu mengambil sebuah gerakan memeluk pinggang Efira posesif, tentu saja dengan tujuan agar lawannya merasa panas dengan apa yang dilihat.


“Cih, silahkan bermimpi tuan Rian. Selamat menikmati hidangan dari perusahaan miskinku” Alex langsung berlalu, membawa Efira bersamanya. Bahkan Alex mampu tersenyum setelah kalimat terakhir meluncur dari bibirnya.


Hal itu, sontak membuat tuan Rian menggeram menahan amarah. Rasanya dia sedang di injak-injak oleh seseorang yang pernah ia injak-injak.


“Bagaimana perasaanmu?” Tanya Alex pada sahabatnya, mereka sedang duduk di salah satu sofa yang sudah di sediakan khusus.


“Apalagi? Aku merasa bahagia” Ucap Efira, gadis itu tersenyum menatap para tamu di hadapannya.


“Baiklah, nona Javonte. Mari nikmati malam ini” Alex merangkul pundak Efira, mengikis jarak di antara keduanya.


“Alex?” Panggil seseorang, wanita itu melambaikan tangannya menyapa Alex yang duduk bersama Efira.


Siapapun tau, wanita itu adalah salah satu model terkenal di Amerika. Namanya Lyona, kebetulan dia bekerja sama dengan agensi tempat Efira bekerja.


Dan hari ini, wanita itu di undang pada acara peresmian. Ralat! Semua model dari agensi itu di undang pada acara tersebut. Lyona pun kenal dekat dengan Alex. Entah sejak kapan tapi, mereka memang terlihat sedekat itu.


Efira sudah memasang wajah masamnya ketika dengan santai Alex malah membalas lambaian tangan model itu, bersama dengan aksi menghampiri wanita tersebut tanpa Efira, meninggalkan sahabatnya dalam kesendirian dan kekesalan?


Cipika-cipiki? – Efira membelalakkan matanya melihat pemandangan amazing di hadapannya. Apa perlu seperti itu? Memang sudah sedekat itu ya?


“Kenapa ruangan ini tiba-tiba terasa panas?” Gumam Efira, mengipas-ngipaskan kedua tangannya di depan wajah.


Gadis itu itu terus memperhatikan gerak-gerik Alex, mulai dari Alex yang terlihat kelewat perhatian, mengantar Lyona sampai di tempat sajian makanan, belum lagi mengambilkan minuman, lalu?


“Efira”