You

You
Aiken



Tap


Tap


Tap


Suara kaki Alex memenuhi ruangan bawah tanah. Lelaki itu terlihat memasuki ruangan dimana teman SMA-nya berada, seseorang yang telah memasuki rumah gadisnya.


“Selamat malam, Aiken” Ucap Alex dengan suara rendahnya.


Lelaki yang tengah diikat dikursi itu hanya menyeringai, sama sekali tidak ada ketakutan di matanya.


“Lama tidak bertemu, Alex” Ucapnya.


“Kabarmu terlihat sangat baik-baik saja berada disini” Jawab Alex, senyumnya benar-benar menakutkan.


“Tentu saja, terasa semakin baik ketika bertemu denganmu” Sahutnya.


“Sayangnya waktu temu kita tak banyak”


Alex mengatakan hal itu dengan mengelus pelan pisau lipat yang ia bawa.


“Ah, aku merinding. Ternyata tuan Foxy yang terkenal di kalangan mafia berani menyerang saat lawannya tidak berdaya” Ucap Aiken, meremehkan Alex.


“Hey, kau sudah tidak berdaya sejak aku menyerangmu malam itu. Apa kau ingin melawanku? Lupakan saja, anak buahmu pasti sedang menunggumu” Ucap Alex.


“Tentu saja jadi segera lepaskan aku dari sini, ini terlalu panas. Apa kau tidak punya uang untuk membeli AC di ruangan ini?” Ucap Aiken.


“Ini tidak jauh lebih panas dari neraka yang sudah menunggumu tuan Aiken”


Sret


“Shhh”


Keluhan itu keluar dari mulut Aiken, itu karena Alex dengan beraninya menyayat sedikit pipi lawannya itu.


“Keluhanmu itu terdengar sangat indah”


Sret


“Argh”


Lagi, Alex menyayat sisi yang lain dengan perlahan, mengantarkan rasa sakit untuk lawannya.


“Aku akan membayar tuntas atas rasa sakit dan trauma yang dialami Efira karenamu. Malam ini juga” Ucap Alex lagi.


“Hahaha, apa menurutmu melukaiku semudah itu?” Ucap Aiken.


“Kita sama-sama berasal dari dunia gelap tuan Foxy. Kau lupa jika lawanmu ini adalah temanmu juga” Lanjutnya.


Tidak lama kemudian, terdengar suara gaduh diluar sana. Sepertinya sesuatu telah terjadi.


Aiken menyeringai, bukankah itu artinya bantuan dari rekan-rekannya sudah sampai?


Dor


Dor


Dor


Suara tembakan itu terus terdengar diluar sana sampai saat,


BRAK


Seseorang membuka pintu secara paksa, Alex terlihat tenang ditempatnya.


“Kau ingin menyelamatkan Tuanmu?” Tanya Alex pada seseorang itu.


Hening


Tidak ada jawaban


“Baiklah, selamatkan saja dia. Semoga kalian bisa keluar dari sini dengan selamat” Ucap Alex lagi.


Aura mafia seorang Alex memang tidak bisa dipungkiri. Seperti semua setan sedang berkumpul di dalam dirinya.


Tanpa kata, seseorang itu menghampiri Aiken dan dengan lapang dada, Alex memberikan jalan.


Dor


Dor


Belum sempat lelaki itu sampai di tempat Aiken, dia sudah mati karena tembakan dari tangan Alex langsung.


“Ck ck ck, dia sangat percaya denganku. Harusnya dia menjadi anak buahku saja” Ucap Alex, membalikkan tubuh lelaki itu dengan kakinya.


“Kau lihat, dia sangat lemah. Aku tidak akan ada gangguan apapun malam ini, for your information too, aku juga bagian dari dunia gelap ini Aiken, aku pasti sudah memperhitungkan ini sebelumnya. Selamat jalan bersama dengan anak buahmu yang payah ini”


Sret


Krak


“Gantung kepalanya itu di dalam markas mereka. Pastikan besok pagi, anggotanya disuguhi sarapan dari daging ketua mereka sendiri” Ucap Alex lalu keluar dengan santai, melewati pintu rahasia dan membiarkan keributan masih terjadi di luar sana.


...***...


“Bagaimana?” Tanya tuan Harrison pada putranya.


Lelaki paruh baya itu rupanya sengaja menunggu putra semata wayangnya di ruang keluarga.


“Semua berjalan seperti yang diinginkan ayah, tinggal mempersiapkan pesta pertunangan saja” Jawab Alex, mendudukkan dirinya di samping sang ayah.


“Kau yakin tidak ingin berhenti dari dunia mafia?” Tanya tuan Harrison.


“Aku yakin, jangan khawatirkan apapun tentang aku” Ucap Alex.


Alex rasa sudah sangat terlambat jika mempertanyakan hal ini kepadanya.


“Lalu, bagaimana kau akan mengatakannya kepada Efira?”


“Aku akan mengatakannya dengan baik kepadanya, memberikan keyakinan bahwa semua akan berjalan dengan baik-baik saja dan tentu saja menunggu waktu yang tepat” Jawab Alex lagi.


“Hah, kau memang anak ayah. Sikapmu itu benar-benar sama dengan ayah sewaktu masih muda” Ucap tuan Harrison.


“Tentu saja” Sahut Alex.


“Baiklah, istirahatlah. Kau mungkin lelah” Ucap sang ayah, lalu pergi melenggang meninggalkan putranya sendirian.


Alex pun segera beranjak menuju kamarnya, membersihkan diri lalu masuk ke ruang kerjanya.


“Surat pengalihan perusahaan” Gumam Alex.


Sepertinya semuanya benar-benar sudah dipersiapkan dengan matang oleh Alex sebelum mengakhiri hidup Aiken. Terbukti dengan perusahaan Aiken yang sudah beralih tangan dibawah naungan Harrykiel Company.


“Kau memang selalu kalah melawanku tapi, kali ini kau bertindak begitu ceroboh” Ucap Alex, bergumam meneliti surat pengalihan perusahaan di layar komputernya.


Lelaki itu terus berada di ruang kerjanya, satu misinya untuk mendamaikan Aiken di neraka sudah berhasil ia wujudkan, saatnya melanjutkan misi pencarian kakak dari Efira.


Alex mengambil ponselnya, menelfon Cris di tengah malam sudah bukan hal yang mengejutkan.


“Halo tuan” Ucap Cris dari seberang sana.


“Cari tau keberadaan nyonya Johnson, berkasnya sudah aku kirim ke e-mailmu” Ucap Alex pada Cris.


“Baik tuan”


“Aku hanya memberimu waktu 2 x 24 jam, jika kau tidak segera menemukannya maka bersiaplah kehilangan gajimu selama satu tahun” Ucap Alex.


Itu terdengar cukup mengerikan tapi, Cris tidak bisa menolaknya.


“Baik tuan” Jawab Cris.