
Efira bersama dengan Alex sedang memilih dekorasi yang cocok untuk pernikahan mereka.
“Aku akan mengikutimu saja, kau pilih yang terbaik untuk acara nanti” Ucap Alex pada Efira.
“Aku ingin tema garden wedding yang dipadukan dengan fairytale wedding, gunakan bunga putih dan angsa yang ada di pelaminan. Aku juga menginginkan altarnya berada di luar ruangan saja” Ucap Efira, lagi-lagi gadis itu tidak perlu melihat bagaimana contoh yang diberikan, dia hanya akan me-request bagaimana pernikahan impiannya selama ini.
Sebenarnya itu juga termasuk cara Efira membalas kecurangan Alex akan gaunnya, gadis itu akan menguras dompet Alex sepuasnya.
Omong-omong tentang gaun, mereka juga sudah melakukan fitting baju pengantin dan memilih MUA internasional.
Tidak ada rancangan khusus tapi itu adalah gaun satu-satunya milik desainer ternama dan Alex membeli itu hanya untuk kekasihnya.
“Baiklah, tinggal catering?” Tanya Alex.
“Kita hanya tinggal duduk diam untuk itu, wedding organizer kita pasti melakukan yang terbaik” Jawab Efira.
Ini sudah memasuki satu minggu menjelang hari pernikahan mereka. Alex dan Efira sibuk melakukan beberapa hal penting selama ini.
“Aku ingin pergi ke salon setelah ini, lihat wajahku sudah begitu kusam karena terlalu sibuk” Ucap Efira.
“Seperti yang kau inginkan sayang, aku akan mengirim orang salon ke rumahmu, bersenang-senanglah dengan bundamu dan juga bundaku okey?” Ucap Alex.
Efira tersenyum senang, begitu peka memang tunangannya itu.
“Terimakasih” Ucap Efira singkat, tentu saja dengan senyum lebarnya.
“Apapun untukmu” Jawab Alex, mencium singkat kening gadisnya.
“Omong-omong, kau ingin honeymoon kemana?” Tanya Alex.
Mereka sudah ada di mobil, perjalanan kembali ke rumah Efira setelah memanggil orang-orang salon kesana.
“How about, Italy?” Saran Efira.
“Tidak ingin Korea?” Tanya Alex lagi, mengingat kekasihnya itu adalah seorang K-popers selama ini.
“Sudah pernah tapi, Italy adalah negara romantis yang cocok untuk bulan madu” Sahut Efira singkat.
Alex mengangkat bibirnya, memberikan senyum devilnya disana.
“Kau sudah pintar memilih tempat hm?” Smirk terlihat jelas diwajahnya, mencoba menggod Efira?
“Haha, tidak juga. Aku hanya mengatakan apa yang menjadi impianku selama ini bukan? lagipula aku hanya searching di internet dulu” Ucap Efira salah tingkah.
“Apa begitu? Apa kau tidak melihat suasana romantisnya yang cocok untuk kita mmm?” Ucap Alex menyensor ucapannya?
“Alex, sepertinya sudah lama bahumu tidak aku gampar? Bagaimana kalau sekarang? Kau ingin berapa kali?” Tanya Efira bertubi-tubi.
“Aku ingin berkali-kali sayang tapi, nanti saja kalau sudah menikah, kalau sekarang tidak boleh” Jawab Alex, terus menggoda kekasihnya.
Baiklah, Alex langsung terdiam, kekasihnya benar-benar memberikan gamparan maut untuk pundaknya.
“Jika setelah menikah masih begini, kau akan mendapatkan hukuman sayang” Ucap Alex masih dengan senyum jahilnya.
Sedangkan Efira hanya terdiam tanpa mau menjawab Alex, itu hanya akan membuat Alex terus menggodanya nanti.
“Venesia? Roma? Piemonte? Lago di Como? Lago di Maggiore? Reviera Italia? O costiera amalfiatana” Ucap Alex dengan aksen Italia yang baik.
Lago di Como : Danau como
Lago Maggiore : Danau Maggiore
O costiera amalfiatana : atau pantai Amalfi
Efira dibuat terkejut dengan hal itu, sejak kapan Alex bisa bahasa Italia?
“Sejak kapan kau belajar bahasa Italy?” Tanya Efira.
“Hey, aku adalah tangan kanan tuan Pyton. Bertemu dengan banyak klien mengharuskan aku untuk belajar beberapa bahasa baru” Jelas Alex.
“Baguslah kalau begitu, kita tidak akan khawatir kesasar disana” Ucap Efira cuek.
“Apa Cuma begitu? Aku kira kau akan excited dan akan memintaku untuk mengajarimu sebelum pergi kesana” Ucap Alex, merespon ke-cuek-an kekasihnya.
“Tidak, kan sudah ada kau jadi, aku tidak akan belajar. Memangnya disana kita akan berpisah hm?” Tanya Efira.
“Tentu saja, aku tau kau akan selalu meminta untuk terus bersamaku nanti. Ingat sayang, kau tidak akan bisa keluar dari jeratku hmm”
Sepertinya ada yang salah dengan mulutnya hari itu karena lagi-lagi hal itu sudah membuat Alex berhasil menggodanya lagi.
Efira menghembuskan nafasnya kasar, “Sepertinya aku salah bicara” Gumam Efira yang masih bisa di dengar Alex.
“Jadi, mau berapa hari disana?” Tanya Alex lagi.
“Bagaimana kalau 5 hari?” Tanya Efira.
“Tidak, dua minggu” Ucap Alex.
“Lalu kenapa kau bertanya ha?” Kesal Efira.
“Hanya ingin tau saja. Aku akan benar-benar menikmati waktu bersamamu disana, kita harus pulang dengan membawa kabar baik untuk keluarga” Jawab Alex sambil tersenyum senang.
“Maksudmu?”
Alex menepuk jidatnya, apa iya kekasihnya itu tidak mengerti?
“Tentu saja mendapat tespect dua garis sayang” Sahut Alex yang membuat Efira langsung terdiam dengan pipi memerah, salah tingkah?