
“Devan tolong siapkan segala hal yang aku sampaikan semalam. Hari ini kau boleh keluar kantor” Ucap Alex pada Devan.
Tentu saja boleh keluar kantor, bagaimana jika tidak? Apapun yang beliau inginkan tidak akan selesai nanti sore. Aish, aku benar-benar dibuat gila. Pikir Devan sembari melangkahkan kakinya keluar dari perusahaan.
Semalam, tepatnya saat jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, dengan teganya Alex meneror Devan dengan rentetan panggilan sosial media.
Drrrt
Drrrt
Drrrt
Dengan sangat malas Devan segera meraih ponselnya, merasa berisik juga kalau dibiarkan.
“Siapa orang yang tidak tau diri, menelfon di jam begini jika bukan Alex?” Gumam Devan setelah melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
“Halo, selamat pagi tuan Alex” Ucap Devan.
“Cek e-mail sekarang. Besok sore semua sudah harus siap dan selesai” Jawab Alex dari seberang sana, lalu langsung memutuskan sambungan panggilan mereka secara sepihak.
“Yang benar saja” Keluh Devan, dia lalu mengumpulkan nyawanya yang masih tertinggal di alam mimpi tadi sebelum akhirnya beranjak dan melihat laptopnya. Lebih tepatnya mengecek e-mail dari atasannya.
Sewa outdoor
One set dekorasi garden party
Set persediaan konsumsi
Undang seluruh karyawan Javonte’s Group dan Harrison Company, tanyakan juga pada nyonya Harrison akan mengundang siapa lagi di acara ulang tahunnya.
Pukul 17.00 nanti, semua sudah harus siap jika tidak, gajimu akan terpotong 75%.
“Sh*t, dasar bos gila” Umpat Devan seketika. Apalagi melihat poin terakhir dari pesan elektronik tersebut.
Saat ini, Devan sedang dibuat stres dengan permintaan atasannya itu. Sebenarnya dia ini siapa? Asisten pribadi tuan muda Alex? Atau tuan besar yang merupakan ayah dari Alex?
Lupakan itu, Alex membutuhkan wedding organizer untuk mendekorasi restoran yang sudah ia pesan sejak pukul 03.00 dini hari tadi.
Setelah membaca pesan dari Alex, Devan segera mencari informasi tentang restoran outdoor yang ada di ibu kota. Meneliti satu per satu restoran tersebut dengan baik.
Sampai ada dimana Devan baru terpikirkan bahwa ada teman SMA-nya adalah pemilik restoran outdoor yang cukup ternama di kota itu.
Tidak peduli, meskipun sudah pukul 03.00 dini hari.
“Kau mau mati ha?” Ucap temannya dari seberang sana.
“Tanpa kau ancam pun aku sudah mau mati rasanya” Jawab Devan santai.
“Apa maksudmu?”
“Aku mereservasi restoranmu secara keseluruhan untuk besok, sekalian dengan pelayanan konsumsinya. Untuk acara ulang tahun, buat saja seperti acara yang santai” Jawab Devan yang sebenarnya masih sangat mengantuk, terbukti dari tingkahnya yang kadang menguap sambil berceloteh.
“Baiklah, terimakasih” Sahut Devan lalu langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak.
Apakah sopan seperti itu?
Sebenarnya tidak tapi, dia harus segera mencari referensi dekorasi sekarang jika tidak mau gajinya dipotong 75%.
Restoran sudah dipesan, makanan pun sudah aoa kata pihak restoran, sekarang tinggal menuju tempat dekorasi. Untuk undangan di kedua perusahaan, undang saja lewat pengumuman kantor nanti, itu adalah hal yang simpel.
Devan menghela napas lega karena ternyata hal ini tidak terlalu memakan waktu yang lama.
Lelaki itu menjalankan mobilnya pada salah satu tempat yang sudah ia lihat dari internet tadi.
...***...
Saat ini, Alex sedang berada di toko perhiasan. Sudah 30 menit dia berkutat dengan model-model cincin disana namun, hingga detik ini ia tak juga menemukan model yang pas.
Lelaki itu menjadi sorotan disana, pria tampan dan terlihat mapan mencari cincin tunangan. Bagaimana tidak patah hati bagi mereka yang melihat?
“Kira-kira cincin seperti apa yang cocok?” Gumam Alex.
“Eternity Ring” Pelayan di toko perhiasan itu menunjukkan sebuah cincin yang bertahta manis di sebuah kotak merah.
“Ini terlihat simpel, bentuknya berupa berlian kecil yang melingkar dan ini memiliki makna tak terbatas” Ucap pelayan itu lagi, menjelaskan makna dari cincin yang ia tunjukkan.
Alex mengamati cincin itu dengan baik, entah apa yang ada di pikirannya.
“Oke, saya ambil yang ini” Ucap Alex pada sang pelayan.
Pelayan itu tersenyum lalu membungkusnya untuk kliennya yang sangat tampan menurutnya.
...***...
“Nona Efira, ada paket untuk anda” Ucap Mira, membuka pintu ruangan atasannya dengan membawa sebuah kotak yang katanya paket untuk Efira.
“Aku tidak pesan apa-apa” Jawab Efira.
“Tapi, tertulis untuk anda. Silahkan dibuka saja, saya keluar dulu” Ucap Mira lalu pergi meninggalkan ruangan atasannya.
Karena penasaran Efira membuka kotak itu dengan hati-hati, siapa tau isinya adalah bom nuklir?
Dan ternyata, party dress berwarna putih, dipadukan dengan beberapa aksen hiasan floral. Tidak hanya itu, sepasang T-Strap Heels berwarna senada berada di kotak itu.
Tidak lupa sebuah note tertulis pada secarik kertas yang juga diletakkan manja disana.
Pukul 19.00, aku jemput. Rias diri secantik mungkin.
Your Boy Friend-Alex