The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Memasuki Keluarga Lee



Wu Yi Feng mendapatkan banyak sekali info di sana, dan rata - rata info yang ia dapatkan berkaitan dengan keluarga Lee.


Keluarga Lee merupakan keluarga pedagang terkaya dan paling berpengaruh di kota angin selatan, mereka menguasai kota angin selatan secara turun temurun, itu dibuktikan dengan jabatan walikota kota Nan Feng yang selalu dipangku oleh salah satu dari keluarga besar mereka.


Partner dagang mereka begitu luas, hingga bangsa Elf pun juga sering terlihat memasuki komplek rumah mereka. Seperti yang kita tahu, bangsa Elf adalah pedagang serum dan juga obat - obatan serta senjata - senjata pusaka yang terkenal.


Tak terasa malam pun menjelang, Wu Yi Feng keluar dari kedai dan mulai bersiap memasuki kompleks perumahan keluarga besar Lee. Pemuda tersebut menutup wajahnya dengan kain hitam lalu mulai melompat setinggi dinding rumah keluarga Lee.


Wu Yi Feng mengendap - endap, ia menyusuri kompleks perumahan yang cukup luas itu secara perlahan karena kompleks perumahan keluarga Lee dijaga oleh puluhan ahli silat dan prajurit yang bertugas selama 24 jam.


Setelah cukup mendapatkan gambaran tentang komplek perumahan keluarga Lee, Wu Yi Feng segera bergegas meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke penginapan.


Di dalam kamarnya Wu Yi Feng segera membuat sketsa atau denah tentang kompleks perumahan keluarga Lee, tata ruang di dalam kompleks perumahan keluarga Lee sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan tata ruang rumah keluarga kaya lainnya, hanya saja penambahan dua bangunan yang Wu Yi Feng yakini sebagai gudang rahasia yang berada di bagian belakang membuat Wu Yi Feng menjadi penasaran, apalagi penjagaan yang cukup ketat di area sekitar gudang membuat kecurigaan Wu Yi Feng makin bertambah.


Ingin sekali Wu Yi Feng memasuki tempat tersebut, tapi ia kembali teringat akan tujuannya semula. Setelah meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua ini tidak ada hubungannya dengan dirinya, Wu Yi Feng kembali ke tujuannya semula yaitu menyelidiki pria misterius yang mempunyai tatoo persekutuan darah.


Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Dimana ada niat, disitu ada jalan. Seolah membenarkan kata - kata dari pribahasa tersebut, keesokan harinya terpampanglah sebuah pengumuman bahwasanya keluarga Lee saat ini sedang mencari beberapa orang pengawal baru.


Wu Yi Feng yang merasa bahwa ini adalah kesempatan bagus untuk bisa masuk ke dalam lingkup keluarga Lee, langsung mendaftar untuk mengikuti seleksi. Tak lupa ia membeli sebilah pedang dengan kualitas biasa saja karena pedang penari malam miliknya sudah hancur.


Beberapa hari kemudian bertempat di halaman utama keluarga Lee, puluhan orang pendekar yang mendaftar sebagai pengawal datang untuk mengikuti ujian seleksi, termasuk Wu Yi Feng yang datang dengan menekan kemampuannya hingga sampai tingkatan pendekar tingkat dua.


Tak lama setelah itu seorang lelaki setengah baya yang Wu Yi Feng lihat beberapa hari lalu naik ke atas mimbar dan mulai bicara panjang lebar. Rupanya dia adalah kepala keamanan keluarga Lee, lelaki tersebut sering disebut dengan Boss Huang.


Boss Huang sendiri sudah mengabdi selama lebih beberapa tahun di keluarga Lee, beliau membawahi ratusan anak buah yang terdiri dari para pendekar dan juga prajurit, beliau juga sekaligus menjadi kepala pengamanan di kota Nan Feng.


Ujian seleksi pertama adalah tes fisik, dimana semua orang yang mengikuti tes ini diwajibkan untuk menempa fisiknya sekeras mungkin, penilaian utama tentang siapa - siapa saja yang lolos ditentukan langsung oleh boss Huang.


Wu Yi Feng lolos karena berhasil memukul mundur batu sebesar dirinya, Wu Yi Feng menghela napas berat setelah ujian pertama karena ia harus menahan sebagian besar tenaganya untuk tidak menghancurkan batu tersebut, atau semua rencananya akan berantakan.


Lebih dari setengah peserta tes lolos pada ujian seleksi hari pertama, mereka tidak diperbolehkan pulang dan sebagai gantinya keluarga Lee telah menyediakan tempat bermalam dan juga makanan yang lezat untuk semuanya.


Peserta yang lolos tidur di semacam barak prajurit yang telah di bangun oleh keluarga Lee, hampir semua tertidur setelah menyantap hidangan makan malam. Wu Yi Feng sendiri memilih untuk berpura pura tidur karena ia mengetahui jika hidangan makan malam telah dicampur oleh obat tidur.


"Kau benar, dengar - dengar pemimpin keluarga besar Lee sudah tak sabar untuk membabat habis keluarga - keluarga lainnya."


"Iya, apalagi setelah keberhasilan mereka membunuh salah satu putra utama keluarga Xiao yang paling berpengaruh."


"Namun sayang, rencana tersebut tidak berjalan cukup baik karena masih ada yang lolos dalam penyergapan saat itu."


"Sudahlah, lebih baik kita berkeliling dan jangan pernah ungkit - ungkit lagi masalah tersebut.."


Wu Yi Feng yang mendengarkan percakapan dua orang penjaga menjadi geram, sungguh tak disangka rupanya perampok yang saat itu menyerang rombongan dagang keluarga Xiao merupakan orang suruhan dari keluarga Lee.


Sambil merenung Wu Yi Feng akhirnya memutuskan untuk ikut campur dalam masalah ini, karena bagaimanapun juga Xiao Hu dan Xiao Chen sudah baik kepadanya selama ini dan ia tidak akan membiarkan mereka dibantai begitu saja.


Pagi datang dengan begitu cepatnya, semua peserta yang masih bertahan segera bangun dan membersihkan diri mereka sebelum akhirnya menyantap hidangan yang telah disiapkan.


Tes kedua yang harus dilalui adalah mengambil bendera, sebanyak enam puluh orang yang lolos dibagi menjadi enam regu, setiap regu dibedakan oleh warna. Masing - masing regu diberikan lima bendera dan mereka wajib menjaga bendera - bendera tersebut supaya tidak terebut oleh tim lain.


Wu Yi Feng sendiri tergabung di tim merah bersama kesembilan orang lainnya, dikarenakan sikapnya yang tertutup dan pendiam membuatnya tidak dipercaya menjadi salah satu pembawa bendera oleh pemimpin regunya.


"Ingat, apapun yang terjadi kalian wajib melindungi bendera ini sekalipun itu harus mengorbankan nyawa kalian..!!!" Seru sang pemimpin regu.


Sebenarnya tidak salah pemimpin regu berkata seperti itu, karena memang membunuh di legalkan dalam tes kedua ini. Boss Huang telah mengatakannya saat apel tadi pagi, mereka yang sayang nyawa memilih untuk mundur, sedangkan sisanya bertarung di bukit yang berada di dekat halaman belakang kompleks perumahan keluarga Lee.


Bukit tersebut tidaklah begitu luas, namun pepohonan yang rindang membuat suasana terasa mencekam, apalagi kondisi tiap tim yang berdekatan, membuat mereka bisa saling bertarung dalam jarak dekat.


"Yang tidak membawa bendera, tugas kalian adalah menyerang dan merebut bendera lawan..!!!"


"Siappp..!!!" Jawab yang lainnya secara serempak.


Wu Yi Feng segera bersiap, dengan ikat kepala berwarna merah yang melekat di keningnya pemuda tersebut menghadang setiap lawan yang mendekat.