The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Pertarungan di Tengah Samudera VI



Samar - samar terlihat sebuah tanda yang mengingatkan Wu Yi Feng akan ayahnya, sebuah tatoo yang menjadi tanda keanggotaan dari kelompok atau sekte Serigala Bayangan.


Seluruh anggota dari sekte serigala bayangan mendapatkan sebuah tanda di lengan kiri mereka yang berupa siluet kepala harimau, pemberian tanda diberikan kepada mereka - mereka yang telah secara resmi tergabung, baik itu pria maupun wanita.


Wu Yi Feng sendiri pernah melihat tanda tersebut di lengan kiri ayahnya, ingatan supernya membuatnya tak akan melupakan detail penting seperti ini. Dan kini dihadapannya telah muncul seseorang yang juga memiliki tanda seperti milik ayahnya..


"Apakah kau adalah salah satu anggota dari sekte serigala bayangan??" Tanya Wu Yi Feng, mesih dengan kuda - kuda yang terarah.


"Hahahahaha.. Akhirnya ada juga yang mengetahui makna tatoo di lengan kiriku.. Memangnya kenapa jika aku adalah mantan anggota sekte serigala bayangan??"


"Dimana kau berada ketika sekte serigala bayangan diserbu oleh pasukan kerajaan?" Tanya Wu Yi Feng.


"Aku tak harus menjawab pertanyaanmu bocah..!!!" Jawab Han Ji Hong sembari menatap tajam kearah Wu Yi Feng.


"Lagipula ada urusan apa kau bertanya tentang masa laluku??"


"Tentu saja kau harus menjawabnya, karena ayahku adalah Wu Lao...!!!" Teriak Wu Yi Feng dengan amarah yang membara di dada.


"Apa..?? Jadi kau adalah anak si Wu Lao??? Makanya sedari tadi aku selalu berpikir bahwa aku pernah mengenalmu, kau benar - benar mirip ayahmu nak.. Cerdas tapi sombong..!!!" Jawab Han Ji Hong.


"Tutup mulutmu, pengecut sepertimu tidak pantas menilai ayahku yang gugur demi mempertahankan rumahnya.."


"Tidak pantas?? Pengecut katamu?? Hahahahaha... Kau pikir aku jadi seperti ini karena siapa?? Aku sudah menjadi anggota sekte serigala bayangan sejak kecil, semua baik - baik saja sebelum ayahmu datang..!!! Dengan mulut manisnya ia merayu guru supaya menjadikannya tetua."


"Tutup mulutmu..!! Ayahku menjadi tetua karena kemampuannya.." Sergah Wu Yi Feng.


"Kemampuan apa? Dia hanya pandai menjilat ketua sekte..!!!" Teriak Han Ji Hong.


"Rupanya langit benar - benar berpihak padaku hari ini, anak muda jangan salahkan aku, salahkan dirimu sendiri karena menjadi anak dari penjilat Wu Lao..!!!"


"Jangan banyak omong, ayo kita selesaikan..!!!" Timpal Wu Yi Feng.


"Hahahaha.. Tidak sempat membalas dendam pada Wu Lao, malah bertemu anaknya.. Hari ini dendamku akan terbalaskan.. Hahahaha.." Han Ji Hong menelan sebuah pil berwarna hitam, dan sedetik kemudian sebuah energi gelap yang sangat pekat, energi gelap tersebut bahkan seolah olah memakan seluruh ingatan menyenangkan yang Wu Yi Feng miliki.


BOMMMMMM....


Ledakan energi gelap mengakhiri semuanya, kini dihadapan Wu Yi Feng telah berdiri sosok yang sama sekali tak ia kenali, Han Ji Hong telah berubah sedemikian rupa hingga tak pantas disebut lagi sebagai seorang manusia.


Dengan sekujur tubuh dipenuhi urat yang menonjol dan mata yang berwarna merah menyala, Han Ji Hong kini menjelma menjadi monster yang memiliki tenaga dalam sangat besar.


"Mati kau titisan Wu Lao...!!!" Ucapnya sambil melangkah maju dengan sangat cepat kearah Wu Yi Feng.


"Teknik Naga, Langkah Petir..."


Wu Yi Feng bergerak untuk menghindari serangan tinju Han Ji Hong yang dipenuhi oleh energi gelap.


"Teknik Naga, Pukulan Seribu Naga..."


Wu Yi Feng menghujani Han Ji Hong dengan ribuan pukulan hingga ketua bajak laut tersebut terdorong ke belakang dengan sangat kerasnya dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


Tak berhenti sampai disitu, Wu Yi Feng terus menghajar Han Ji Hong tanpa memberikan sedikitpun kesempatan kepada lawannya untuk membalas.


Berkaca dari pengalamannya selama ini, kalahkan secepat mungkin sebelum lawan malakukan sesuatu yang mungkin bisa memperkuat tubuh.


"Kurang ajar, aku cincang tubuhmu..!!!" Teriak Han Ji Hong dengan tubuh sempoyongan layaknya orang mabuk.


Wu Yi Feng berlari mendekat, ketika jarak antara dirinya dengan Han Ji Hong hanya tinggal beberapa langkah, ia melompat dan menekan kepala Han Ji Hong dengan begitu keras, Qi yang terkumpul di telapak tangan menghancurkan otak dan juga titik syaraf di tubuhnya.


Sekali lagi jurus "Kecupan Sang Phoenix" membawa korban, Han Ji Hong roboh dengan mata melotot, Wu Yi Feng mengambil beberapa kayu yang terbakar di sekitarnya dan segera melemparnya ke tubuh Han Ji Hong hingga tubuh lelaki paruh baya tersebut diselimuti api.


Semua anak buah Han Ji Hong yang melihat hal tersebut hanya bisa diam dan menyerah, mereka membuang pedang dan mengangkat tangan. Tak lama kemudian hal yang serupa dilakukan oleh mereka yang berada di kapal lain.


Matahari perlahan lahan terbit setelah pertempuran yang begitu sengitnya, seolah olah memberitahu kita jika hidup akan terus berlanjut. Wu Yi Feng sedang duduk bersandar di atas sebuah tiang layar kapal ketika seorang gadis menghampirinya.


"Terima kasih karena telah menyelamatkanku dan juga teman - temanku..." Ucap Huan Ran lirih.


"Hmm.." Wu Yi Feng tidak menoleh, ia masih saja memandang lurus kedepan.


Mereka berdua membisu cukup lama hingga akhirnya Huan Ran bangun dan pamit pergi, namun baru saja ia jalan dua langkah, Huan Ran kembali menoleh dan tersenyum kepada Wu Yi Feng sebelum akhirnya berucap, "Aku menunggumu di kejuaraan Naga dan Phoenix.."


Huan Ran pergi setelah mengatakan hal tersebut, tinggalah Wu Yi Feng sendirian. Pemuda itu nampak sedang memikirkan begitu banyak hal. Semua yang telah ia lalui sampai hari ini membuatnya mengerti satu hal yang pasti, yaitu ia masih terlalu lemah.


Banyak sekali kelemahan di dalam dirinya, sedangkan diluar sana pastilah banyak pendekar dengan kemampuan yang jauh lebih hebat dari semua lawan yang sudah ia hadapi selama ini.


Persekutuan darah, sekte sesat dan juga yang paling penting Huang Litao dan gerombolannya. Mereka semua adalah lawan yang tidak bisa dianggap enteng, dan dengan kemampuannya saat ini tidak akan cukup.


"Saudara Shen, saat kapal berdandar di dermaga tolong pimpin saudara - saudara yang lainnya untuk kembali ke sekte.." Ucap Wu Yi Feng kepada Shen Liang.


"Memangnya kau mau kemana saudara Feng??"


"Aku ingin berpetualang sebentar.. Aku akan segera kembali, kau tenang saja.." Jawab Wu Yi Feng dengan senyum tipisnya.


"Sejujurnya aku juga sudah berpikir seperti itu, jika terus menerus berada di sekte maka kemampuan kita akan susah untuk berkembang.." Seru Shen Liang.


Keduanya terlibat dalam obrolan panjang hingga tak terasa dermaga telah terlihat, Wu Yi Feng pamit kepada Shen Liang dan juga sahabat - sahabatnya yang lain sebelum akhirnya melesat pergi dengan kudanya.


"Hati - hati saudara Feng, kami akan selalu menunggumu...!!!" Teriak Wan Ming.


Kelimanya kemudian menyusul murid murid dari sekte lainnya yang telah mendahului pergi dari dermaga menuju ke penginapan.