The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Turnamen Kerajaan Dimulai



Wu Yi Feng berada hampir sebulan lamanya di dimensi cincin ruang, atau kurang lebih 30 jam di dunia nyata. Bocah laki - laki itu membuka matanya dan merasa bahwa tubuhnya bertambah kuat karena ia telah berhasil mempelajari beberapa jurus atau teknik dari kitab naga langit, meskipun dari segi pemahaman belumlah begitu sempurna.


Wu Yi Feng lalu membersihkan diri dan keluar dari kamarnya dengan memakai topeng miliknya, sedang di luar pintu sudah menunggu gurunya Luo Yun Xi.


"Sudah selesai meditasinya..??"


"Su.. Sudah guru.." Jawab Wu Yi Feng dengan kepala tertunduk.


"Baik, kalau begitu sekarang ikut denganku.." Luo Yun Xi menarik kerah baju Wu Yi Feng dan mengajak bocah itu untuk terbang.


"Wow.. Guru.. Ini menakjubkan.." Seru Wu Yi Feng senang.


"Kelak kau juga akan bisa terbang karena sudah mempunyai akar roh, aku akan mengajarimu begitu kita kembali ke puncak gunung kabut petir.."


"Janjiiii..?"


"Hmm.."


Tak lama kemudian mereka berdua mendarat di depan gerbang istana, beberapa prajurit penjaga gerbang istana segera bereaksi dengan mengacungkan tombak mereka.


"Siapapun kalian, lebih baik pergi.. Hari ini ada acara besar yang diadakan oleh kekaisaran.."


Tanpa berkata apa - apa, Pilar petir melepaskan aura raja naga langit kepada para prajurit penjaga, membuat tubuh mereka menjadi berat dan susah untuk bernapas, bahkan banyak diantara mereka yang gemetar lalu kehilangan kesadaran.


"Tu.. Tuan pendekar, maafkan kami.. Ka.. Kami hanya menjalankan perintah.." Rengek salah satu penjaga.


Tap.. Tap... Tap...


Tiba - tiba saja muncul sesosok pendekar dari dalam istana, Wu Yi Feng jelas mengenal dengan baik sosok tersebut, karena sosok tersebut adalah pemimpin para prajurit yang telah membantai para wanita dan juga anak - anak dari sekte serigala bayangan.


Tubuh bocah laki - laki itu bergetar, matanya nanar dan tangannya mengepal erat, sungguh Wu Yi Feng sudah hendak menghajar lelaki tersebut, andai saja guru Luo tidak mencegahnya.


"Apapun urusanmu, tahanlah terlebih dahulu untuk saat ini.." Ucapnya lirih.


"Baik guru.." Wu Yi Feng menghirup udara dalam dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Mata bocah itu memerah karena Huang Litao muncul dihadapannya.


"Ahh Tuan pilar petir, maafkan atas kelancangan kami.." Ucap lelaki tersebut, terlihat sekali jika Huang Litao adalah seorang yang pandai menjilat, kata - kata yang keluar dari mulutnya terlalu manis.


"Silahkan Tuan.." Huang Litao menuntun jalan pilar petir dan juga bocah disampingnya yang ia sangka murid dari sang pilar.


"Kenapa guru tidak pernah berkata jika guru adalah seorang pilar??" Tanya Wu Yi Feng yang merasa dibohongi, ketika mereka sudah ada di dalam kamar.


"Karena kamu tidak pernah bertanya.." Jawab Luo Yun Xi asal.


"Tapi.. Tapi.. Apakah saya harus bertanya??"


"Lalu apakah aku juga harus membawa papan dengan tulisan 'Saya seorang pilar' begitu???"


"Tentu tidak.." Wu Yi Feng menundukkan kepalanya.


"Sudahlah, lagipula itu tidak terlalu penting.. Siapapun aku, atau apapun gelarku, aku harap kau tetap melihatku sebagai guru Luo..!!"


"Baik guru.." Wu Yi Feng memakai topengnya bersamaan dengan gurunya karena menyadari ada langkah kaki yang mendekat.


"Tokk.. Tokk.."


"Masuk.."


"Tuan, Kaisar memerintahkan hamba untuk memberitahu kepada Tuan bahwa turnamen akan segera dimulai.." Seorang utusan kaisar masuk dan mrmberikan kabar kepada sang pilar petir.


"Baiklah, tunjukan jalannya...."


"Siap Tuan.."


Setelah berjalan kurang lebih lima belas menit, mereka berdua sampai juga di arena. Pilar petir dan juga Wu Yi Feng mendapatkan tempat di podium kehormatan duduk di samping kanan sang kaisar, sedangkan di sebelah kiri ada dua orang pangeran.


Semua orang, termasuk kaisar memberikan hormatnya ketika pilar petir datang. Bahkan suara kasak kusuk para penonton dan peserta pun menghilang seketika.


Dengan kedatangan sang pilar, maka pembawa acara mulai membuka pertandingan. Acara dimulai dengan tari - tarian dan juga barongsai.


Wu Yi Feng yang merasa bosan mulai menutup matanya dan berkonsentrasi untuk memasuki dunia cincin ruang dan berlatih disana.


Luo Yun Xi yang mengerti akan hal tersebut, hanya tersenyum dibalik topengnya. Pertandingan pembukaan pun dimulai. Turnamen kali ini sangat spesial, karena itulah banyak pendekar yang turut serta.


Seorang pendekar berumur setengah baya dan berkepala pelontos naik ke atas arena berukuran 50 x 50 meter, di sisi lain arena telah bersiap seorang pemuda yang nampak masih sangat muda dan bersenjatakan tongkat.


Turnamen kali ini memang tidak mengenal aturan tangan kosong atau senjata, semua peserta bebas memakai senjata mereka, atau pun memilih untuk bertarung menggunakan tangan kosong.


"Pertandingan dimulai..!!!" Teriak sang pembawa acara.


Pendekar berkepala pelontos mulai mempersiapkan kuda - kudanya, begitu juga lawannya. Keduanya diam tak bergerak, mereka nampaknya mencoba untuk membaca situasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menyerang.


DASSSSSHHHHH...


Keduanya bergerak secara bersamaan dan bertemu di tengah arena, jual beli serangan segera terjadi. Dari pertarungan singkat mereka dapat dilihat jika pemuda bersenjatakan tongkat sedikit lebih unggul daripada lawannya yang memakai tangan kosong.


Pemuda bersenjatakan tongkat menyerang lawannya tanpa henti, membuat pendekar berkepala pelontos terpaksa mundur untuk menjaga jarak dan mengambil napas.


"Menurut anda, siapa yang bakal memenangkan pertandingan ini??" Kaisar mencoba untuk membuka obrolan dengan pilar petir.


"Si pendekar berkepala pelontos.." Jawab Luo Yun Xi singkat, padat dan jelas.


"Ohh benarkah, bagaimana kalau kita bertaruh??? Aku akan memegang pemuda bersenjatakan tongkat.." Timpal sang kaisar bersemangat.


"Baiklah.." Lagi - lagi Luo Yun Xi menjawab ala kadarnya, membuat sang Kaisar cemberut.


Pertarungan keduanya kembali berlangsung, kali ini sang pemuda yang berambisi menyelesaikan pertandingan secepat mungkin, menyerang lawannya dengan membabi buta.


Si pendekar pelontos yang mengetahui hal tersebut, hanya tersenyum dalam hati.. Rencananya berhasil dan lawannya telah termakan umpan, kini saatnya bertahan sebelum akhirnya menghabisi lawannya ketika si lawan mulai kehabisan stamina.


KABOOOMMMMM....


Si pendekar pelontos memberikan serangan penghabisan kepada lawannya dengan serangan pukulan ganda yang membuat tongkat lawannya patah jadi dua dan menghantam dadanya dengan telak. Si pemuda yang tak kuasa untuk menghindar, terdorong kebelakang dengan kerasnya hingga keluar dari arena.


Dengan keluarnya sang lawan dari arena, membuat pendekar plontos memenangkan pertandingan. Pendekar tersebut memberikan hormatnya kearah kaisar dan juga pilar petir sebelum turun dari arena. Para penonton bersorak sorai, mereka senang karena turnamen dibuka dengan sebuah pertandingan yang cukup seru.


Sedangkan bagi kaisar, wajahnya murung karena ia kalah taruhan. Kaisar mengeluarkan sekantung koin emas dari dalam cincin ruangnya dan memberikannya kepada pilar petir.


****


Assalamualaikum Wr. Wb.


Halloooo...


Maaf ya kemarin malam tidak bisa update karena harus revisi cerita dari awal, dan Alhamdullilah cersil ini akhirnya DIKONTRAK lho oleh NT.


Yuk semua baca, kali ini author kagak akan minta like, vote atau yang lain.. Kalian mau ngasih alhamdullilah, kagak juga kagak apa2.. Kagak ngaruh.


Yang penting kalian semua baca nie cerita. kasih tahu teman, istri/suami, saudara, tetangga, semua dah.. Suruh baca nie cersil.


Doain ya author bisa rutin UP nie cersil, ya meskipun hanya 1 Chapter/hari.


Wassalamualaikum Wr. Wb