The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Anjing Berkepala Tiga ( Penjaga Neraka )



Wu Yi Feng mengambil beberapa senjata yang berserakan serta yang masih menancap di dinding, senjata - senjata yang diambil oleh Wu Yi Feng tersebut memiliki kemampuan minimal di tingkatan pusaka bumi, dan pusaka langit awal.


Sedangkan untuk pedang hitam yang sekujur bilahnya berpendar warna merah seperti retakan lava memiliki kemampuan di tingkatan pusaka dewa legendaris. Wu Yi Feng tersenyum sambil memperhatikan kembali pusaka yang kini berada dalam genggamannya.


"Pusaka ini begitu berat, namun kekuatannya memang sangat mengerikan hingga aku merasa bisa membelah sebuah gunung hanya dalam satu tebasan saja." Gumam Wu Yi Feng.


Tanpa berpikir panjang, Wu Yi Feng segera menyimpan pusaka yang ia beri nama Pedang Lava kedalam cincin ruangnya sebelum akhirnya ia menendang pintu ruangan jebakan senjata hingga hancur berkeping keping.


Kini hanya tersisa dua pintu yang belum ia buka, dengan penuh percaya diri ia membuka salah satu pintu. Seperti biasa ruangan tersebut gelap seperti pintu - pintu sebelumnya, hanya saja begitu pintu tertutup biasanya ruangan akan menjadi terang. Tapi ruangan ini sama sekali tidak berubah, bahkan suasana nya begitu menakutkan dengan bau amis yang sangat menyengat dan hawa membunuh yang terasa begitu pekat.


"Akhirnya setelah menunggu begitu lama.. Ada juga manusia yang bisa sampai di level ini.." Terdengar suara dengan nada berat dan serak dari balik kegelapan pekat yang menyelimuti ruangan tersebut.


"Siapa kau??"


"Aku? Bisa dibilang aku adalah mimpi terburukmu.."


Wu Yi Feng bersiap, ruangan yang gelap total sebenarnya bukanlah suatu masalah bagi pemuda tersebut. Wu Yi Feng menutup matanya lalu mulai menstabilkan napasnya hingga pada suatu kesempatan pemuda itu menyatu dengan kegelapan yang ada di ruangan tersebut.


"Hahahaha.. Lumayan juga.. Baiklah temani aku melemaskan otot - ototku yang kaku..!!!"


WHUSSSSSS...


BLAAAAAMMMMM...


BLAAAAAMMMM...


BLAAARRRRRRRR...


Wu Yi Feng melepaskan beberapa bola api hingga membentuk seperti obor ke tiap sudut ruangan hingga kini ruangan tersebut menjadi cukup terang dan akhirnya terungkaplah sosok yang selama ini bersembunyi dibalik kegelapan.


Seekor anjing dengan tinggi kurang lebih dua meter dan sekujur tubuhnya berwarna hitam pekat, badan anjing tersebut terlihat licin dan berminyak, kuku panjang dan runcing serta taring yang tajam menambah kesan seram. Tapi semua itu belum seberapa, Wu Yi Feng terperangah karena anjing tersebut memiliki bukan hanya satu kepala, melainkan tiga kepala.


"Kenapa? Apakah kau baru sekali ini melihat anjing yang mempunyai tiga kepala sepertiku??"


Wu Yi Feng memilih untuk diam dan tidak menjawab sedangkan matanya menjelajahi ruangan tersebut, samar - samar ia melihat sebuah pintu kecil dibalik badan anjing berkepala tiga.


"Tidak usah berpikir untuk keluar dari sini, karena siapapun yang memasuki ruangan ini tidak akan bisa keluar hidup - hidup..!!" Gertak si anjing berkepala tiga.


"Maaf, tapi ada sebuah janji yang harus aku tepati..!!!" Wu Yi Feng bersiap dengan sebuah kuda - kuda. Akhirnya tiba juga saatnya ia menggunakan jurus - jurus baru yang telah ia latih selama kurang lebih tiga tahun belakangan.


"Seni Phoenix, Langkah Api.."


Wu Yi Feng melesat, perpaduan kecepatan langkah petir dari jurus naga langit dan jurus phoenix nirwana menciptakan suatu seni baru yang mengerikan.


Wu Yi Feng menerjang dan mendaratkan tinjunya ke salah satu kepala anjing tersebut hingga membuatnya terdorong kebelakang.


BOOOOOMMMMM...


Pemuda tersebut melompat mundur sebelum kembali menyerang kembali, kali ini kedua kepalan tangannya telah menyala dengan unsur es dan api.


"Seni Phoenix, Gelombang Api Neraka.."


"Seni Phoenix, Serangan Bintang Beku.."


Anjing penjaga neraka berkepala tiga tidak tinggal diam, anjing tersebut menyemburkan api tiga warna dari ketiga kepalanya hingga membuat suhu ruangan disana meningkat drastis.


"Hahahaha, terbakarlah dalam lautan neraka.." Teriak anjing berkepala tiga ketika menyaksikan tubuh Wu Yi Feng terkubur dalam kobaran api yang menyala nyala.


Namun senyum dibibir ketiga kepala anjing tersebut seketika menghilang ketika menyadari lawannya berjalan keluar dari lautan api dengan tenang dan tanpa luka sama sekali, bahkan sekujur tubuh pemuda tersebut diselimuti oleh cahaya kuning keemasan yang menyilaukan.


"Apa kau berniat membakar phoenix?? Percayalah, aku telah merasakan api yang jauh lebih panas dari pada ini..!!!" Ucap Wu Yi Feng sambil bergerak maju, sedangkan tangan kanannya telah terbalut oleh energi petir yang luar biasa.


"Cripp... Cripp.. Criippp.." Suara petir yang ada di sekujur lengan hingga kepalan tangannya laksana ribuan burung pipit yang bersenandung merdu.


"Seni Phoenix, Pedang Dewa Petir..!!!"


Kibasan petir membentuk sebuah siluet bilah pedang yang menebas dan membelah tubuh anjing berkepala tiga dalam sekali serangan.


Sangat dingin dan tanpa ekspresi, Wu Yi Feng melangkah pergi kemudian segera mendekat ke pintu yang selama ini dijaga oleh anjing berkepala tiga.


Wu Yi Feng menyentuhkan tangannya ke pintu tersebut, sebuah formasi langsung terlihat. Pemuda itu tersenyum tipis, tiga tahun belakangan selain memperkuat fisik dan juga menyempurnakan seni phoenix, Wu Yi Feng juga mendalami tentang formasi karena istrinya ( Miya ) ternyata adalah ahli formasi no.1 dari bangsa Elf.


Dalam waktu singkat saja formasi pengunci pintu batu tersebut sudah bisa dipecahkan oleh Wu Yi Feng, lalu ketika pintu batu terangkat Wu Yi Feng bisa merasakan hawa sejuk karena ternyata pintu batu tersebut membawanya ke sebuah hutan, namun sebelum ia keluar, ia mencongkel sebuah batu kristal hitam kemerah merahan yang tertanam di tengah - tengah pintu penghubung tersebut.


Dari pekatnya hawa siluman disekitar, Wu Yi Feng bisa menebak jika dirinya masih di alam para siluman, Wu Yi Feng memperhatikan sejenak batu kristal berbentuk bulat yang kini ada di genggaman tangannya tersebut. Di dalam batu kristal itu terdapat sebuah formasi rune kuno yang bergerak gerak.


Wu Yi Feng tersenyum, karena kini kunci untuk menghubungkan dimensi pengasingan dan dunia siluman ada dalam genggamannya. Lalu tanpa menunggu waktu lebih lama lagi Wu Yi Feng segera mengktifkan formasi rumit untuk membuka pintu penghubung.


Seketika sebuah portal tercipta, Wu Yi Feng menaruh batu kristal tersebut tepat di tengah formasi yang baru saja ia buat hingga sebuah dinding transparan mulai tercipta.


Senyum terus terkembang dari wajah manis Wu Yi Feng, memikirkan bahwa sebentar lagi ia akan bertemu dengan sang istri tercinta membuatnya tidak sabar. Namun rupanya ada yang salah, dinding transparan yang seharusnya membentuk sebuah pintu penghubung seakan membentur sesuatu.


Tidak mau panik, Wu Yi Feng mengulang kembali rangkaian proses untuk membentuk pola atau formasi penghubung, namun sama seperti sebelumnya formasi tersebut tetap tidak mau terbuka.