The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Pertempuran di Tengah Samudera II



Gerakan Wu Yi Feng mendadak menjadi begitu lambat seperti sedang menari, bahkan tangannya seolah olah menjadi 1000 bagian. Jurus pembuka dari Tarian Phoenix Nirwana memang begitu anggun, hampir sama dengan jurus Tai Chi yang menitik beratkan ketenangan dan kedamaian.


"Hehehehe.. Mau pakai jurus apapun, tak akan berpengaruh pada serangan senjataku.." Seru sang lawan yang merasa diatas awan sehingga meremehkan Wu Yi Feng .


"Bersiaplah.." Wu Yi Feng mulai serius, tatapannya menjadi sangat tajam dan di sekeliling tubuhnya mulai muncul cahaya kuning kemerahan.


"Terimalah ini...!!!"


WUSSSSHHHHHHHH...


Bola berduri milik lawannya melaju cepat tepat ke arah kepala Wu Yi Feng, namun dengan tenang Wu Yi Feng menghindarinya lalu kedua tangannya seolah memutar mutar bola berduri tersebut hingga bola berduri tersebut menyala kemerahan, sedangkan sang lawan kini sudah tidak sanggup menarik kembali senjatanya.


"App.. Apa yang kau lakukan bocah...??"


Wu Yi Feng masih terus memutar bola tersebut hingga,


KABBBBOOOOOOMMMMM..


Bola berduri milik lawannya hancur berkeping keping, Wu Yi Feng melompat kearah lawannya dan bersiap melakukan serangan selanjutnya. Dengan kedua kepalan tangannya yang telah terbungkus nyala api membara Wu Yi Feng melepaskan jurusnya.


"Teknik Phoenix Nirwana, Phoenix Memecah Karang..."


BLAAAAMMMM...


BLAAAAMMMMMM....


BLAAAAMMMMM...


BLAAAMMMMMMM...


Entah berapa ratus pukulan yang Wu Yi Feng hujamkan ke lawannya, hingga membuat semua tulang dan organ dalam di dada serta perut lawannya hancur. Bahkan punggung pria setengah baya tersebut sampai mengeluarkan asap.


Wu Yi Feng memberikan serangan penghabisan kepada lawannya yang telah tak berdaya dengan cara menekan kening lawannya tersebut menggunakan jari telunjuknya sembari menyalurkan Qi yang cukup besar hingga menghancurkan seluruh isi kepalanya.


"Teknik Phoenix Nirwana, Kecupan Sang Phoenix..."


BOOOMMMMM...


Sebuah ledakan yang teredam mengakhiri kehidupan pria setengah baya tersebut, matanya memutih dan dari hidung serta telinganya mengucur darah bercampur otak yang telah mencair dan hancur.


Tubuh kekar itu jatuh dan langsung tenggelam ke dalam lautan yang gelap, sedangkan Wu Yi Feng sendiri telah meninggalkan tempat tersebut untuk membantu rekannya yang lain.


Teknik Kecupan Sang Phoenix merupakan jurus terlarang yang mempunyai tingkat penghancur sangat tinggi dan merupakan jurus pamungkas dari kitab Phoenix nirwana. Teknik ini konon bahkan bisa membunuh dewa terkuat hanya dengan satu sentuhan ringan.


Kapal kekaisaran sudah hancur dua buah, sedangkan kapal kecil milik perompak juga banyak yang dihancurkan, api yang menerangi malam dan juga teriakan para korban membuat suasana menjadi sangat mencekam.


Wu Yi Feng tanpa ampun membunuh tiap anggota perompak yang ia temui, pemuda itu berlari kesana kemari dan menantang tiap pemimpin perompak yang ia jumpai.


"Saudara Feng beristirahatlah sejenak, kau sudah cukup banyak menggunakan tenaga dalammu..." Seru Choi Dal Po.


"Aku baik - baik saja.." Jawab Wu Yi Feng.


Mereka berdua sudah naik ke atas kapal yang masih bertahan, sembari membasmi para anggota bajak laut bersama para pendekar dan juga prajurit kekaisaran.


Tiba - tiba saja mata Wu Yi Feng tertuju pada sosok gadis yang sedang melawan tujuh orang secara bersamaan, jurus berpedang gadis itu begitu indah dan mematikan, namun melawan tujuh orang pria secara bersamaan tetap saja membuat gadis tersebut terlihat lumayan kerepotan.


"Jurus Pedang Empat Musim, Tarian Angsa di Musim Dingin..."


Wu Yi Feng melompat dan langsung melepaskan jurusnya, membuat para anggota bajak laut terkejut dan menghindar sebisa mereka, sedangkan yang memaksa terus bertahan hanya bisa merelakan nyawanya melayang oleh tebasan pedang penari malam.


"Te.. Terima kasih.." Ucap Huan Ran, gadis itu merasa tertolong dengan kehadiran Wu Yi Feng.


"Dimana rekan seperguruanmu??"


"Mereka terbunuh.." Jawab Huan Ran dengan raut wajah yang menunjukan kesedihan.


Tak lama kemudian Choi Dal Po juga ikut membantu, kolaborasi ketiganya membuat para anggota bajak laut memilih untuk mundur, dan menunggu instruksi selanjutnya.


Wu Yi Feng naik ke tiang tertinggi dan melihat bahwa di kapal lain pun para anggota bajak laut mulai mundur, namun bukannya senang Wu Yi Feng justru merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Kalian semua jangan lengah, terus bersiaga karena aku justru merasa mereka sedang merencanakan sesuatu.." Seru Wu Yi Feng kepada dua orang temannya dan juga para pendekar serta prajurit yang ada di dekatnya.


Benar saja, tak lama kemudian kabut yang sangat pekat tiba - tiba saja muncul. Kabut tersebut membuat jarak pandang menjadi sangat pendek. Para prajurit menyalakan obor untuk membantu penglihatan, namun ketika mereka mulai berpencar, teriakan - teriakan memilukan mulai terdengar.


"Arrrggghhhh..."


Wu Yi Feng dan lainnya tidak merasakan sama sekali gerakan yang mencurigakan, namun para prajurit mulai tumbang satu persatu dengan luka sayatan melintang yang cukup dalam di dada serta punggung mereka.


"Saudara Feng apa sebenarnya yang terjadi??" Tanya Choi Dal Po.


"Entahlah.." Wu Yi Feng menggenggam erat pedang penari malam dan bersiap untuk bergerak begitu merasakan sesuatu sekecil apapun.


Para prajurit kekaisaran dan juga pendekar yang tidak bersiap segera jatuh terkapar tak bernyawa, teriakan dan jeritan kesakitan makin terdengar sangat jelas menyayat hati. Wu Yi Feng dan lainnya kini seolah olah sedang menanti kematian di tengah dinginnya samudera.