
Tidak mau panik, Wu Yi Feng mencoba mengulang kembali rangkaian proses untuk membentuk pola atau formasi penghubung, namun seperti sebelum - sebelumnya, formasi tersebut tetap tidak mau terbuka.
BLAAAAMMMMM...
BLAAAAAMMMMM...
Wu Yi Feng tersulut emosi, di pukullah tembok transparan yang menjadi pembatas antara dimensi siluman dengan dimensi pengasingan. Bahkan saking marahnya Wu Yi Feng hingga membuat seisi dimensi siluman berguncang dengan hebatnya.
Ploppp...
Sepucuk surat muncul dari ketiadaan, Wu Yi Feng mengambil surat tersebut lalu membacanya perlahan. Tak terasa air matanya mulai menetes membasahi pipi, "Istriku kumohon buka pintunya..!!! Aku hanya ingin bertemu denganmu..!!!" Pinta Wu Yi Feng sambil terduduk di tanah, namun tidak ada balasan apapun dari balik dimensi.
Sementara itu di dalam dimensi pengasingan, Miya menahan tekanan energi Wu Yi Feng dengan susah payah hingga darah mulai mengalir dari sela sela bibir mungilnya.
"Putri, kenapa engkau harus sekeras kepala ini?? Bukankah ini yang sangat kau inginkan selama ini??"
"Suamiku memiliki sebuah tanggung jawab yang sangat besar, dan dengan kemampuanku saat ini aku takut hanya akan menjadi beban baginya.." Balas Miya sambil menahan tangis hingga pelupuk matanya memerah.
..."Suamiku, aku mencintaimu.. Tunggulah aku sejenak...
...Aku akan menemuimu ketika saatnya tiba.."...
Wu Yi Feng menangis karena saat ini ia merasa bahwa istrinya memeluknya begitu erat, ia tahu bahwa ini hanyalah pancaran tenaga dari Miya, tapi rasa itu begitu kuat dan nyata.
"Baiklah, aku akan menunggumu, aku akan selalu menunggumu hingga engkau kembali padaku.." Bisik Wu Yi Feng kemudian mengambil batu kristal lalu mengirimnya ke dimensi pengasingan melalui sebuah formasi.
Miya mengambil batu kristal yang menjadi kunci penghubung dimensi pengasingan dengan tangan yang bergetar. Wanita cantik itu tidak kuasa menahan kesedihan hingga menangis tersedu sedu.
Wu Yi Feng berjalan gontai menuju ke istana sang ratu siluman ular, beberapa siluman yang ditemuinya memilih minggir dan memberikan jalan karena tekanan energi yang Wu Yi Feng pancarkan begitu kuat.
"Tuan, sebenarnya mau kemana dirimu? Apakah ada yang bisa kami bantu??" Ucap salah satu siluman.
"Aku mau menemui ratu siluman.. Maaf jika aku mengganggu kalian.." Wu Yi Feng sadar akan kekeliruannya lalu segera menarik aura membunuhnya dan membungkuk untuk meminya maaf.
"Ada perlu apa Tuan ingin menemui ratu kami?"
"Aku hanya ingin menyapanya.."
"Maaf Tuan, tapi ratu bukanlah sosok yang bisa engkau temui hanya karena ingin." Tegur sosok siluman tersebut.
Wu Yi Feng tersenyum seraya mengambil token pemberian sang ratu dan memberikannya kepada siluman tersebut.
"Maafkan kami Tuan.. Maaf.. Silahkan ikuti kami.. Kami akan membawa anda ke hadapan sang ratu.."
Wu Yi Feng mengangguk perlahan, lalu mengikuti beberapa siluman menuju kearah istana sang ratu siluman ular hitam.
Sebenarnya tidak salah jika para siluman tersebut curiga karena saat ini perawakan Wu Yi Feng lebih mirip gembel. Dengan rambut terurai kotor dan berantakan, lalu pakaian compang camping, sobek di sana sini membuat tampilan Wu Yi Feng mirip orang gila.
"Silahkan Tuan, sang ratu sebentar lagi akan keluar menemui anda.." Ucap salah seorang prajurit penjaga istana.
Wu Yi Feng yang mengetahui suara siapa itu, hanya bisa tersenyum, lalu perlahan ia membalikkan badan dan balas memeluk gadis kecil yang ada di hadapannya.
"Bagaimana kabarmu selama ini? Sang ratu tidak menyiksamu kan??"
Gadis yang tidak lain adalah Xiao Wei itu menggeleng seraya berkata, "Sang ratu begitu baik padaku, bahkan kami sudah mengikat sumpah sebagai saudara. Beliau kini adalah kakak perempuanku.."
"Benarkah??" Wu Yi Feng membelai puncak kepala Xiao Wei sambil tersenyum.
"Ehemmm... Apakah aku mengganggu reuni kalian??" Kedatangan Ratu ular hitam membuat mereka berdua terkejut, namun Xiao Wei segera berlari dan memeluk lengan sang ratu.
"Kakak, kenapa kau mengagetkan kami??"
Sang ratu memandang Xiao Wei seraya tersenyum sebelum kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Wu Yi Feng. "Tuan muda, bagaimana dengan latihanmu? Apakah sudah membuahkan hasil?"
Wu Yi Feng tidak menjawab pertanyaan dari sang ratu, melainkan melepaskan aura phoenix surgawi secara mendadak hingga menyebabkan aliran udara di ruangan tersebut terganggu. Akibatnya angin berhembus kencang serta gravitasi di sekitar sang ratu berubah menjadi ratusan kali lipat lebih berat dari pada aslinya.
"Cukup Tuan muda, jangan diteruskan lagi.. Aku sudah bisa melihat pencapaianmu.." Sang ratu memohon sambil terbata bata karena menahan tekanan energi yang dilepaskan oleh Wu Yi Feng.
WHUUUSSSSSSS....
Wu Yi Feng menarik energinya, membuat suasana ruangan tersebut kembali normal dan sang ratu bisa bernapas lagi.
"Baiklah, aku akan meninggalkan kalian berdua sekaligus menyiapkan kamar untukmu.." Seru sang ratu sambil berlalu dari sana dan meninggalkan mereka berdua.
Sepeninggal sang ratu, Xiao Wei mengajak Wu Yi Feng untuk makan terlebih dahulu. Gadis itu benar - benar menutup mata atas penampilan Wu Yi Feng yang saat ini lebih mirip gembel daripada seorang pendekar berilmu tinggi.
"Biar aku periksa perkembangan kemampuanmu.." Ucap Wu Yi Feng sambil menarik salah satu tangan Xiao Wei lalu menekan beberapa titik nadi gadis tersebut.
"Kenapa kemampuanmu hanya meningkat sedikit?"
"Hehehe.. Tiga tahun ini aku selalu kepikiran tuan.. Itulah yang membuatku tidak konsentrasi dalam melatih ilmu." Jawab Xiao Wei sambil cemberut.
"Itu bukan alasan.. Dasar pemalas.." Wu Yi Feng menyentil dahi Xiao Wei.
"Auchh.. Baiklah karena tuan sudah kembali maka mulai hari ini aku akan giat berlatih.."
Wu Yi Feng tersenyum karena tingkah Xiao Wei, tak terasa kini mereka telah sampai di depan kamar yang telah disediakan oleh sang ratu untuknya.
"Silahkan beristirahat tuan, besok pagi - pagi sekali aku akan datang membawa buah - buahan segar.." Seru Xiao Wei sambil menggenggam kedua tangan Wu Yi Feng.
"Kau juga cepat kembali ke kamarmu dan beristirahatlah.."
Wu Yi Feng memasuki kamarnya setelah Xiao Wei menghilang dari pandangan, pemuda itu melucuti pakaiannya lalu berendam di sebuah bak besar. Wu Yi Feng menutup matanya dan mulai membayangkan masa - masa dimana dirinya berlatih bersama Miya istrinya.
Jika dia tahu akhirnya akan seperti ini, maka dia pasti akan memilih untuk tetap tinggal di dimensi pengasingan dan menemani sang istri memulihkan kemampuannya.
"Huffff..." Wu Yi Feng membuang napas panjang, nasi telah menjadi bubur, tidak ada gunanya menyesal. Kini ia hanya perlu menunggu sembari mengumpulkan lima hewan suci dan menembus tingkatan pendekar langit.