
Tak terasa sudah tiga hari Wu Yi Feng berada di dalam penjara bawah tanah, dengan sikapnya yang ringan tangan membuat Wu Yi Feng bisa dengan mudah mendapatkan teman.
Dengan dibantu oleh putra pertama keluarga Zhou yang juga ditahan Zhou Yun, Wu Yi Feng mulai menumbuhkan semangat juang di dalam dada para tahanan. Keduanya menyuntikkan sebuah harapan akan kehidupan yang jauh lebih baik yang menanti mereka setelah kejatuhan rezim diktator.
Tapi sayangnya usaha tersebut menemui tembok yang cukup tebal, siapa lagi jika bukan jenderal Huo Long dan anak buahnya. Semangat para tahanan yang sempat berkobar kembali dipatahkan dengan eksekusi tiga tahanan yang kedapatan berkerumun.
"Sudahlah terima nasib saja, mereka terlalu kuat untuk dilawan.."
"Jangan memberikan angin surga jika ujung - ujungnya sama saja.."
"Kami hanya rakyat biasa, bukan seperti kalian para seniman bela diri.."
"Aku hanya ingin hidup lebih lama lagi.."
Setidaknya itulah tanggapan para tawanan setelah melihat eksekusi yang dilakukan oleh para penjaga, mental mereka seperti dihempaskan kembali ke dasar. Hal tersebut membuat Wu Yi Feng sedikit frustasi, pemuda itu menghempaskan tubuhnya dan memejamkan mata ketika waktu istirahat tiba.
Sebenarnya sangat mudah bagi Wu Yi Feng untuk pergi atau kabur dari penjara itu seorang diri, tapi itu berarti misinya untuk menyelamatkan para tawanan dan mengakhiri perbudakan gagal.
"Beberapa hari lagi akan diadakan sebuah turnamen, dimana dalam turnamen tersebut para tawanan akan melawan para penjaga, pemenangnya mendapatkan beberapa sumber daya, contohnya makanan, obat - obatan serta ada kemungkinan untuk dibebaskan." Bisik Zhou Yun di dekat telinga Wu Yi Feng.
"Turnamen ya?? Jika aku bisa memenangkan turnamen ini, maka moral para tahanan akan terangkat.." Jawab Wu Yi Feng.
"Bisa jadi, tapi kau harus berhati - hati saudara Feng.. Karena aku dengar para penjaga disini adalah para pembunuh bayaran yang sudah berpengalaman."
"Hmm.. Kau tenang saja, aku tahu yang aku lakukan.." Wu Yi Feng memilih untuk duduk termenung di pojok sel tahanan, dimana di sekitarnya sudah banyak tahanan lainnya yang sedang tidur untuk mengistirahatkan badan.
Berita tentang diadakannya turnamen mulai membuat kasak kusuk diantara para tahanan, banyak diantara mereka menganggap ini adalah sebuah kesempatan langka, apalagi adanya sebuah hadiah kebebasan dari tempat ini.
Di suatu malam, ketika semua tahanan sudah terlelap. Wu Yi Feng merasakan sebuah pancaran energi yang tidak asing. Pemuda itu membuka matanya dan melihat Bai Lang sudah ada tepat di sampingnya.
"Kenapa kau kesini??" Tanya Wu Yi Feng sambil berbisik.
"Aku dan Mei Mei sudah berhasil meminta bantuan kepada beberapa sekte yang ada di pinggiran kota, mereka setuju untuk menyerang walikota tiga hari dari sekarang.."
"Mei Mei?? Sudah sedekat apa kalian?? Dasar.."
"Hehehe.. Sudahlah, bukan itu yang penting.."
"Tiga hari lagi ya? Itu bertepatan dengan diadakannya turnamen, kebetulan sekali, saat itu konsentrasi massa akan ada di pusat tambang dan penjagaan di luar akan sedikit lenggang." Jelas Wu Yi Feng.
"Sekarang pergilah sebelum banyak penjaga yang terbangun.."
"Baiklah, jaga diri baik - baik, sampai ketemu tiga hari lagi.."
Bai Lang menyusup keluar dengan cepat, sementara itu Wu Yi Feng mulai merencanakan strategi supaya penyerangan tiga hari lagi bisa berhasil.
"Lapor jenderal, tadi malam ada seorang penjaga yang telah terlucuti seragamnya, kemungkinan besar ada penyusup yang sedang menyamar..!! Apa perlu kami lakukan pengecekan??"
"Tidak perlu, orang itu pasti sudah pergi.. Perketat penjagaan mulai sekarang, terlebih lagi ketika turnamen berlangsung." Ucap jenderal Huo Long.
"Siap jenderal.."
"Aku ingin melihat, apa yang sedang direncanakan oleh kalian para semut - semut pengganggu.." Guman jenderal Huo Long.
Hari turnamen datang juga, semua peserta baik dari pihak tahanan maupun penjaga sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Wu Yi Feng melarang Zhou Yun untuk ikut serta karena ia ingin Zhou Yun mengawasi pergerakan dari pasukan pembebasan.
Wu Yi Feng membebat lengan dan telapak tangannya dengan kain putih lalu menggulung bajunya. Keduanya berjalan menuju arena turnamen yang terletak di pusat bumi.
Bertarung di bawah tanah dan ditengah suhu dingin yang ekstrim membuat pasokan atau kadar oksigen menjadi sangat tipis, mengatur napas dengan baik dan menghindari reli panjang bisa menjadi kunci untuk memenangkan pertandingan. Arena pertandingan yang sempit dan tiadanya aturan yang menggugurkan peserta kecuali menyerah atau tak sadarkan diri membuat kemungkinan menghindar jadi lebih sedikit.
Pertandingan berjalan sangat seru, dengan jenderal Huo Long yang bertindak sebagai juri tunggal. Tak disangka rupanya para tahanan ini tidak sedikit yang menguasai jurus - jurus seni beladiri. Para penjaga yang merupakan pembunuh bayaran saja banyak yang kewalahan.
Saat tiba giliran Wu Yi Feng, pemuda itu sempat menatap jenderal Huo Long yang duduk di kursi megahnya. Wu Yi Feng membuat sebuah kuda - kuda sederhana, hampir mirip dengan teknik Wing Chun yang memang menghindari gerakan tidak perlu demi menghemat stamina.
Lawan dari Wu Yi Feng adalah seorang pembunuh bayaran bertampang bengis dan bertubuh tambun, kulitnya yang gelap dan berminyak membuatnya mudah dikenali.
Bau amis di goloknya seakan menjadi pertanda bahwa dirinya adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang akan membunuh korbannya tanpa harus berpikir dua kali. Wu Yi Feng bersiap siap, kedua kepalan tangannya menggenggam erat dan tatapan matanya tajam menatap sang lawan.
WUSSSSHHHHHH..
Ayunan golok lewat di depan leher Wu Yi Feng dan hanya menyisakan beberapa cm saja, Wu Yi Feng memang sengaja membuat jarak sedekat mungkin untuk menghilangkan gerakan yang tidak perlu.
Serangan yang datang tanpa henti membuat stamina lawan mulai habis, hal ini dimanfaatkan oleh Wu Yi Feng untuk memberikan serangan balik.
PLAAKKKK..
PLAAAKKKK...
PLAAAKKK...
Dengan cepat Wu Yi Feng memberikan pukulan bertubi - tubi, lalu diakhiri dengan sebuah tendangan yang tepat mengarah ke leher. Sebuah teriakan kesakitan menutup pertarungan tersebut.
Wu Yi Feng meninggalkan arena dengan tepukan yang membahana dari sektor tahanan, Zhou Yun bahkan memberikan dua jempolnya.
"Murid dari sekte ternama memang beda.." Ucapnya berbisik ketika Wu Yi Feng mendekat.
"Terima kasih.." Wu Yi Feng mencari tempat duduk lalu mulai melihat lihat sekeliling, mencoba merasakan setiap tanda yang belum juga nampak.
"Cepatlah datang saudara Bai.." Gumam pelan Wu Yi Feng.