
Jenderal Huo Long mengalihkan pandangannya, betapa terkejutnya ia ketika mengetahui pemilik jurus tersebut adalah Zhou Yun, seorang pemuda yang terlihat lemah dan tak berdaya.
"Muncul lagi serangga yang menyebalkan.. Hari ini akan aku basmi kalian semua..!!!" Ucap jenderal Huo Long dengan ekspresi kebencian yang tercetak jelas.
WUSSSSHHHHH...
Jenderal Huo Long maju menyerang, Zhou Yun mencoba untuk menghindar tapi gerakannya masih terlalu lambat. Pemuda itu terkena serangan dengan telak hingga membuatnya muntah darah.
"Mati kau..!!!" Jenderal Huo Long menendang tubuh Zhou Yun hingga menyebabkan tulang belakangnya patah dan terlempar cukup jauh.
Ketika jenderal Huo Long berbalik, sebuah telapak sudah bersiap di daerah perutnya. Wu Yi Feng ternyata sudah bangkit dan siap melancarkan serangannya.
BOOOOMMMMMMM...
Kali ini tubuh jenderal Huo Long terdorong kebelakang meskipun hanya sedikit, Wu Yi Feng kembali maju menyerang. Jenderal Huo Long makin geram karena ini adalah kedua kalinya Wu Yi Feng bangkit dari kematian (sekarat).
Wu Yi Feng terus mengelak dan berhasil mendaratkan dua kali lagi serangan telapak penghancur tulang di tempat yang sama, efek serangan tersebut makin lama makin terlihat jelas. Kali ini jenderal Huo Long bergerak untuk melindungi titik serangan, sedangkan sebelumnya ia seolah tak acuh dan sengaja membiarkan Wu Yi Feng menyerang.
"Hahhhh.. Hahhh.. Hahhh.." Napas Wu Yi Feng mulai tersengal sengal, ia telah membakar hampir sebagian besar Qi miliknya namun sampai saat ini belum ada tanda - tanda jika baju intan milik jenderal Huo Long telah melemah.
Sementara itu, pertempuran antara aliansi pasukan pemberontakan telah sampai di dekat tambang berlian. Pasukan pemberontak yang didominasi oleh para murid dari beberapa sekte yang ada di sekitar kota Yong Heng.
Pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Bai Lang dan juga Zhou Mei Lan mulai mendesak pasukan pimpinan walikota, mereka terus masuk kedalam kota hingga ketika berada di dekat lokasi tambang, mereka sudah ditunggu oleh sekumpulan pembunuh bayaran.
"Saudara Bai, tolong kau atasi mereka semua.. Aku akan mencoba menerobos masuk terlebih dahulu dan menyelamatkan Feng gege.." Seru Zhou Mei Lan.
"Jangan bercanda.. Jika memang saudara Feng ingin pergi, maka ia tidak membutuhkan bantuan kita.." Jawab Bai Lang.
"Ta.. Tapi.."
"Sudahlah, lebih baik fokus akan lawan di depan. Mereka adalah para pembunuh bayaran yang sangat terlatih.. Berhati hatilah.." Bai Lang memberikan sebuah kode, serempak seluruh pendekar yang berada disana maju menyerang para pembunuh bayaran.
Pertempuran sengit pun tak terelakkan, Bai Lang menghadapi dua pembunuh bayaran sekaligus, sedangakn Zhou Mei Lan mencoba membantu pendekar yang lain.
"Segera persiapkan kereta kudaku dan bawa aku pergi dari sini.." Perintah walikota Lu Hong kepada beberapa orang bawahannya.
"Baik Tuan.." Dua orang bawahan walikota segera pergi dari sana, sedangkan walikota Lu Hong berdiri dari tempat duduknya, kecemasan mulai nampak menyelimuti wajahnya.
"Saudari Zhou menurut info yang aku peroleh, walikota Lu Hong sedang berada disini.. melihat situasi yang seperti ini ia pasti akan mencoba untuk kabur. Tolong kau urus dia.." Bisik Bai Lang.
"Benarkah?? Baiklah serahkan padaku.." Zhou Mei Lan segera bergegas pergi dari tempat tersebut.
"Berhati - hatilah.."
Kembali ke pertarungan Wu Yi Feng, kegaduhan di depan tambang membuat para tahanan bergerak. Mereka mulai berani melawan para penjaga, hingga dalam waktu sekejap saja tempat itu telah menjadi ajang pertempuran.
"Baguslah dengan begini aku tidak perlu repot - Repot mencari tempat persembunyian para serangga.." Ucap jenderal Huo Long sembari menghela napas panjang.
"Akan kupastikan tirani mu berakhir hari ini..!!" Jawab Wu Yi Feng.
"Hehehe.. Bertarung di bawah titik beku seperti ini adalah kesukaanku.."
Wu Yi Feng mencoba membakar sisa - sisa Qi yang ada di dalam tubuhnya dan menghancurkan dinding kokoh jurus baju intan milik jenderal Huo Long.
WUSSSHHHHHH..
Wu Yi Feng maju, ia berkelit ketika jenderal Huo Long mencoba menahan gerakannya dengan sebuah tinju. Pemuda itu meliuk liuk menghindari serangan jenderal Huo Long, lalu ketika kesempatan itu datang ia segera mengambil napas panjang dan melesatkan jurusnya.
"Teknik Naga, Telapak Penghancur Tulang..."
Kali ini tubuh jenderal Huo Long terpental jauh kebelakang, jurus baju intan miliknya berhasil dihancurkan. Namun tangan kanan Wu Yi Feng juga sudah tak bisa digunakan lagi saat ini. Jika saja bukan karena kemampuan penyembuhan tubuhnya maka lengan tangan kanan Wu Yi Feng pasti sudah hancur sedari tadi.
"Kurang ajar..!! Akan kucincang kau bocah..!!" Teriak jenderal Huo Long sambil memegang bagian perutnya yang menghitam, baju perangnya yang terkoyak menandakan bahwa pertahanan absolut miliknya telah berhasil dihancurkan.
Nampak darah mulai merembes dari sela sela bibir jenderal Huo Long, tubuh lelaki paruh baya tersebut bergetar hebat karena letupan amarah yang meledak di dalam dada.
Wu Yi Feng sendiri juga sangat kepayahan, bahkan untuk sekedar berdiri saja pemuda tersebut sudah kesulitan. Tubuhnya dipenuhi luka dan darah, Qi nya sudah hampir habis serta staminanya telah mencapai batasnya.
Dengan tangan kanan yang sudah tak bisa dipakai, kini Wu Yi Feng hanya berharap serangan terakhirnya bisa mengakhiri pertarungan ini.
"Nampaknya aku hanya bisa bertaruh pada jurus pamungkas ini.." Batin Wu Yi Feng, dengan tubuh gemetar pemuda tersebut mempersiapkan sebuah jurus untuk terakhir kalinya.
Ia membakar seluruh Qi miliknya yang tersisa, lalu mengumpulkannya pada jari telunjuk tangan kirinya.
"Guru, beri aku kekuatan untuk mengakhiri semua ini..." Batin Wu Yi Feng yang disaat saat terakhir teringat akan gurunya sang pilar petir.
DASSSSSHHHHHH..
Wu Yi Feng melesat, lebih tepatnya melemparkan dirinya kearah jenderal Huo Long yang juga telah bersiap, terlihat dari aura gelap yang terkumpul di kedua tinjunya.
Jenderal Huo Long melesakkan tinjunya tepat kearah wajah Wu Yi Feng, lalu ketika jarak antara kepalan tinju dan wajah Wu Yi Feng hanya tinggal satu jari, Wu Yi Feng menghindar melompat kemudian menotok
Dahi (Ten)
Titik di dahi yang terkena totokan Wu Yi Feng mengeluarkan cahaya, seolah mendapat kekuatan yang entah dari mana Wu Yi Feng bergerak memutari tubuh jenderal Huo long sambil terus mengelak dari serangan dan mencari celah.
Ulu hati (Chi)
Wu Yi Feng berteriak ketika berhasil menotok titik kedua, pemuda itu langsung mengincar titik ketiga namun jenderal Huo Long yang merasakan bahaya mulai menjaga jarak.
Wu Yi Feng harus cepat menyelesaikannya karena jika lepas semenit maka cahaya di dua titik tersebut akan meredup dan jurusnya akan gagal.
"Ternyata memang tidak ada cara lain.." Wu Yi Feng tersenyum getir, ia sudah mencoba berpikir ribuan cara namun tak mendapatkan celah, sedangkan waktu terus berjalan.
Pemuda tersebut melesat, jenderal Huo Long sudah bersiap dengan seluruh tenaganya. Wu Yi Feng mendekat dan terus mendekat hingga tinju dengan kekuatan penuh tersebut menghantam telak dada dan area perutnya, seketika hancurlah tulang dan semua organ dalam Wu Yi Feng, tapi sesaat sebelum tubuhnya terdorong kebelakang pemuda tersebut berhasil mendaratkan jarinya ke titik terakhir.
Leher (Jin)
"Bergetarlah... Teknik Naga, Dewa Petir..."
JELEGAAAAARRRRRR...
Seketika sebuah petir yang sangat besar menghantam tubuh jenderal Huo Long dan menghancurkan seluruh organ serta tubuhnya melalui lubang atau celah yang dibuat oleh Wu Yi Feng.
Tubuh lelaki paruh baya tersebut tumbang, begitu juga dengan Wu Yi Feng. Pemuda tersebut tersungkur ke tanah yang dingin, tanpa napas yang berhembus dari hidung dan mulutnya.
***
Minal aidzin wal faidzin...
Hai, selamat merayakan hari raya Idul Fitri ya bagi kalian semua. Maaf author terpaksa mengucapkan terlebih dahulu karena ini adalah update terakhir sebelum hari raya.
**Author akan mulai update lagi setelah hari raya, jadi sekali lagi Mohon maaf lahir bathin.
🙏🙏🙏**