The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Enggan Kembali



Di suatu hari, Wu Yi Feng terlihat sedang berendam di telaga keabadian bersama dengan Tao Tie si binatang suci setengah babi dan setengah gurita. Keduanya nampak melepas lelah karena beberapa hari terakhir dijejali oleh latihan ekstrim yang sudah dirancang oleh Miya sang istri.


"Tao Tie, terima kasih karena sudah menjadi partner latihanku selama beberapa hari terakhir." Ucap Wu Yi Feng.


"Sudahlah, sudah tugasku membantumu. Bukankah kau adalah suami dari Putri Miya." Timpal Tao Tie.


"Kalau boleh tahu sudah berapa lama dirimu mengikuti Miya??"


"Hehehe, aku dan keenam binatang suci lainnya sudah mengikuti Putri Miya sejak beliau masih kecil."


"Sejak Miya kecil?? Jadi berapa usia Miya saat ini??"


"Kenapa kau bertanya padaku?? Seharusnya kau tanyakan langsung ke Putri Miya."


"Kau tahu aku tidak berani.." Bisik Wu Yi Feng sambil menoleh kanan kiri, takut jika istrinya mendengar.


"Hahahahaha... Putri Miya menjadi penguasa ketika beliau masih sangat muda, Putri Miya adalah salah satu pemudi jenius dimasanya. Usianya sekitar 24 tahun ketika bangsa peri kegelapan menyegel tubuhnya dan membuangnya ke dimensi ini."


"Kenapa mereka hanya menyegel tubuh Miya? Maksudku kenapa mereka tidak membunuhnya ketika ada kesempatan?" Selidik Wu Yi Feng yang penasaran dengan masa lalu istrinya.


"Itu... Itu.." Tao Tie seakan memberikan kode kepada Wu Yi Feng, hanya saja Wu Yi Feng tidak paham akan arti kode dari Tao Tie."


"Kenapa tidak bertanya langsung ke orangnya..??" Miya berkata dengan sedikit lantang, membuat Wu Yi Feng sampai hampir melompat saking terkejutnya.


Wu Yi Feng bahkan tidak merasakan gerakan apapun, sungguh teknik tingkat tinggi yang hanya dikuasai oleh Miya.


"Istriku, apakah kau sudah selesai bermeditasi??" Ucap Wu Yi Feng sambil melayang dan mendekati Miya.


"Ikuti aku.." Miya bergerak menjauh dengan kecepatan tinggi, Wu Yi Feng yang tak mau kehilangan jejak segera melesat cepat dan mengikuti Miya dari belakang.


Rupanya Miya membawa Wu Yi Feng ke sebuah bukit dimana disana sudah tersedia hidangan yang terlihat cukup lezat, satu yang menarik perhatian adalah bukit itu rupanya dikelilingi oleh lima binatang suci milik Miya.


"Sayang, apakah aku melewatkan sesuatu??" Tanya Wu Yi Feng yang merasa heran karena tidak biasanya istrinya memasak makanan lezat layaknya hari ini.


"Sejak kamu jadi suamiku, aku belum pernah memasak untukmu, jadi hari ini aku sengaja berbohong dengan alasan bermeditasi, padahal sebenarnya sedari pagi aku habiskan waktu untuk memasak." Jawab Miya.


"Benarkah??" Wu Yi Feng mendekati istrinya lalu memberikan kecupan sayang di keningnya, setelah itu keduanya duduk dan mulai mencicipi hidangan yang tersedia sedangkan kelima binatang suci mulai melayang pergi meninggalkan kedua tuannya.


Di sela - sela acara makan mereka, Miya menceritakan semua tentang masa lalunya. Wu Yi Feng hanya bisa mendengar dengan seksama karena cerita ini berlatar belakang hampir seribu tahun yang lalu.


Setelah merumuskan dengan bantuan Miya tentunya, Wu Yi Feng mulai berlatih. Elemen api yang pada kitab phoenix nirwana begitu dominan kini telah ia kombinasikan dengan beberapa elemen lain, misalnya petir angin dan air.


Pun juga sebaliknya dengan jurus raja naga yang menitik beratkan penggunaan Qi dalam jumlah banyak, Wu Yi Feng mulai memadu padankan teknik didalamnya dengan teknik phoenix supaya lebih sedikit mengkonsumsi Qi.


Dengan latihan yang keras, Wu Yi Feng akhirnya berhasil menyempurnakan jurus pedang empat musim miliknya, sedangkan untuk peleburan ulang teknik naga dan phoenix saat ini masih separuh jalan.


Tak terasa dua tahun pun berlalu, kemampuan Wu Yi Feng saat ini telah sampai di tahapan ranah pendekar bumi tingkat puncak. Kemampuan pengendalian Qi nya sudah tingkat tinggi, bahkan Seni Phoenix juga sudah hampir sempurna ia kuasai, sementara itu kemampuan Miya juga sudah kembali sekitar 30%.


"Suamiku, dengan kemampuanmu saat ini harusnya kamu sudah bisa untuk naik ke tingkatan selanjutnya.." Ucap Miya setelah mereka melakukan hubungan suami istri.


"Aku tidak ingin terburu - buru, lagipula entah mengapa saat ini aku sudah tidak ada keinginan untuk keluar dari tempat ini.." Jawab Wu Yi Feng sambil membelai lembut rambut istrinya.


"Apakah kamu ingin selamanya disini??"


"Jika itu berarti bersama denganmu, maka tidak masalah."


Miya menatap wajah suaminya dengan tajam, lalu ia mulai berkata, "Suamiku, apakah kamu tidak ingin membawaku pergi ke makam kedua orang tuamu?? Lalu apakah kamu juga tidak mau mengenalkanku kepada penolongmu paman Xi??"


Ucapan istrinya membuat ingatannya kembali ke masa lalu, masa - masa dimana dirinya ada dibawah dan direndahkan, masa dimana tidak ada satu orang pun yang sudi bahkan untuk sekedar menatapnya. Lalu kemudian datanglah paman Xi, sosok yang mau menerimanya dan memberikannya kasih sayang yang tulus.


Tanpa sadar air mata mulai membasahi pipi Wu Yi Feng, kesibukannya seakan melupakan sosok laki - laki yang sangat ia sayangi. Wu Yi Feng sekali lagi mengecup kening istrinya lalu berkata, "Maafkan aku, aku berjanji akan membawamu pergi dari tempat ini.."


Miya tersenyum sambil mempererat pelukannya, mereka berdua saling pandang dan sama - sama tersenyum sebelum akhirnya diakhiri dengan kecupan mesra dan tentu saja ronde kedua.


DUAAAARRRRRRRR...


Wu Yi Feng terdorong sedikit kebelakang setelah beradu jurus dengan istrinya, seolah tak mau kalah pemuda itu melesat maju dan mempersiapkan serangan selanjutnya, sedangkan disisi lain Miya juga bersiap menyongsong kehadiran Wu Yi Feng.


"Cukup...!!!" Miya menghentikan sesi latih tanding mereka, meskipun kemampuan Miya baru kembali sekitar seperempatnya, namun sudah bisa mengimbangi Wu Yi Feng.


"Persiapkan dirimu, lusa kita akan mulai mencoba untuk menerobos tingkatan pendekar langit..!!!" Seru Miya, yang mendapat anggukan tanda setuju dari Wu Yi Feng.


"Kau pasti sudah tahu kan cara untuk menerobos ke tingkatan pendekar langit??"


"Tentu, selain Qi dalam jumlah besar aku juga membutuhkan lima binatang suci yang akan tersegel di tubuhku.."


"Bagus, ambillah lima binatang suci milikku dan segel mereka..!!" Pungkas Miya sambil menyerahkan sebutir kacang ajaib untuk mengembalikan stamina yang terkuras.