
Di Sebuah Kamar, tepatnya di kota Gang Men..
Huang Litao benar - benar sedang dilanda kegalauan berat karena dirinya merasa bahwa seluruh keluarga besarnya sedang diincar oleh seseorang atau sekelompok misterius.
Setelah saudara jauhnya Huang Fei dibantai orang tak dikenal sekitar tiga tahun yang lalu, baru - baru ini kakak serta dua adik sepupunya juga mengalami hal yang sama. Saat ini selain keluarga utama yang berada di ibukota kekaisaran Han, hanya tersisa dua keluarga cabang yang tersebar di kekaisaran Han dan Song.
Karena tidak ingin mereka menemui nasib yang sama, maka Huang Litao yang saat ini menjabat sebagai kepala utama dari klan atau keluarga besar Huang, memutuskan untuk menarik seluruh keluarga besar dan mengumpulkan mereka semuanya di kompleks perumahan yang berada di ibukota kekaisaran Han.
"Ayah, turnamen naga muda akan segera dimulai..Rong'er pamit untuk berangkat ke ibukota kekaisaran Song.." Ucap Huang Rong.
"Jangan terburu - buru, tunggu satu atau dua hari lagi.. Lalu kita akan berangkat bersama - sama.." Jawab Huang Litao.
"Tapi ayah??"
"Tidak ada tapi..!!! Sekarang beristirahatlah.." Huang Litao memberikan gestur melambaikan tangan sebagai isyarat menyuruh Huang Rong untuk keluar dari kamar.
"Bersabarlah nona, semua ini demi keselamatan nona sendiri.." Seru Wan Ming yang ternyata menunggu Huang Rong sambil bersandar di dinding.
"Asal kau tahu, aku bukanlah gadis lemah...!!!! Aku ini adalah salah satu perwakilan dari sekte tombak ganda sekaligus murid dari pilar air..!!!" Teriak Huang Rong yang merasa kecewa karena tidak ada satupun yang membelanya.
"Aku sama sekali tidak berpikir jika nona itu gadis yang lemah, hanya saja situasinya saat ini benar - benar sedang tidak aman.." Wan Ming mencoba untuk menenangkan Huang Rong.
"Bagaimana jika aku mengajak nona jalan - jalan berkeliling kota??" Bujuk Wan Ming.
"Berkeliling kota?? Hmm... Ok ayo.. Tapi aku tidak mau dikawal.. Cukup kau saja yang menemaniku..!!"
"Siap laksanakan nona.."
"Dan satu lagi, jangan panggil aku nona.."
"Lalu aku harus memanggilmu apa?"
"Panggil saja aku Rong'er karena aku yakin usiamu pasti lebih tua dariku.."
"Baiklah nona, maksudku Rong'er mari kita menikmati keindahan kota Gang Men."
****
Kembali ke aula pedang raja,
Para guru dibantu ketua sekte memperkuat array pelindung di sekitar arena sebagai antisipasi pertarungan antara Wu Yi Feng dan Shen Liang yang akan segera dilangsungkan.
Setelah pembuatan array pelindung selesai dilakukan, keduanya berjalan beriringan menuju ke atas arena. "Tolong jangan menahan kemampuanmu saudara Feng.." Pinta Shen Liang.
"Jika aku tidak menahan kekuatanku, aku takut aula ini akan roboh.." Jawab Wu Yi Feng sambil tersenyum tipis.
Shen Liang dan Wu Yi Feng berhadap hadapan di arena pertandingan, tanpa membuang waktu keduanya segera mengambil pusaka masing - masing. Shen Liang dengan pedang giok biru, sedangkan Wu Yi Feng menggunakan pedang aurora.
Energi yang dipancarkan dari kedua pusaka langit tingkat tinggi itu saja sudah membuat sebagian penonton menahan napas karena kuatnya tekanan yang mereka rasakan.
Begitu panitia memulai pertandingan, dengan sangat cepat keduanya menarik pedang dari sarungnya.
TRAAAANNNGGGG...
TRAANNNGGGGGG...
Baik Wu Yi Feng maupun Shen Liang bergerak dengan kecepatan tinggi hingga bagi sebagian besar murid, sulit untuk mengikuti gerakan mereka. Benturan antara dua pusaka langit membuat gelombang angin yang cukup kencang di sekitar arena dan membuat array pelindung bergetar hebat.
Setelah saling bertukar serangan selama beberapa menit, keduanya melompat mundur. Tidak ada tanda - tanda jika mereka baru saja melakukan sebuah reli panjang. Napas keduanya masih teratur, bahkan keringat juga tidak ada yang keluar dari tubuh mereka.
"Sudah cukup pemanasannya, sekarang mari kita mulai serius.." Seru Shen Liang sambil melakukan kuda - kuda dari teknik naga.
WHUUUSSSSSS...
Wu Yi Feng menghindar tepat ketika serangan Shen Liang hendak mengenainya, kemudian dengan cepat ia menyerang balik menggunakan teknik pedang empat musim.
"Teknik Pedang Empat Musim, Tarian Angsa di Musim Dingin.."
Seolah tak mau kalah, Shen Liang mencabut pedang kembarnya lalu melakukan tarian pedang yang hampir sama.
TRAAAANNNNGGGGG..
TRAAAANNNGGGGG...
Bunga api bermunculan akibat dari benturan kedua pusaka, Shen Liang dan Wu Yi Feng saling beradu jurus dengan kecepatan yang diluar nalar.
Wu Yi Feng melompat mundur lalu bersiap mengeluarkan jurus kedua dari seni pedang nirwana, sedangkan Shen Liang juga tidak mau kalah dan bersiap siap mengeluarkan jurus pedang camar miliknya.
"Seni Pedang Nirwana, Membelah Bulan..."
"Teknik Pedang Camar, Burung Kembar Mengejar Mangsa.."
Getaran yang dihasilkan oleh besarnya gelombang energi keduanya bahkan sampai membuat aula pedang raja bergoncang dan array pelindung yang dipasang di sekeliling arena nampak tidak kuat lagi menahannya.
BLAAAAMMMMMM...
BLAAAAAMMMMMMM..
Keduanya saling bertukar jurus hingga pada suatu titik Wu Yi Feng melihat sebuah celah, dengan cepat pemuda itu melompat dan mengeluarkan jurus ketiga dari seni pedang nirwana untuk mengakhiri pertarungan yang sangat seru ini.
"Seni Pedang Nirwana, Pedang Petir Ungu.."
Pedang aurora tiba - tiba saja mengeluarkan cahaya biru keunguan, lalu secara cepat Wu Yi Feng menebas kearah Shen Liang yang saat ini berada di tengah - tengah arena.
Sebuah energi cahaya biru keunguan berbentuk seperti bulan sabit menghujam tubuh Shen Liang dan juga arena pertandingan.
BOOOMMMMMM...
BLAAAAAARRRRRRR...
Seketika arena pertandingan hancur memjadi serpihan debu kecil, kuatnya gelombang dari serangan tersebut juga menghancurkan array pelindung. Akibatnya seluruh penonton kini merasakan dahsyatnya dampak dari pertarungan tersebut.
WHHHUUUUUUSSSSSSS...
Gelombang angin kencang menerpa lautan penonton, ditempat yang tadinya berdiri arena pertandingan, kini terdapat bekas lubang dalam yang dihasilkan dari jurus milik Wu Yi Feng.
"Cukupp.. Hohoho.. Jika diteruskan, aku khawatir bukan hanya aula ini yang akan hancur, melainkan sekte pedang langit secara keseluruhan.." Seru Lin Zhung sang ketua sekte.
"Benar ketua, lagipula arena sudah hancur, diteruskan juga tidak akan ada gunanya.." Timpal salah satu guru senior yang bernama Ling Han.
"Aku setuju denganmu Ling'er.. Pertandingan keduanya aku nyatakan seri..!!!" Keputusan ketua sekte mengakhiri aksi dramatis hari itu, para penonton yang sebagian besar merupakan murid - murid sekte pedang langit merasa bersyukur karena pertarungan mengerikan tersebut telah berakhir, kebanyakan dari mereka merasa trauma dan takut melihat kehebatan yang ditempilkan kedua pemuda tersebut.
Wu Yi Feng dan juga Shen Liang memberikan hormat kepada ketua sekte dan para guru, mereka juga meminta maaf karena telah menyebabkan kegaduhan akibat lepas kendali.
"Sudahlah, ini bukan salah kalian berdua.. Menikmati pertarungan adalah salah satu ciri khas seorang pendekar, tidak usah merasa bersalah akan hal itu." Ucap Ketua sekte yang mencoba menghibur keduanya.
******
Maaf jika dua hari ini absen UPdate.. Sekujur tubuh sedang tidak bisa diajak untuk menulis sebuah cerita..🙏🙏