The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Pintu Langit



Pintu Langit, sebuah dunia yang memiliki ruang dan waktunya sendiri. Sebuah dimensi yang terpisah dari dimensi dataran bumi tengah.


Pintu langit adalah tempat tinggal yang diwariskan dari generasi ke generasi, dunia ini dulunya dibuat oleh pendekar matahari untuk mengurung para raja dan ratu siluman. Pintu langit kemudian diwariskan kepada murid semata wayang dari pendekar matahari, yaitu Master Fei Hung yang sekaligus menjadi guru dari Xun JeHa sang pendekar elang emas.


Semenjak selesainya perang besar, Xun JeHa bersama kelima istrinya memutuskan untuk tinggal dan menetap di pintu langit. Dengan kemampuannya yang hebat Xun JeHa merombak pintu langit dengan memperkuat kunci dimensi serta membangun rumah yang cukup besar untuknya beserta kelima istri - istrinya.


Pintu langit juga menjadi semacam kawah "Candradimuka" atau tempat penggemblengan bagi kelima pilar kecil, hingga mereka menjadi pendekar hebat dan menjadi perwakilan dirinya untuk menjaga kedamaian di dataran bumi tengah.


Rumah di pintu langit dikelilingi oleh benteng batu berwarna merah, batu penyusun benteng itu bukanlah batuan biasa, melainkan batu dewa yang mempunyai kemampuan menyerap dan mengubah energi alam murni menjadi energi dewa.


Di gerbang masuk menuju rumah Xun JeHa, ada dua patung pasukan langit, yang konon ketika terjadi keadaan bahaya maka akan hidup, bergerak dan menyelamatkan keluarga Xun JeHa.


Di dalam kompleks rumah Xun JeHa juga terdapat sebuah danau kecil dan beberapa batang pohon kacang ajaib, bukan kacang ajaib biasa melainkan kacang ajaib yang telah diolah sedemikian rupa hingga memakannya bukan hanya menyembuhkan berbagai luka tapi juga bisa meningkatkan kemampuan tulang dan membentuk 2 hingga 5 lingkaran tenaga dalam.


"Pagi Jin Shi.." Sapa Luo Yun Xi sambil tersenyum kepada seekor kucing berbulu kuning yang sedang bergelung manja di dekat gapura atau gerbang masuk.


Kucing kecil yang awalnya hanya membuka satu matanya itu tiba - tiba saja berdiri begitu melihat sosok yang datang bersama dengan Luo Yun Xi.


"Feng'er.. Kenapa kau diam saja?? Beri salam kepada Jin Shi.." Seru Luo Yun Xi.


"Jin.. Jin Shi?? Oh maaf, selamat pagi Jin Shi.."


"Bocah apa kau sudah lupa kepadaku??" Jin Shi merubah wujudnya menjadi sosok singa putih dewasa dengan kristal hijau yang tertanam di keningnya.



"Tentu saja hamba tidak akan pernah melupakan sahabat dari Master Xun.." Jawab Wu Yi Feng.


"Hmm.. Waktu benar - benar cepat berlalu, terakhir kali aku menemuimu.. Kau bahkan belum bisa membela dirimu sendiri, sedangkan saat ini kau telah tumbuh menjadi pemuda yang memiliki kemampuan tinggi."


"Terima kasih atas pujiannya, namun kemampuanku belumlah setinggi itu.."


"Singa tua, sampai kapan kau akan menghalangi jalan mereka berdua.." Seru seekor rubah berekor sembilan yang berjalan mendekat.


"Cihh.. Rubah betina cerewet.." Jin Shi merubah tubuhnya kembali menjadi kucing kecil lalu bergelung manja di pojok.


"Tuan pilar, Tuan muda Feng selamat datang.. Maaf jika ada sedikit gangguan.." Ucap rubah berekor sembilan sambil melirik kearah Jin Shi yang telah tertidur.


"Sudahlah Kitsuna.. Kami tidak merasa terganggu kok.. Tolong temani kami ke tempat Master Xun." Luo Yun Xi membelai bulu lembut kitsuna sebelum kemudian berjalan beriringan.


"Saat ini Master Xun sedang bersama dengan salah satu istrinya, Nyonya Yuan.. Kalian berdua bisa menunggu di ruang tamu. Disana sudah ada para pilar lainnya beserta para murid mereka."


"Benarkah?? Apakah aku yang datang paling akhir??"


"Sejujurnya iya Tuan Xi.." Kitsuna membawa mereka ke sebuah gazebo yang ada di tepi danau.


Ketika sudah mendekati gazebo, Wu Yi Feng bisa melihat banyak orang sedang berbincang bincang disana. Mereka nampak begitu senang dan bahagia.


Diantara orang - orang tersebut, Wu Yi Feng bisa melihat ada dua wanita yang memiliki kecantikan setingkat dewi. Dengan tubuh tinggi langsing dan kulit putih mulus serta wajah yang cantik berseri memancarkan keindahan yang sangat berbeda dari kebanyakan wanita yang selama ini ditemui oleh Wu Yi Feng.


"Mereka berdua adalah Nyonya Ayako dan juga Nyonya Oey Yong, keduanya merupakan istri dari Master Xun." Ucap Luo Yun Xi begitu menyadari jika muridnya terpanah akan kecantikan kedua wanita tersebut.


"Master Xun begitu pandai memilih istri.." Jawab Wu Yi Feng tanpa sadar.


"Hahahahaha.." Ingat, kau juga sudah memiliki seorang istri.


"Guru, apakah Master Xun melarang para pilar untuk memiliki pasangan dan menikah??"


"Menikah?? Sama sekali tidak ada larangan untuk itu Feng'er. Master Xun membebaskan kami untuk menentukan jalan hidup kami, termasuk menikah ataupun memiliki sebuah keluarga, hanya saja kami berlima merasa bahwa kami belum membalas budi baik Master, sehingga kami sama sekali tidak pernah berpikir untuk menikah atau pun yang lainnya."


Wu Yi Feng mengangguk angguk, ia sadar kenapa gurunya berkata seperti itu. Berbeda dengan cerita - cerita yang selama ini beredar yang mengatakan bahwa kelima pilar adaalah bibit - bibit pilihan yang disaring dari ribuan bibit pendekar.


Kenyataannya adalah, para pilar adalah anak korban perang, mereka semua ditolong dan diangkat derajatnya oleh Xun JeHa ketika mereka berada di ambang kematian.


Bukan hanya diselamatkan, namun mereka juga diajari seni beladiri dan ilmu - ilmu lainnya. Menurut Luo Yun Xi, Master Xun dan kelima istrinya begitu baik kepada para pilar. Mereka memperlakukan para pilar bak anak mereka sendiri.


Masih menurut cerita Luo Yun Xi, kelima pilar menghabiskan masa kecil dan remaja mereka di pintu langit dengan berlatih keras dengan bimbingan langsung dari Master Xun.


"Dengan ini, lengkap sudah kelima pilar.." Seru Kitsuna.


Wu Yi Feng terperangah karena saat ini dihadapannya telah terkumpul kelima pilar yang melegenda, mereka tidak sendiri karena disana juga ada murid dari keempat pilar yang lainnya.


Huo Xian sang pilar api datang beserta muridnya Zhao Tian, seorang pemuda berusia 25 tahun yang mempunyai gelar Api biru dari barat.


Zhao Tian saat ini berada di ranah pendekar suci puncak dan telah berhasil membuka delapan gerbangnya, dijuluki sebagai jenius dari ujung barat. Zhao Tian adalah keturunan terakhir dari keluarga besar Zhao, yang karena suatu peristiwa maka terhapus dari sejarah dunia.


Zhao Tian sendiri bersenjatakan pusaka tongkat, yang bernama Tongkat Elang Perak.


Shui Haizi sang pilar air datang bersama muridnya Huang Rong, seorang gadis cantik berusia 17 tahun, terlahir sebagai pewaris tunggal dari keluarga inti Huang membuat gadis cantik ini begitu manja. Karena setiap saat selalu di lindungi oleh pengawal dengan kekuatan yang mumpuni, membuat kemampuan Huang Rong jarang ter-asah pada pertarungan yang sesungguhnya hingga diantara para murid pilar, kemampuannya lah yang paling rendah dengan berada di ranah pendekar suci yang baru membuka dua gerbang suci.


Huang Rong mempunyai sebuah pusaka pedang yang bernama Pedang Awan Biru.


Long Diqiu sang pilar bumi, pilar dengan kekuatan serta daya tahan fisik terkuat juga datang bersama muridnya. Seorang pemuda buta berusia 21 tahun bernama Shen Liang, dengan pencapaian pendekar bumi yang berhasil membuka ketujuh gerbang sucinya Shen Liang bergelar Pengelana Dari Timur.


Dan yang terakhir adalah Feng Shizi sang pilar angin yang datang ke pintu langit mengajak serta muridnya Yue Lian, seperti mewarisi sifat gurunya, gadis cantik berusia 20 tahunan itu juga begitu dingin. Bahkan tatapannya sangat menakutkan. Gadis yang telah mencapai ranah pendekar bumi tingkat menengah itu menyimpan begitu banyak misteri.


Yue Lian adalah salah satu murid paling menonjol di sekte tempatnya bernanung, sama seperti Wu Yi Feng, gadis itu juga menahan kemampuannya. Lahir dan besar di pulau bunga persik membuatnya begitu mengagumi Master Xun jauh diatas siapapun. Yue Lian bersenjatakan sebuah pusaka Seruling Giok Biru dan bergelar Dewi Bunga Persik. ( Bukan Penyanyi Lho ya...)