
Belum sempat mereka terkejut saat tiba - tiba saja tubuh mereka semua menjadi begitu berat untuk digerakkan, bukan itu saja bahkan untuk bernapas pun mereka seakan susah, oksigen seperti dihisap dari tempat mereka berdiri.
"Si... Sihir apa yang kau pakai..??? Ucap salah satu dari gerombolan penagih hutang dengan terbata bata.
"Sihir kematian..!!" Jawab Wu Yi Feng sambil menunjukkan seringai yang menakutkan.
"TIDAAAKKKKKKK...."
SLAAAASSSSSHHHHH...
BRUAAAAKKKKK....
Wu Yi Feng mendorong satu satunya yang tersisa dari gerombolan penagih hutang ke dinding, dengan pedang yang siap memotong leher Wu Yi Feng bertanya, "Katakan siapa yang mempekerjakan sampah - sampah seperti kalian??"
"It.. Itu.. Keluarga bangsawan Huang.."
"Lebih baik kau tidak ca.. Cari masalah dengan mereka, ka.. Karena mereka adalah salah satu dari keluarga bangsawan penyokong kekaisaran Han.." Jelas laki - laki tersebut dengan badan gemetaran.
SLEEEEEBBBBBB...
"Argggghhhhh..."
"Apa kau pikir aku peduli?? Meskipun mereka adalah keluarga penyokong para dewa, mereka akan aku binasakan.." Wu Yi Feng menusuk laki - laki tersebut tepat di jantungnya hingga menembus sampai ke tembok, lalu ia berbisik di telinga laki - laki yang sudah sekarat tersebut.
Wu Yi Feng menarik pedangnya dan membersihkan darah yang menempel dengan baju korban sebelum memasukkannya kembali ke dalam cincin ruang.
Ketika Wu Yi Feng hendak pergi ia melirik ke sudut ruangan, dimana disana ada sepasang suami istri yang nampak begitu ketakutan, "Ambillah.. Aku rasa koin emas yang ada di dalamnya cukup untuk membenahi kedai kalian.. Dan maaf jika aku membuat keributan malam ini.." Wu Yi Feng melemparkan kantung berisi puluhan koin emas lalu sebelum pergi pemuda itu membungkuk meminta maaf kepada pasangan suami istri pemilik kedai.
Namu. ketika ia sudah berjalan beberapa langkah, ia jadi ingat bahwa dirinya tidak tahu dimana rumah keluarga Huang, jadi ia memutuskan kembali dan bertanya kepada pasangan suami istri tersebut.
"Maaf, apakah kalian tahu dimana rumah keluarga Huang??"
"Ta.. Tahu Tuan.. Anda lurus saja lalu ketika ada pertigaan anda belok ke kiri sekitar 100 meter, disana anda akan menemukan suatu kompleks perumahan yang cukup luas, disanalah rumah keluarga Huang.." Balas pemilik kedai.
"Terima kasih.." Wu Yi Feng melayang lalu terbang meninggalkan sepasang suami istri yang kini melongo seakan tidak percaya ada orang yang bisa terbang.
Tidak butuh waktu lama bagi Wu Yi Feng untuk menemukan kompleks perumahan keluarga Huang, dan seperti yang sudah dikatakan oleh laki - laki pemilik kedai bahwa kompleks perumahan keluarga Huang memang sangat luas, bahkan luasnya bisa jadi lebih dari lias kota ini sendiri.
Wu Yi Feng mendarat tidak jauh dari gerbang penjaga dimana disana ada beberapa orang prajurit dengan pakaian tempur lengkap. Dari pakaian yang dipakai oleh para prajurit, bisa dipastikan mereka adalah prajurit kekaisaran Han. Hal tersebut makin membuat Wu Yi Feng geram.
"Kekaisaran yang melindungi para penjahat seperti keluarga ini, tidak pantas untuk diikuti..!!!" Wu Yi Feng mengeluarkan dua pedang yang memiliki fisik sama persis atau sering di sebut pedang ganda.
"Hei siapa kau?? Berhenti disana atau.."
SLAAAAASSSSSHHHHH..
Penjaga itu tidak sempat menyelesaikan kata - katanya karena Wu Yi Feng terlebih dahulu memenggal kepalanya. Kejadian itu begitu cepat hingga beberapa prajurit yang tersisa tidak sempat berbuat sesuatu.
"Seni Pedang Nirwana, Tarian Naga Kembar.."
"Arrrggghhhh.."
"Arggghhhhhh..."
Para penjaga gerbang yang tersisa satu persatu kehilangan nyawa oleh sebuah gerakan yang begitu efektif hingga hampir tidak ada gerakan yang tidak perlu.
Seni pedang nirwana merupakan sebuah seni berpedang milik sang istri, yang telah diadaptasi dan disesuaikan oleh Wu Yi Feng.
"Berhentiii...Letakkan senjatamu..!!!" Teriak puluhan prajurit dari arah depan dan belakang, mereka mulai mengepung dan mengacungkan tombak serta tameng mereka kearah Wu Yi Feng.
JLEEEEEEBBBB...
JLEEEEEBBBBB...
Wu Yi Feng menancapkan pedang kembarnya ke tanah lalu mengangkat kedua tangannya, tak berselang lama awan mulai berkumpul dan bergemuruh.
"Seni Phoenix, Tombak Dewa Guntur..!!!"
JELEGAAAAARRRRRRR...
Petir yang sangat kuat menghantam puluhan prajurit yang berada di sekitar Wu Yi Feng dan membunuh mereka semua dalam sekejap. Wu Yi Feng menarik kembali kedua pedangnya sebelum meneruskan langkahnya menuju ke pusat kompleks perumahan keluarga Huang.
"Anak muda, urusan apa kau kesini.." Sosok biksu muncul dari balik dinding, dengan tasbih ditangan, biksu tersebut menghadang jalan Wu Yi Feng.
"Menyingkirlah dari jalanku.." Jawab Wu Yi Feng tegas.
"Maaf tapi aku tidak bisa membiarkanmu membunuh orang lagi.." Biksu tersebut mulai mengumpulkan tenaga dalamnya hingga terbentuk sebuah pusaran angin yang cukup besar disekitarnya.
WHUUUUSSSSSSS....
Wu Yi Feng hanya tersenyum, pemuda itu sebenarnya tidak ingin melawan sang biksu, tapi karena beliau tidak mau menyingkir maka mau tidak mau dirinya harus bertindak.
"Seni Phoenix, Dinding Pelindung Bumi.."
BLLLAAARRRRRRR...
Sebuah serangan dilancarkan oleh biksu, hanya saja Wu Yi Feng jauh lebih cepat dengan membuat sebuah dinding pelindung. "Biksu, ini kesempatan terakhirmu.. Menyingkirlah dan aku akan mengampuni nyawamu.." Seru Wu Yi Feng.
"Mana mungkin aku menyingkir ketika kejahatan ada di hadapanku..!!!"
"Baiklah jika itu pilihanmu.."
"Seni Phoenix, Tapak Phoenix Penghancur Karang..."
Wu Yi Feng menghilang lalu muncul tepat di hadapan sang biksu, dengan perlahan ia letakkan telapak tangannya di dada biksu tersebut, sedetik kemudian tekanan Qi dahsyat mendorong tubuh biksu tersebut hingga jauh kebelakang.
BLAAAAAMMMMMMM...
"Arrrrrggggggghhhhhhhh..."
Efek yang sangat mengerikan terjadi, biksu tersebut terpental hingga puluhan meter jauhnya dan baju di sekitar dada hingga perut terkoyak. Meskipun tidak terlihat luka di tubuh bagian luar, tapi bisa dipastikan organ dalam biksu tersebut hancur.
Wu Yi Feng melangkah pergi meninggalkan sang biksu yang terkapar di lantai, pemuda itu memasuki halaman utama keluarga Huang dengan tenang.
Ratusan prajurit dan juga puluhan pendekar sewaan terlihat berbaris rapi dan berjejer di halaman utama, wajah - wajah bengis menatap Wu Yi Feng dengan ekspresi marah.
Wu Yi Feng bisa melihat jika di belakang mereka ada tiga orang anggota keluarga Huang, dan meskipun mereka bukanlah anggota inti, setidaknya kematian mereka bisa menjadi uang muka pembalasan dendam Wu Yi Feng terhadap salah seorang pembantai keluarganya, yaitu Huang Litao..!!!
****
Hallo, sudah 2 minggu ini tiap hari alhamdullilah bisa up teratur tiap hari.. Meskipun hanya 1 chapter/hari hehehe.. Semua itu karena dua minggu ini author libur bekerja.. Dan besok senin sudah harus mulai bekerja kembali. Jadi jika Up nya mulai tidak teratur lagi, mohon dimaklumi ya.. Hehehe..