
Kura - Kura Zamrud bumi, sepasang rubah api dan es, Naga angin selatan, dan Landak guntur adalah lima binatang suci yang akan menyatu dan memberikan segel lima unsur atau elemen kepada Wu Yi Feng.
Namun ketika semua persiapan selesai, di detik akhir Wu Yi Feng menunda niatannya. Tidak ada yang tahu apa sebenarnya yang dipikirkan oleh pemuda tersebut, hanya saja ia lebih memilih untuk pergi dari tempat tersebut terlebih dahulu.
"Istriku sekarang coba beritahu bagaimana cara untuk keluar dari tempat ini.."
"Seperti yang kamu tahu, dunia ini terhubung oleh sebuah garis dengan apa yang mereka namakan Neraka, dengan kemampuanku sekarang aku hanya bisa membuka jalur tersebut satu kali, kau harus menemukan sendiri arahnya dan keluar dari tempat tersebut." Jelas Miya kepada Wu Yi Feng.
"Lalu bagaimana denganmu?"
"Aku akan tetap disini, setelah kau berhasil pergi, jika perhitunganku tidak salah maka satu simpul yang mengikat dimensi ini pun juga akan terlepas."
"Itu artinya kita akan bisa mengakses dimensi ini dari manapun hanya dengan menggunakan perpindahan instan??"
"Benar suamiku, namun sekali lagi ini hanya asumsiku saja.."
Timbul sedikit keraguan di hati Wu Yi Feng, perempuan dihadapannya saat ini adalah satu - satunya wanita yang ingin ia lindungi dan kasihi, tentu saja dirinya tidak akan sanggup jika harus berpisah. Tapi tidak berani mencoba juga adalah sebuah kebodohan. Wu Yi Feng berjalan gontai keluar dari pondok dan duduk termenung di bawah guyuran air terjun.
Miya sengaja membiarkan suaminya merenung, karena bagaimanapun dia adalah seseorang yang harus memutuskan. Miya masuk kembali dan memberikan waktu kepada Wu Yi Feng untuk berpikir sedangkan ia mempersiapkan segala sesuatunya.
Miya memasukkan beberapa botol air dari telaga keabadian karena khasiat dari air tersebut tentu cukup berguna kelak di kemudian hari, dia juga memetik kacang ajaib dalam jumlah cukup banyak dari satu - satunya pohon yang berada di sebelah pondok ( Pohon kacang ajaib hanya dimiliki oleh bangsa Elf, baca kembali kisah pendekar elang emas.)
Miya juga mengekstrak kekuatan dari kelima binatang suci miliknya dan memasukkan masing masing kemampuan para binatang suci tersebut kedalam sebuah kristal kecil dimana kristal - ktistal tersebut akan ditanamkan ke punggung Wu Yi Feng, tepatnya ke jalur tulang belakang hingga ke tengkuknya.
Dan setelah persiapan semua selesai, sebelum Miya membuka portal, dirinya menarik sedikit serpihan jiwa miliknya dan juga serpihan jiwa milik Wu Yi Feng lalu menaruh kedua serpihan jiwa tersebut kedalam sebuah kristal berwarna hijau zamrud terang, dimana kristal tersebut ada sepasang dan mereka menggunakannya sebagai bandul kalung.
"Serpihan jiwa ini akan selalu mengikat kita suamiku.." Jelas Miya sambil memegang kristal miliknya yang berisi serpihan jiwa sang suami.
"Perkataanmu seolah kita tidak berjumpa lagi.." Balas Wu Yi Feng yang kini menatap wajah istrinya dengan tajam.
"Bersiaplah.." Miya tidak menjawab dan lebih memilih langsung membuka portal.
"Portal ini tidak akan berlangsung lama, segeralah masuk.." Miya mengerahkan Qi miliknya dan dalam sekejap sebuah lubang terbentuk di udara kosong.
Wu Yi Feng mendekati Miya lalu mengecup bibir dan kening perempuan itu dengan hangat, kecupan itu hanya sekejap tapi mempunyai makna yang begitu dalam. Setelah melakukannya Wu Yi Feng bergegas menembus portal yang membuatnya kembali ke dalam pintu neraka.
Miya menatap punggung pemuda tersebut sesaat sebelum portal kembali tertutup, perempuan tersebut terduduk dan tak kuasa menahan tangisnya tatkala bayangan pemuda yang telah menjadi suaminya menghilang.
"Putri, tidak kusangka engkau serapuh ini.." Gumam Tao Tie.
Hanya saja kali ini sungai lava yang ada di bawahnya benar - benar nyata, Wu Yi Feng berjalan semakin dalam hingga ia menemukan banyak percabangan.
Wu Yi Feng tersenyum karena saat ini dirinya berada di jalan yang benar, dan semua ini cocok seperti yang dibilang istrinya. Wu Yi Feng memilih cabang ke tiga dari enam jalan bercabang yang ada di hadapannya.
Jalan tersebut membawanya ke depan sebuah goa, dimana ketika Wu Yi Feng memasukinya hanya ada satu pintu kecil tapi disekelilingnya terdapat puluhan patung penjaga yang terbuat dari batu.
Wu Yi Feng tersenyum, pintu tersebut lah yang akan membawanya masuk ke dalam lorong neraka serta inti dari neraka itu sendiri, tapi sebelum semua itu terjadi maka terlebih dahulu ia harus mengalahkan seluruh patung batu yang ada disini.
Wu Yi Feng mengkibas kibaskan tangannya, sudah hampir tiga tahun lamanya dirinya tidak merasakan jantungnya terpacu oleh sebuah pertempuran.
"Majulah kalian semua, jangan menghabiskan waktuku disini..!!!" Ucap Wu Yi Feng.
KRAKKKKKK...
KRAAAAAKKKKK...
Semua patung batu yang ada di tempat itu mulai bergemeretak, dan berjalan, mata mereka menyala kemerahan serta sendi sendi mereka seakan diisi oleh lava yang berpijar. Ada sekitar 20-an patung dengan tinggi 2-2,5 meter yang kini bergerak serempak ke arah dimana Wu Yi Feng berada.
"Gerakan kalian begitu lambat..!!!" Wu Yi Feng melesat dan melepaskan beberapa tinjunya yang telah dilapisi oleh Qi.
BLAAARRRRRRR...
BLAAAARRRRRRR...
Beberapa tubuh patung batu hancur berkeping - keping ketika menerima tinju api yang dilancarkan Wu Yi Feng. Pemuda itu tidak berhenti menyerang, hingga seluruh patung batu yang ada di sana hancur.
Tapi semua itu tidak lama, puluhan patung batu raksasa yang telah hancur mulai bergerak dan mulai kembali utuh. Wu Yi Feng geleng - geleng, sejujurnya ia sudah sadar bahwa tidak mungkin penjaga lorong neraka selemah ini.
Beberapa waktu berlalu, tapi setiap kali patung - patung batu tersebut hancur, mereka jadi makin kuat dan gerakan mereka juga makin cepat sedangkan stamina Wu Yi Feng makin terkuras.
"Aku harus segera mengetahui letak kristal kehidupan mereka sebelum mereka mencincang tubuhku.." Batin Wu Yi Feng sambil menghindari serangan dua patung batu di hadapannya.
Wu Yi Feng mengeluarkan pedang cahaya dari cincin ruangnya lalu secepat kilat mencabut pedang tersebut dari sarungnya. Tebasan pedang pemuda tersebut membuat tiga patung batu terbelah sekaligus, lalu ketika patung batu runtuh dan hancur berkeping keping, sekelebat Wu Yi Feng melihat sebuah kerlipan kristal yang sangat kecil.
Dengan sigap Wu Yi Feng meraih kristal berwarna merah menyala tersebut, kristal kehidupan memiliki ukuran yang cukup kecil dan bisa berada di bagian tubuh manapun hingga membuatnya sulit untuk dicari.
Ketika krital kehidupannya hilang maka patung batu tersebut tidak lagi hidup kembali, setidaknya dengan ini Wu Yi Feng bisa bernapas lega. Pemuda itu jadi kembali bersemangat untuk menghajar kembali patung - patung batu yang masih ada.