
Pagi - pagi sekali kelima kuda sudah berlari kencang membelah jalanan utama pedesaan yang asri, hingga di sebuah pertigaan kelima kuda itu berhenti.
"Jaga diri kalian baik - baik, sampai ketemu lagi di sekte.." Wu Yi Feng memberikan salam perpisahan kepada keempat orang yang ada disana.
"Saudara Feng, berjanjilah padaku bahwa kau akan kembali sebelum turnamen naga muda diadakan.." Ucap Chau Li yang mendapatkan anggukan dari Chui Dal Po.
"Aku usahakan kembali ke sekte secepatnya.." Pemuda itu kembali tersenyum kepada teman - temannya sebelum akhirnya memacu kudanya dengan sangat cepat ke arah barat daya.
Sekarang tinggal Chui Dal Po, Chau Li dan juga dua orang gadis dari sekte teratai ungu, Xu Mei dan Qing Yi. Rencananya Chau Li dan Chui Dal Po akan mengantarkan kedua gadis itu ke sekte teratai ungu terlebih dahulu sebelum akhirnya kembali ke sekte pedang langit dikarenakan ilmu kedua gadis itu yang telah dirusak oleh sekumpulan penyihir.
"Lebih baik kita bergegas supaya bisa sampai ke perkampungan terdekat sebelum gelap.." Ucap Chau Li.
"Baik, ayoo.. Hiyaaaa..." Keempatnya memacu kuda mereka dengan gesit, hingga dalam sekejap saja sudah menghilang dari pandangan.
Sementara itu di kota Gang Men, Huang Litao bersama Huang Rong anaknya sedang menuju ke rumah keluarganya, dimana beberapa hari yang lalu telah terjadi pembantaian yang menyebabkan terbunuhnya seluruh anggota keluarganya.
"Tuan, akhirnya kami menemukan jenazah dari ketiga anggota keluarga Huang.. Tubuh mereka ditemukan di tengah hutan yang letaknya ada di selatan kota ini.
"Bawa kami kesana.." Raut wajah Huang Litao begitu menakutkan hingga prajurit yang memberikan laporan ketakutan.
"Ba.. Baik Tuan.. Mari ikuti saya.."
Ketika tiba di lokasi, rupanya sudah ada beberapa prajurit disana. Diantara para prajurit tersebut ada satu orang pemuda yang terlihat sedang meneliti ketiga jenazah.
"Sedang apa kau, minggir..!!!" Seru Huang Litao dengan kasar.
"Tuan menurut perkiraan kami setidaknya ada sekitar sepuluh orang atau lebih yang menyerang keluarga Huang malam itu.." Seru prajurit yang sedari tadi menemani Huang Litao.
"Apakah sudah ada petunjuk kelompok mana yang bertanggung jawab atas peristiwa ini??"
"Belum Tuan, kami masih berusaha.."
"Cihhh.. Terlalu lambat.."
"Maaf Tuan, menurut penyelidikanku.. Yang melakukan semua ini hanya satu orang.." Potong sosok yang terlihat fokus menganalisa ketiga jenazah sambil menatap tajam kearah Huang Litao.
"Satu orang?? Kenapa kau bisa yakin??"
"Karena pola sayatan pedangnya sama dengan sisa potongan tubuh yang ditemukan di bekas rumah keluarga Huang, aku menebak mereka semua terbunuh oleh jurus yang sama.."
"Namaku Wan Ming, aku adalah perwira kelas dua dari divisi hukum kekaisaran Han.."
"Maafkan aku Tuan Wan Ming, tapi setahuku kediaman paman - pamanku selalu dijaga oleh sekumpulan pendekar tangguh, apa mungkin seorang diri saja sanggup melakukan semua ini???"
"Dunia ini sangat luas nona, banyak pendekar hebat diluar sana yang kekuatannya sering kali tidak bisa kita perkurakan.." Penjelasan Wan Ming yang mengesankan membuat Huang Litao menaruh respek kepada pemuda itu.
"Aku serahkan masalah ini kepadamu.. Sebagai pegawai dari kekaisaran engkau pasti tahu seberapa penting kedudukan dari keluarga besar Huang bukan??" Seru Huang Litao.
"Hamba mengerti Tuan.." Wan Ming menundukkan kepalanya.
"Bagus kalau begitu, segera temukan bedebah yang berani - beraninya membunuh keluargaku.." Ucap Huang Litao sembari berlalu dari tempat itu, sedangkan Huang Rong masih sempat mencuri lihat kearah Wan Ming sebelum akhirnya benar - benar pergi bersama ayahnya.
...----------------...
Wu Yi Feng mengikat tali kekang kudanya pada sebuah pohon besar di atas bukit tandus, bagi orang awam mungkin bukit ini hanyalah bukit tandus biasa. Tapi bagi mereka yang bisa merasakannya maka bukit tersebut menyembunyikan sesuatu.
Wu Yi Feng mendekati batu besar yang berada tepat di tengah - tengah bukit tandus tersebut, batu berwarna hitam legam yang di tengah - tengahnya terdapat sebuah gambar siluet kepala serigala.
Wu Yi Feng membelai logo siluet tersebut sebelum mulai membuka array atau formasi pengunci yang menyembunyikan sebuah jalan masuk rahasia menuju ke dalam sisa - sisa reruntuhan sekte serigala bayangan.
Sekte serigala bayangan, sebuah sekte yang telah dihancurkan oleh pasukan aliansi gabungan kekaisaran Han dan beberapa sekte aliran putih sekitar 15 tahun yang lalu, membuat kondisinya saat ini tak ubahnya bangunan tua tak terawat, bahkan tanaman rambat sudah mulai mengambil alih tempat tersebut.
Pemuda itu mulai melangkahkan kakinya secara perlahan, sudah terlalu lama ia pergi meninggalkan tempat ini dan jika ingatannya tidak salah, maka tempat ini sama persis dengan ketika ia pergi meninggalkan tempat ini sekitar 15 tahun silam.
Wu Yi Feng tertunduk dan berlutut pada tiga penanda makam yang ada dihadapannya, dimana itu adalah makam ketiga orang yang paling penting bagi dirinya.
Ayah, ibu serta bibi Zhou Li Ying dimakamkan disini. Mereka semua adalah korban dari ketidak becusan kaisar dalam mengolah informasi. Mengingat semua itu membuat darah Wu Yi Feng mendidih, rasa bencinya kepada kekaisaran Han makin memuncak dan menjadi jadi.
"Ayah, Ibu, Bibi.. Sebentar lagi, sebentar lagi aku akan membalaskan dendam kalian, akan aku hancurkan kekaisaran Han tanpa terkecuali..!!!" Wu Yi Feng mencurahkan isi hatinya lalu bersujud sebanyak tiga kali sebelum akhirnya pergi menuju rumah lamanya dimana dulu ia menghabiskan masa kecilnya hidup bahagia bersama ayah dan ibunya.
Setibanya di sebuah rumah kecil, Wu Yi Feng mulai membersihkan tempat tersebut. Ranting, rumput serta tumbuhan rambat yang memenuhi rumah ia cabut dan buang, pemuda itu bahkan mengganti kayu - kayu yang telah lapuk.
Beberapa hari kemudian, rumah dan sekitarnya menjadi begitu asri. Wu Yi Feng memberikan sebuah array penanda karena ia akan menjadikan tempat tersebut sebagai rumah pribadinya. Dengan array yang ia tempatkan disana maka dirinya bisa mengakses rumah ini menggunakan perpindahan instan dimanapun ia berada.
Rumah ini dipilih juga karena ia membutuhkan tempat untuk menyendiri dan berlatih, tak lupa juga ia memperkuat formasi perlindungan yang dimiliki tempat tersebut hingga kini tidak ada seorang pun yang bisa memasuki tempat tersebut selain dirinya.
Dua minggu berlalu, di suatu pagi setelah ia selesai bermeditasi dan menyerap energi alam, Wu Yi Feng keluar dari area sekte serigala bayangan lalu membuka sebuah lubang portal dimensi dan masuk kedalamnya.