
Jenderal Huo Long mengeluarkan senjatanya yang berupa pisau, kedua pisau tersebut menancap pada lengan kanan dan kirinya dan membuat setiap serangannya makin berbahaya dan mematikan.
Setiap orang yang ada di ruangan tersebut menelan ludah, mereka takut jika mereka akan menjadi korban salah sasaran, karena itu banyak diantara mereka yang akhirnya memilih untuk menjauh atau meninggalkan tempat tersebut.
Wu Yi Feng menghembuskan napasnya, ia mencoba untuk memperkeras lagi tubuhnya serta mengeluarkan elemen api di kedua lengannya.
WUSSSSSHHHHHH...
Keduanya bergerak secara bersamaan, meskipun begitu Wu Yi Feng sedikit lebih unggul, pemuda tersebut memberikan pukulan bertubi tubi ke sekujur tubuh jenderal Huo Long. Jenderal Huo Long mencoba membalas dengan memukul balik, namun semua tinjunya hanya mengenai angin.
BLAAAARRRRRR...
Tubuh Wu Yi Feng terdorong jauh kebelakang hingga menghantam tembok dengan sangat kerasnya, seakan belum puas jenderal Huo Long mencengkram erat kepala Wu Yi Feng dan menghantamkan kepala tersebut ke tembok sampai hancur.
Jenderal Huo Long mengakhirinya dengan sebuah hantaman telak di perut yang membuat Wu Yi Feng muntah darah.
"Satu lagi semut yang terbunuh, semoga dengan ini kalian sadar bahwa kalian tak lebih dari kumpulan serangga kecil dimataku..!!" Seru jenderal Huo Long sambil menatap ke sekeliling.
Asap tebal mulai mengepul dari badan Wu Yi Feng yang terbaring di lantai, tubuh dewa miliknya mulai beregenerasi. Tulang serta organ dalamnya yang hancur secara cepat mulai tersusun kembali.
"Cihhh.. Rupanya serangga satu ini punya tubuh istimewa..!!" Cibir jenderal Huo Long yang baru saja hendak meninggalkan arena.
Aura hitam pekat mulai menyelimuti kepalan tangan kanan jenderal Huo Long yang berniat untuk kembali menghajar Wu Yi Feng sebelum pemuda tersebut sembuh.
BLAAAAMMMMMMM...
Tinju mematikan jenderal Huo Long menghantam tempat dimana sedetik yang lalu masih terdapat tubuh Wu Yi Feng, tinju mematikan tersebut menghancurkan arena, namun tak ada tanda - tanda bahwa tubuh pemuda tersebut berada disana.
"Hehehe.. Cepat juga larimu bocah.." Jenderal Huo Long yang seketika menoleh ke atas.
Di udara terlihat gumpalan asap melayang, gumpalan asap tersebut perlahan menghilang dan membentuk sebuah tubuh yang memancarkan tatapan sangat tajam.
"Hehehe.. Mau diulang berapa kalipun hasilnya akan tetap sama.." Ledek jenderal Huo Long.
Wu Yi Feng terbang rendah dan akhirnya mendarat, tubuhnya telah sembuh meskipun belum 100% namun luka dalamnya telah hilang.
Wu Yi Feng menutup matanya, pemuda itu teringat momen dimana dirinya sedang berdiskusi bersama pendekar elang emas setelah kejuaraan kenaikan tingkat di sekte pedang langit.
"Tuan, apakah semua orang memiliki titik lemahnya masing - masing??"
"Hmm, itu pasti.. Hanya saja terkadang titik lemah mereka tersembunyi di tempat - tempat yang tidak kita sadari."
"Bagaimana jika kita kesulitan untuk menemukan titik lemah lawan kita??"
"Maka buatlah titik lemah tersebut sendiri..!!" Jawab Xun JeHa dengan tatapan yang menusuk.
"Membuat sendiri titik lemah?? Tapi bagaimana caranya??"
"Jadi..."
"Benar, serang satu titik yang sama berulang ulang dengan kekuatan yang makin lama makin kuat, maka titik yang kau serang akan menjadi titik lemahnya..!!" Pungkas Xun JeHa.
Wu Yi Feng membuka matanya dan membakar Qi dalam jumlah yang cukup banyak di telapak tangan kanannya, pemuda itu bersiap untuk melakukan serangan.
"Majulah...!!!" Teriak jenderal Huo Long.
WUUSSSSHHHHHH...
"Teknik Naga, Telapak Penghancur Tulang.."
BOOOMMMMM....
Telapak tangan Wu Yi Feng kebas, tubuh jenderal Huo Long yang begitu keras membuat Wu Yi Feng justru terpental ke belakang. Meskipun demikian pemuda itu kembali maju dan menyerang menggunakan jurus yang sama berulang ulang, Wu Yi Feng menghindari setiap serangan dari jenderal Huo Long dan menyerang balik tepat di satu titik setiap kali ada kesempatan.
Beberapa saat kemudian darah mengucur deras di telapak kanan Wu Yi Feng, meskipun berhasil mendaratkan beberapa serangan telak, namun karena tubuh jenderal Huo Long begitu keras membuat Wu Yi Feng terluka begitu parah.
"Bahkan jika harus mengorbankan tangan kananku, hari ini akan kubebaskan semua orang yang ada disini..!!!" Seru Wu Yi Feng.
Kata - kata Wu Yi Feng membuat semua yang ada disana tersentak, seketika gelora dan keinginan untuk bebas memenuhi dada mereka.
Tiba - tiba saja seorang penjaga berlari dan berteriak, "Gawat jenderal gawatt... Sekumpulan orang menyerang benteng.."
"Cihhh... Datang lagi, sebenarnya berapa banyak serangga - serangga penggangu itu.." Jawab jenderal Huo Long.
Wu Yi Feng tersenyum, bala bantuan telah tiba. Kini ia bisa fokus untuk mengalahkan jenderal Huo Long, karena jika jenderal Huo Long bisa dikalahkan maka kekuatan lawan akan berkurang lebih dari setengah.
"Aku sudah tidak punya waktu untuk menemanimu bermain main.. Akan aku selesaikan dalam sekali serang..!!!" Ancam jenderal Huo Long.
Aura kegelapan pekat mulai menyelimuti sekujur tubuh jenderal Huo Long, lelaki setengah baya tersebut melesat cepat dan melepaskan tinjunya.
BAMMMMMMM...
Wu Yi Feng berhasil menghindari tinjunya namun kemudian sebuah sepakan tepat mengenai rusuk sebelah kiri Wu Yi Feng hingga membuat tulang rusuk oemuda ersebut patah dan hancur seketika.
KRAAAKKKKKKK...
Suara tulang rusuk Wu Yi Feng yang patah bahkan sampai terdengar di sekitar arena, tubuh Wu Yi Feng terhempas begitu keras, pemuda itu masih mencoba bangkit ketika sebuah tinju menghantam perutnya dengan sangat keras. Darah kembali dimuntahkan oleh Wu Yi Feng, jenderal Huo Long tak mau berhenti, lututnya menghajar kepala Wu Yi Feng hingga tulang hidung pemuda tersebut hancur. Serangan itu sendiri diakhiri dengan sebuah sepakan keras yang mengahancurkan dada Wu Yi Feng.
"Kali ini tak akan kubiarkan kau bangkit kembali..!!!" Jenderal Huo Long mengambil pedang salah satu penjaga dan berjalan mendekati Wu Yi Feng yang telah terkapar tak berdaya.
"Jari Penghancur Es..." Sebuah serangan mematikan meluncur ketika pedang yang diayunkan oleh jenderal Huo Long hampir saja menebas batang leher Wu Yi Feng.
Sinar putih keperakan tersebut menghancurkan bilah pedang jenderal Huo Long dan menyelamatkan nyawa Wu Yi Feng yang sudah diujung tanduk.