The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Penjelasan



"Tolong kalian ingat - ingat lagi, ada kejadian apa saja di malam pembantaian keluarga Huang.." Ucap Wan Ming di hadapan beberapa orang prajurit yang kebetulan malam itu sedang berjaga di pintu gerbang kota.


"Kalau tidak salah, malam itu ada keributan kecil di sebuah kedai kecil yang terletak di pinggiran kota.." Terang salah satu prajurit.


"Keributan?? Kedai pinggir kota..?? Lalu ada apa lagi??"


"Ahh, seingatku sebelum keributan di kedai.. Ada seorang pemuda yang memasuki kota. Pemuda tersebut menunjukan sebuah plakat atau token murid salah satu sekte waktu pemeriksaan masuk di gerbang kota.*


"Apa?? Tunggu sebentar.. Apakah plakatnya seperti ini??" Wan Ming menunjukkan token miliknya yang menunjukkan bahwa dirinya adalah murid dari salah satu sekte beladiri, dalam kasus ini sekte pedang langit.


"Benar.. mirip sekali.." Cletuk salah satu prajurit setelah memperhatikan plakat milik Wan Ming dengan seksama.


"Sialan..!!! Ada urusan apa murid sekte pedang langit pergi ke kota ini??"


"Apakah kalian bisa mengingat - ingat wajah orang yang menggunakan plakat seperti ini untuk memasuki kota pada malam itu??"


Semua prajurit disana diam, tentu kali ini mereka tidak bisa asal jawab karena waktu itu malam hari dan penerangan ketika malam hari tidaklah seterang saat siang.


"Kalian ingat lagi, aku akan pergi dulu.. Kau temani mereka untuk membuat sketsa.." Seru Wan Ming kepada salah satu bawahannya seraya keluar dari ruangan dengan muka masam.


*** Kembali ke rombongan Wu Yi Feng


"Maksudnya? Apakah kau pernah bertemu denganku??"


Li Xiao Yi menggeleng, "Tapi kau selalu hadir di mimpiku tiap malam." Jawabnya.


Wu Yi Feng tersenyum sembari berjalan mendekati gadis itu, "Usaha yang bagus, tapi maaf aku tidak tertarik denganmu.."


"Masa kecilmu tragis, ayah ibumu terbunuh dan kau juga sempat terlunta - lunta.. Bahkan harus mencuri hanya untuk sekedar bertahan hidup, namun beruntungnya ada orang baik yang menolongmu..." Li Xiao Yi terus bercerita, sementara Wu Yi Feng mematung dengan tinju terkepal.


Tiba - tiba saja Wu Yi Feng berbalik dengan sangat cepat dan mencekik leher Li Xiao Yi, "Apakah kau terobsesi denganku hingga mengikuti diriku selama ini??"


"Le.. Lepaskan.." Rintih Li Xiao Yi yang merasa kesakitan.


"Tuan muda, kami berasal dari kota yang sangat jauh di bagian tenggara kekaisaran Song.. Dan aku adalah saksi putri kecilku, awalnya ia sangat ketakutan ketika memimpikanmu.. Apalagi engkau hadir hampir di tiap malamnya.." Ucap Li Hao bijak, sedangkan Li He Rong dan para pengawal yang lainnya sudah bersiap dengan senjata yang teracung.


Wu Yi Feng melunak, ia melepaskan cekikan tangannya lalu menarik Li Xiao Yi dan membawa gadis itu pergi dari sana, sedangkan Li Hao melarang semua orang untuk mengikuti mereka, "Tunggu, jangan ada yang bergerak.. Biarkan mereka berdua menyelesaikan urusannya."


"Ayah, apa kau tidak bisa melihat?? Orang itu sangat berbahaya, kita harus menolong kakak..!!!" Sergah Li He Rong.


"Jika dia memang ingin menghabisi kita semua, maka dia pasti sudah melakukannya.." Ucap Li Hao kalem.


"Apa kau tidak sadar dengan jauhnya perbedaan kekuatan kalian??" Lanjut Li Hao sambil membelai puncak kepala anak laki - lakinya.


"Sakittt.. Lepaskan.. Kau mau ajak aku kemana??" Rintih Li Xiao Yi yang merasa pergelangan tangannya lecet larena ditarik secara kencang oleh Wu Yi Feng.


"Maaf, sekarang ceritakan semua dari awal.. Dan jangan pernah sekali - sekali kau berbohong.." Ancam Wu Yi Feng sembari mendudukkan Li Xiao Yi ke sebuah batu.


Li Xiao Yi menatap tajam kearah Wu Yi Feng, tidak ada sedikitpun ketakutan di matanya karena ia tahu betul siapa pemuda yang berada di hadapannya kini.


"Aku adalah seorang gadis yang lahir dan dibesarkan di sebuah kota dagang yang berada di sebuah lembah, tepatnya di bagian tenggara dan masih termasuk kekuasaan dari kekaisaran Song."


"Hampir tiap malam aku memimpikanmu, hingga bagiku engkau adalah serial bersambung yang menghiasi tidurku.. Namun tak jarang pula aku terbangun dalam kondisi basah oleh keringat ketika engkau berada dalam bahaya."


"Namun semua mimpi - mimpi itu sudah terhenti semenjak tiga tahun yang lalu.."


"Tiga tahun yang lalu??" Gumam lirih Wu Yi Feng.


"Iya, tepatnya ketika aku melihatmu jatuh ke dalam kawah gunung berapi.. Saat itu aku berpikir mungkin engkau sudah meninggal, karena sejak saat itu aku sudah tidak pernah memimpikan dirimu lagi."


Mendadak suasana menjadi hening karena baik Li Xiao Yi maupun Wu Yi Feng sedang berperang dengan pikirannya masing - masing. Wu Yi Feng masih tidak percaya bahwa ada seseorang yang bisa melihat semua yang ia lakukan selama ini, sedangkan bagi Li Xiao Yi, ia masih tidak percaya bahwa akhirnya dirinya akan bertemu dengan pemuda yang selama ini hanya ada dalam mimpinya.


"Jadi dimensi pengasingan benar - benar memblok segala kekuatan dari luar.." Ucap Wu Yi Feng dalam hati.


Tiba - tiba saja Wu Yi Feng berdiri lalu duduk di hadapan Li Xiao Yi dalam jarak yang sangat dekat, bahkan gadis itu sampai memejamkan mata dan menahan napasnya.


"Jangan pernah sekalipun engkau menceritakan kisahmu kepada orang lain..!!! Paham??"


Li Xiao Yi menggeleng lalu mengangguk, wajah gadis itu bersemu merah karena menahan napas, lalu ketika Wu Yi Feng memundurkan wajahnya, barulah ia bisa kembali bernapas dengan normal.


"Hufffffff..." Li Xiao Yi memegang dadanya yang masih dag dig dug.


Dengan lembut Wu Yi Feng memegang tangan gadis muda tersebut lalu memeriksanya, terlihat bekas garis merah serta lecet akibat tarikan tangannya. Lalu dengan perlahan pula ia memeriksa leher Li Xiao Yi dan melihat bekas cekikannya.


"Maaf, aku tadi terbawa emosi.." Ucap Wu Yi Feng lirih.


"Sudahlah, ini hanya luka ringan.." Li Xiao Yi tersenyum, sangat cantik.. Tidak salah jika banyak pemuda antri untuk meminangnya.


"Ambillah ini.." Wu Yi Feng menyodorkan sebutir kacang ajaib kepada Li Xiao Yi.


"Apa ini??"


"Obat untuk lukamu.. Cepat makan, lalu kita kembali ke ayahmu.."


"Ini ajaib.." Seru Li Xiao Yi begitu merasakan khasiat dari kacang ajaib.


Keduanya sempat berbincang - bincang sebentar ketika dalam perjalanan kembali, terlihat Li Hao dan lainnya sudah bersiap untuk berangkat melanjutkan perjalanan.


"Syukurlah kalian kembali, aku sudah berencana mengutus Rong'er jika dalam lima menit kalian tak kunjung kembali.." Ucap Li Hao.


"Maafkan atas semua kesalahanku.." Wu Yi Feng menundukkan kepalanya di hadapan Li Hao.


"Sudahlah, kesalah pahaman itu hal yang biasa terjadi.." Li Hao menepuk bahu kekar Wu Yi Feng.


"Sekarang ayo kita teruskan perjalanan, atau kita harus bermalam lagi di tepi hutan malam ini.."


"Ayo naik.." Wu Yi Feng menjulurkan tangannya dan membantu Li Xiao Yi untuk naik ke atas kuda.


"Te.. Terima kasih.." Gadis muda itu tersipu malu menghadapi perhatian yang Wu Yi Feng berikan.