
Wu Yi Feng melemparkan pedang penari malam, pedang tersebut berputar cepat menuju kearah Cao Pi, sedangkan Wu Yi Feng sendiri bersiap merubah Qi nya menjadi elemen api dan menyatukannya di kedua genggaman tangannya.
Cao Pi yang merasa bahwa mundur pun percuma, segera menghimpun tenaga dalam untuk bertahan dan bersiap menerima serangan.
KLAAAANNNGGGG....
Pedang penari malam terlempar keatas setelah ditahan oleh senjata cakar milik lawannya, sedangkan Wu Yi Feng menyerang dengan Seni phoenix nirwana, tinju api miliknya menghajar lawannya tanpa ampun, lalu saat lawannya terdesak dan sudah tidak bisa bertahan lagi, Wu Yi Feng menangkap pedang penari malamnya dan menebas leher Cao pi dalam sekali serang.
Kejadian tersebut berlangsung begitu cepatnya hingga semua yang ada disana tidak ada yang menyangka bahwa salah satu dari pendekar yang selama ini menjadi tangan kanan dari tuan Huang Fei bisa terbunuh semudah itu oleh pemuda yang "baru" mencapai tingkatan pendekar kelas satu.
"Cih.. Sifat buruknya yang selalu meremehkan lawan akhirnya membunuhnya..." Guman saudara kedua, Cao Dung dengan telapak tangan memegang kepala.
Semua pendekar menatap tubuh Cao Pi yang masih berdiri tegak tanpa kepala, dengan darah yang mengucur deras dari lehernya. Rasa takut makin memenuhi pikiran mereka hingga tubuh mereka kini makin berat untuk digerakkan.
"Siapapun yang ingin mengalami nasib yang sama sepertinya, silahkan maju.." Seru Bai Lang.
Tak ada yang mencoba membantah atau menanggapi ucapan Bai Lang selama beberapa waktu, hingga akhirnya saudara kedua maju dan mengeluarkan senjatanya yang berupa pedang besar dari cincin ruang.
"Kalian semua benar - benar pengecut, tuan Huang harus berterima kasih kepada dua bocah ini, karena merekalah akhirnya sifat asli kalian muncul.." Ucap saudara kedua Cao Dung sambil melihat ke semua bawahannya yang ada disana dengan pandangan yang sangat tajam.
"Aku sendiri yang akan pastikan kalian semua menemani adikku di neraka setelah aku membereskan kedua bocah ini.." Lanjutnya.
"Maafkan kami tuan, karena kami sudah ketakutan.." Teriak salah satu dari pendekar bawahan yang kini mulai mengangkat senjatanya meskipun dengan gemetar, dan tindakannya itu diikuti oleh kawan - kawannya yang lain.
Perlahan tapi pasti, puluhan orang mulai bergerak mengepung Wu Yi Feng, sedangkan Bai Lang sendiri mulai menghadapi saudara kedua Cao Dung.
"Aku bukanlah seorang yang berbesar hati memaafkan siapapun yang menyerangku..!!" Ucap Wu Yi Feng sambil mulai mencabut pedangnya dan maju menghadang siapapun yang menyerangnya.
SLAAAASSSHHHHHH...
SLAAAASSSHHHHHHH...
Dengan tanpa ekspresi Wu Yi Feng membantai semua yang maju, mereka seperti menyetor nyawa karena serangan mereka tak ada satupun yang mengenai Wu Yi Feng.
Dalam sekejap saja lantai halaman kediaman Tuan Huang Fei telah berubah menjadi lautan darah, puluhan kepala menggelinding terpisah dari tubuhnya, anggota tubuh lainnya seperti tangan, kaki juga berserakan dimana mana.
Terbunuhnya puluhan pendekar dalam waktu sekejap membuat yang lainnya menjadi begitu ketakutan, hingga mereka memutuskan untuk bubar dari barisan dan pergi dari sana.
Wajah tampan Wu Yi Feng yang tertutup oleh percikan darah nampak begitu menakutkan, seolah olah pembunuh berdarah dingin yang haus akan darah.
"Kalian... Cih.. Akan aku ingat hari ini.." Tuan Huang Fei tidak bisa menutupi wajah masamnya, kehilangan ratusan pengawal tidak sampai sehari jelas sesuatu yang tidak pernah terpikirkan olehnya.
CLAAAANNNGGGGGG..
Kini yang tersisa di halaman rumah yang luas itu hanya Wu Yi Feng, Bai Lang, duo Cao bersaudara, tuan Huang Fei dan beberapa pengawal yang masih tinggal.
"Kemarilah dan selesaikan ini semua.." Tunjuk Wu Yi Feng kearah Cao Mou dengan menggunakan pedang penari malam yang berlumuran darah.
"Hehehe... Akhirnya harus aku sendiri yang mengambil nyawamu.." Ucap pria paruh baya tersebut sambil berjalan maju dan mengeluarkan senjatanya yang berupa pedang dari dalam cincin ruangnya.
Pedang tersebut terllihat seperti pedang normal pada umumnya, namun ternyata pedang tersebut bisa memanjang dan sangat fleksibel. Wu Yi Feng yang belum menyadari hal tersebut nampak tenang dan mulai mempersiapkan kuda - kudanya.
"Akan kucabut nyawamu dalam sekali serang.." Ucap Cao Mou yang juga sudah bersiap bertarung dengan kuda - kudanya yang tidak lazim.
Cao Mou menundukkan badannya, kakinya ia luruskan ke depan sampai serendah mungkin, sedangkan tangan yang memegang pedang berada di atas kepala, dengan kuda - kuda seperti itu, seorang pendekar akan kesulitan untuk bergerak, tapi semua itu tidak membuat Wu Yi Feng jadi meremehkan lawannya.
DASSSSSSHHHHHH...
Secepat mungkin Wu Yi Feng melesat, pedang penari malam meliuk liuk bagaikan ular, namun ketika jarak antara dirinya dan Cao Mou masih sekitar dua meter tiba - tiba saja ujung pedang Cao Mou sudah berada di depan mata dan hendak menusuk Wu Yi Feng andai saja responnya untuk menghindar tidak cepat.
Wu Yi Feng melompat mundur dan sebisa mungkin menjaga jarak karena dari satu serangan tadi sudah memperlihatkan kemampuan berpedang yang dimiliki oleh Cao Mou.
Ada keheningan sesaat, Wu Yi Feng mencoba mencerna situasi, karena pedang milik Cao Mou merupakan senjata yang cocok dan mematikan saat menyerang ataupun ketika bertahan.
BLAAAAMMMMM...
Lamunan Wu Yi Feng dibuyarkan oleh suara ledakan keras yang diakibatkan oleh serangan Cao Dung, Bai Lang juga dipaksa mundur oleh serangan barusan.
Wu Yi Feng bisa melihat jika disekujur tubuh Bai Lang terdapat banyak sekali luka goresan, meskipun tidak dalam tapi cukup mengkhawatirkan juga.
"Saudara Bai, apakah kau tidak apa - apa??" Ucap Wu Yi Feng melalui suara batin.
Bai Lang yang bisa mendengar suara tersebut menoleh dan mengangguk, seolah mengatakan jika dirinya baik - baik saja dan menyuruh Wu Yi Feng untuk berkonsentrasi dengan pertarungannya sendiri.
SLAAAASSSSHHHHH..
Celakanya ketika Wu Yi Feng sedang menoleh kearah Bai Lang, Cao Mou segera menyerang dan menyabetkan pedangnya yang mengunci pergerakan dari Wu Yi Feng, kini kendali pertarungan ada di tangan Cao Mou, pria setengah baya itu melompat dan menarik kuat - kuat pedangnya hingga membuat tubuh Wu Yi Feng berdarah.
"Apakah ada kalimat terakhir yang ingin kau ucapkan sebelum aku mengirimmu ke tempat adikku??" Ledek Cao Mou.
"Teknik berpedangmu memang sangat hebat, tapi sayangnya racun yang ada pada pedangmu tidak akan berdampak apa - apa pada tubuhku..!!!" Ucap Wu Yi Feng yang dibarengi dengan munculnya asap di sekujur tubuhnya, dan tak lama kemudian seluruh lukanya pulih seperti sedia kala.
"Aku akan mulai serius sekarang.." Seru Wu Yi Feng sambil mempersiapkan sebuah jurus pembuka dari teknik pedang empat musim, sebuah jurus pamungkas yang belum pernah ia pakai sebelumnya.