
Mereka berlima memilih sisi barat yang rata - rata dipenuhi oleh murid - murid seangkatannya. Halaman utama sekte pedang langit sudah hampir penuh dengan para murid ketika kelimanya datang.
Sudah hampir setengah jam Wu Yi Feng dan teman - temannya disana, namun belum juga ada tanda - tanda kalau ujian akan segera dimulai, mulai terdengar kasak kusuk diantara murid - murid.
Untungnya tak beberapa lama kemudian, ketua dari sekte pedang langit, Lin Zhun datang bersama tiga orang tamu perwakilan yang secara tidak sengaja datang berkunjung di hari ujian kenaikan tingkat.
Mereka adalah ketiga biksu dari sekte terkuat di kekaisaran Song, sekte Lonceng Kebenaran. Ketiganya adalah tetua yang namanya telah malang melintang di dunia persilatan kekaisaran Song.
Ketua sekte, Lin Zhun terlihat memanggil salah satu guru dan membisikkan sesuatu, dan tak lama kemudian ujian kenaikan pun dimulai dengan pertandingan satu lawan satu dimana untuk pertandingan pertama mempertemukan murid - murid dari tingkat empat.
Wu Yi Feng dan teman - temannya mencari tempat dimana dia bisa menikmati pertandingan dengan nyaman. Pertarungan sengit langsung terjadi di arena, dua orang murid dari tingkat empat saling beradu jurus.
pertarungan tak berlangsung lama karena perbedaan kekuatan yang mencolok, pertarungan - pertarungan selanjutnya tak kalah menarik, masing - masing murid menunjukkan semua kehebatannya dalam ujian kali ini.
Hingga tibalah giliran tingkat tiga bertanding, kebetulan Bai Lang dapat giliran pertama. "Teman - teman, doakan aku ya.." Ucapnya sambil turun menuju ke arena.
"Pasti.. semangat.. Saudara Lang..!!" Seru Chau Li.
Lawan Bai Lang adalah salah seorang murid tingkat tiga yang terkenal jenius keturunan dari keluarga bangsawan di kota Lu Dong.
Keduanya sudah berada di atas arena, mereka saling membungkuk untuk memberi hormat sebelum memulai. Bai Lang mencabut pedang dari sarungnya dan segera mempersiapkan kuda - kuda terbaiknya, sedangkan lawannya masih mematung.
"Cabut pedangmu..!! Aku tidak akan menyerang seseorang yang tidak bersenjata..!!" Seru Bai Lang.
"Tak perlu mencabut pedang jika hanya untuk mengalahkan orang sepertimu..!!" Ledek pemuda tersebut sambil tersenyum sinis.
"Baiklah, aku tak akan sungkan lagi..!!" Bai Lang segera berlari kearah lawannya, gerakannya yang cepat nampaknya mengagetkan sang lawan.
TRAAANNNNGGGGG...
SWWOOOOSSSSHHHHH...
Kedua senjata bertemu, Bai Lang menyerang terus menerus,seakan tak mau memberi lawannya kesempatan untuk sekedar membangun serangan.
"Kibasan Ekor Angsa Putih..."
Bai Lang mulai serius, ia mengeluarkan jurus utamanya, begitu juga dengan lawannya, si jenius yang tadinya meremehkan Bai Lang, kini nampak kepayahan. Tampak jelas di raut wajahnya jika ia menyesali sikapnya.
Setelah 15 menit saling beradu jurus, Bai Lang mengakhirinya dengan sebuah tebasan melintang. Lawannya mundur dan terjatuh dari arena dengan bekas tebasan di bajunya.
"Apa kau mau membunuhku??" Teriaknya dengan nada marah.
"Jika aku mau membunuhmu, maka aku pastikan bukan hanya bajumu saja yang robek..!!" Jawab Bai Lang tenang sambil tersenyum tipis.
Wan Ming dan Chau Li adalah yang paling keras tepuk tangannya ketika Bai Lang di putuskan sebagai pemenangnya, Wu Yi Feng bisa melihat ada rasa bangga di mata kedua sahabatnya, diam - diam Wu Yi Feng juga tersenyum bahagia.
"Bagaimana aksiku???" Tanya Bai Lang ketika telah sampai di tempat sahabat - sahabatnya.
"Dua jempol.." Jawab Chau Li mantab.
"Pastikan kalian juga menang, aku akan membunuh kalian jika sampai kalian kalah di ronde ini..!!" Ancam Bai Lang, yang membuat sahabat - sahabatnya tertawa.
"Saudara Feng, jangan mengurangi kekuatan.." Seru Chau Li, yang dibalas senyuman oleh Wu Yi Feng.
Lawan Wu Yi Feng adalah seorang pemuda berusia satu tahun diatasnya, namun memiliki tinggi badan yang jauh diatas rata - rata. Sebagai perbandingan saja, saat ini tinggi Wu Yi Feng adalah 180 Cm, tinggi yang sangat ideal bagi pendekar, tapi tinggi Wu Yi Feng hanya sedada pemuda yang menjadi lawannya.
"Aku mendengar banyak rumor tentangmu, salah satunya tentang pembunuhan di hutan ketika tes masuk, tapi setelah berhadapan denganmu langsung, aku rasa rumor itu terlalu dilebih lebihkan.." Sindir pemuda yang mempunyai tinggi lebih dari dua meter tersebut.
"Kau akan mengerti rumor tersebut benar atau tidak, setelah pertandingan ini.." Balas Wu Yi Feng dengan tatapan yang sangat dingin.
WUSSSSHHHHH...
BUUGGGGHHHH...
Wu Yi Feng melesat cepat dan menarik pedang kayu nya, tanpa babibu lagi ia menyerang lawannya secara beruntun.
Ia memang bertekad tidak akan menggunakan sedikitpun tenaga dalam dan hanya mengandalkan kekuatan fisiknya saja dalam ujian kali ini, sekaligus melihat sejauh mana fisiknya berkembang setelah latihan keras yang telah ia jalani selama enam bulan terakhir.
"Kau curang, aku bahkan belum bersiap..!!"
"Bersiap? Kau pikir lawanmu akan menunggumu bersiap di pertarungan yang sesungguhnya??" Ledek Wu Yi Feng sembari mempersiapkan jurus penghabisan.
"Kurang ajar..!!!" Sebuah bogem mentah dilesatkan lawannya, Wu Yi Feng menunduk dan menebas lengan bagian dalam lawannya lalu bergerak berputar untuk menebas punggung lawan yang terbuka lebar dengan sangat keras.
"Arrrrggghhhh.." Teriak kesakitan sang lawan mengakhiri pertarungan, terlihat bilur biru melintang di sepanjang punggung akibat tebasan Wu Yi Feng.
Para penonton begidik ngeri melihatnya, sedangkan ketua sekte Lin Zhun tersenyum penuh arti.
"Menarik.. Sungguh menarik.." Bisiknya Lirih.
"Kau menghabisinya terlalu cepat saudara Feng.." Celoteh Wan Ming yang merasa tidak puas karena kehilangan tontonan menarik secepat itu.
"Kalau begitu, cobalah bertahan sedikit agak lama ketika nanti kita bertemu.." Jawab Wu Yi Feng sambil tersenyum.
"Wahhh ini tantangan terbuka.." Bai Lang mencoba memanas manasi suasana.
"Hahaha.. Aku tunggu saudara Feng.." Ucap Wan Ming dengan senyum kecut.
Sontak saja semua yang disana tersenyum mendengar nada bicara Wan Ming.
Wang Fei Lin naik arena setelah pertandingan Wu Yi Feng, gadis cantik itu sama sekali tidak kesulitan mengalahkan lawannya.
Pertandingan - pertandingan selanjutnya tak kalah seru, keempat sahabat Wu Yi Fenh semuanya maju ke babak selanjutnya, dan karena hari sudah menjelang petang, maka ujian kenaikan tingkat akan dilanjutkan keesokan harinya.
Setelah mengisi perut, Wu Yi Feng ijin kembali kekamar terlebih dahulu untuk beristirahat, dan dalam perjalanannya ke kamar ia melihat sosok yang pernah ia jumpai ketika ia masih kecil, sosok itu berdiri dalam diam didepannya sebelum akhirnya bergerak tanpa terlihat dan melewatinya dengan cepat sambil berbisik,
"Aku menunggumu di puncak turnamen..!!!"
Wu Yi Feng segera berbalik , tapi sosok itu telah menghilang bagaikan ditelan bumi. Ada rasa gemetar di dalam dirinya, bukan gemetar karena takut, tapi lebih ke penasaran. Wu Yi Feng menutup matanya dan tersenyum simpul, seolah menerima tantangan yang dilontarkan oleh sosok misterius itu.