The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Lelang Pusaka



Wu Yi Feng menuntun kudanya dan pergi menjauh dari desa, meskipun saat ini hari masih petang namun rentetan kisah yang terjadi membuat pemuda itu lelah, ia ingin segera sampai di sekte dan beristirahat.


"Tuan tunggu..." Xiao Wei si siluman kecil terbang dengan cepat menuju kearah Wu Yi Feng dan mencegatnya.


"Ada apa lagi??"


"Tunggu.. Kau mau kemana tuan??"


"Bukan urusanmu.. Minggir.." Jawab Wu Yi Feng dengan nada cuek.


"Tidak mau, bagaimanapun kau telah membantuku membalaskan dendam.. Setidaknya biarkan aku membalas kebaikanmu.."


"Tidak perlu.." Wu Yi Feng terus berjalan, Xiao Weo tidak patah arang, gadis itu terus mengikuti Wu Yi Feng dari belakang.


"Sampai kapan kau akan mengikutiku..??"


Gadis itu berlari kedepan Wu Yi Feng sambil tersenyum, "Aku sudah putuskan, mulai hari ini aku akan mengikutimu selamanya..!!!"


"Gila..." Jawab Wu Yi Feng sambil terus berjalan.


"Aku serius tuan.. Aku janji tidak akan mengganggumu.."


Wu Yi Feng berhenti, ia memandang tajam kearah Xiao Wei, "Jelaskan padaku, bagaimana bisa kau mengikutiku tanpa mengganggu ku??"


"Ehh.. Itu.. Aku bisa tinggal di salah satu pusakamu.. Contohnya pedangmu.. Aku yakin itu pusaka hebat.. Aku bisa jadi roh penjaga pusaka.." Jelas Xiao Wei.


"Lupakan.." Wu Yi Feng kembali berjalan, tanpa ia sadari Xiao Wei mulai menitikkan air mata.


"Aku hanya ingin membalas kebaikanmu tuan, karena selain kakakku hanya tuan yang baik padaku.." Gumam Xiao Wei.


Wu Yi Feng yang mendengar hal tersebut kembali berhenti, hatinya mulai tersentuh juga. Pemuda itu berbalik dan memanggil siluman kecil.


"Xiao Wei, kesinilah.."


"Kau boleh mengikutiku, tinggalah didalam cincin ruangku, didalamnya ada sebuah dimensi tersendiri.. Bertapalah yang baik didalamnya dan jangan pernah kau keluar kecuali aku perintahkan..!!!" Seru Wu Yi Feng.


"Serius?? Baiklah tuan.. Xiao Wei akan belajar dengan giat di dalamnya.."


"Apa yang kau tunggu??" Wu Yi Feng memandangi Xiao Wei yang mematung di hadapannya.


"Tuan belum memberikan segel kepadaku.." Ucapnya dengan nada sedikit manja.


"Segel kontrak jiwa? Lupakan.. Kau tetap siluman bebas.." Jawab Wu Yi Feng.


"Tuan kesini sebentar.." Xiao Wei melambaikan tangan meminta Wu Yi Feng menunduk karena memang tinggi Xiao Wei hanya sepundak Wu Yi Feng.


Cuppp...


Xiao Wei memberikan sebuah kecupan di pipi Wu Yi Feng ketika pemuda itu menunduk, dengan senyum bahagia Xiao Wei berubah menjadi bulatan cahaya kecil dan segera masuk kedalam cincin ruang milik Wu Yi Feng.


Wu Yi Feng hanya tersenyum tipis lalu segera menaiki kudanya dan memacunya dengan kecepatan tinggi. Ia menembus gelapnya malam dalam diam, matanya yang tajam sanggup melihat di kegelapan malam dengan sangat baik.


Saat pagi menjelang tibalah Wu Yi Feng di sebuah kota kecil, Wu Yi Feng ingat ia pernah mampir kekota tersebut beberapa bulan yang lalu ketika berjalan jalan bersama teman - temannya. Ini berarti sekte pedang langit sudah sangat dekat. Wu Yi Feng memutuskan beristirahat sehari di kota kecil tersebut sebelum akhirnya kembali.


Wu Yi Feng menuntun kudanya begitu mendekati pintu gerbang kota, tidak seperti saat ia kesini dulu, saat ini kota begitu ramai dengan para pendekar, karena penasaran pemuda itu mencoba untuk bertanya pada salah satu penduduk lokal.


"Ahhh.. Anak muda, apakah kau tidak tahu jika Assosiasi Gunung Harta sedang mengadakan lelang pusaka dan juga tanaman obat langka..??"


"Assosiasi gunung harta?? Lalu kapan lelang akan dilaksanakan tuan??"


"Lelang akan dilaksanakan besok, di sanalah lelang akan diadakan.." Penduduk setempat menunjuk sebuah gedung yang cukup besar yang berada tidak jauh dari tempat Wu Yi Feng berada.."


"Kalau begitu saya pamit dulu tuan, terima kasih atas infonya..." Wu Yi Feng memberikan hormatnya sebelum kemudian berjalan kembali menuju ke sebuah penginapan.


"Maaf tuan, kamar kami telah terisi penuh.." Begitu jawaban resepsionis ketika Wu Yi Feng mencoba memesan sebuah kamar. Sudah tiga penginapan didatangi, namun jawaban mereka hampir sama, intinya saat ini seluruh penginapan yang ada di kota tersebut sedang full boked.


Wu Yi Feng bimbang, apakah ia harus melanjutkan perjalanan atau tetap di kota ini untuk mengikuti lelang keesokan harinya.


Saat sedang berpikir, perutnya mulai berbunyi.. Ia lupa jika sedari kemarin malam ia belum makan sedikitpun. Wu Yi Feng segera mencari kedai terdekat dan memesan beberapa menu.


"Wei - wei keluarlah.." Wu Yi Feng berkata dalam hati, saat ini ia berada di sebuah taman yang disediakan oleh walikota setempat untuk menampung pendatang yang tidak kebagian tempat untuk beristirahat.


Seberkas bola cahaya kecil keluar dari cincin ruang, cahaya tersebut makin lama makin membesar dan berubah wujud menjadi sosok gadis cantik.


"Ada apa tuan??"


"Duduklah, luruskan kakimu.." Wu Yi Feng menyuruh Xiao Wei untuk bersandar di sebuah pohon.


Saat ini malam telah menjelang, dikarenakan beberapa hari tidak istirahat Wu Yi Feng segera rebahan dengan kaki Xiao Wei sebagai sandaran kepala.


"Tuan apa yang kau lakukan??"


"Diamlah, aku hanya ingin tidur malam ini, bukankah kalian para siluman tidak butuh tidur??"


"Eh.. Tapi.."


"Sebentar saja, biarkan aku berbaring seperti ini.."


Wu Yi Feng memejamkan matanya, menikmati semilir angin malam, sedangkan Xiao Wei tersenyum dan membelai lembut rambut Wu Yi Feng.


Fajar menyingsing dengan begitu cepatnya, Wu Yi Feng membuka mata dan merasakan tubuhnya segar kembali.


"Terima kasih Wei - wei..." Wu Yi Feng mengulurkan tangannya untuk membantu Xiao Wei berdiri.


"Eh sama - sama tuan.. Baiklah aku akan masuk kembali ke cincin.."


"Tunggu, siapa yang menyuruhmu kembali?? Temani aku ke acara lelang.."


"Menemani tuan??"


"Hmm... Ayo kita cari makan terlebih dahulu.."


"Yeaahhh... Ayooo.." Xiao Wei berbinar binar, senyumnya terus terkembang di sepanjang jalan.


Keduanya menikmati hidangan yang disediakan oleh rumah makan yang ada disana lalu bergegas menuju ke tempat lelang diadakan. Disepanjang perjalanan banyak laki - laki yang merasa iri dengan Wu Yi Feng karena pemuda itu bisa jalan bersama seorang gadis yang sangat cantik seperti Xiao Wei.


"Duduklah.." Wu Yi Feng mempersilahkan Xuao Wei untuk duduk di sebuah kursi yang ia sediakan, sedangkan ia sendiri duduk di sampingnya.


Tak lama kemudian acara lelang pun dimulai, seorang pria setengah baya berbicara diatas panggung membawakan acara dan menjelaskan semuanya sebelum satu persatu benda lelang dikeluarkan.