The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Sebuah Tekad Yang Kuat



Entah kenapa Wu Yi Feng merasakan ketakutan di mata mereka, seakan akan mereka semua baru saja mengalami sesuatu yang mengerikan.


"Tuan, kami hanyalah orang biasa.. Kami tidak mau sama sekali berurusan dengan dunia beladiri jadi bisakah kalian segera pergi dari sini??" Ucap sosok lelaki tua yang menghampiri mereka ketika keduanya sedang beristirahat dan memesan makanan di kedai.


"Baiklah, kami akan segera pergi setelah ini.." Jawab Wu Yi Feng sambil tersenyum.


"Terima kasih tuan.." Lelaki tua itu memberikan penghormatan sebelum pergi dan membiarkan keduanya menyantap hidangan.


"Guru, sebenarnya ada apa??"


"Entahlah, tapi lebih baik kita segera pergi.. Lekas habiskan makananmu.." Wu Yi Feng menatap kepergian lelaki tua yang baru saja memperingatkan mereka dengan raut wajah keheranan.


"Karena hari ini kita tidak menemukan penginapan, maka terpaksa sekali lagi kita harus tidur beralaskan tanah dan berselimutkan bintang - bintang.." Seru Wu Yi Feng puitis.


"Sama sekali tidak masalah guru.." Jawab Xiao Chen cepat.


Baru saja kedunya hendak beristirahat ketika sebuah gelombang energi menghantam tempat mereka dengan begitu keras..


BOMMMMMMMM....


Untungnya Wu Yi Feng memiliki reflek yang sangat baik sehingga ia sempat menarik Xiao Chen untuk menjauh dari tempat tersebut, jika sampai Wu Yi Feng telat sepersekian detik saja Xiao Chen bisa jadi sudah tewas saat ini.


"Uhukk.. Uhukkk.. Guru apa yang sebenarnya terjadi??" Tanya Xiao Chen yang keheranan.


"Entahlah, aku juga tidak merasakan aura membunuh sama sekali.." Wu Yi Feng menajamkan penglihatannya karena hampir seluruh tempat itu tertutup asap akibat ledakan barusan.


Ketika asap mulai menipis, terlihatlah dua sosok hewan setinggi dua meter lebih. Hewan tersebut mempunyai sosok menyerupai serigala namun jauh lebih besar dan ada antena di kepalanya yang berbentuk menyerupai daun berwarna kuning kemerahan.


"Tidak mungkin.. Bukankah ini adalah Serigala Daun??" Wu Yi Feng mencoba mengamati lebih seksama, karena dihadapannya kini berdiri sosok yang selama ini hanya ada di buku 1000 pengetahuan miliknya.


Serigala daun bukanlah termasuk golongan siluman, bukan juga binatang biasa, melainkan termasuk kedalam golongan Hewan Iblis. Ada berbagai macam hewan iblis, namun mereka semua sudah lama menghilang dari dataran bumi tengah.


"Bukankah semua hewan iblis telah terbunuh oleh kelima hewan suci??" Batin Wu Yi Feng sambil mempersiapkan kuda - kudanya, sedangkan Xiao Chen yang melihat gurunya bersiap juga turut bersiap dengan mengeluarkan pusakanya tombak naga langit.


"Chen Chen mundurlah, mereka bukanlah lawan yang saat ini bisa kau hadapi.." Seru Wu Yi Feng tanpa mengalihkan pandangannya dari dua hewan iblis serigala daun.


"Tapi guru, aku ingin membantu.." Bantah Xiao Chen sungguh - sungguh.


"Bantulah aku dengan cara menjauh dari tempat ini, ini perintahku sebagai gurumu..!!!" Tegas Wu Yi Feng dengan penekanan di kalimat Perintah.


Xiao Chen menatap sejenak wajah gurunya sebelum kemudian ia mundur dan mengambil jarak yang lumayan jauh dari gurunya. "Guru, kau kuat.. Aku percaya kau bisa mengalahkan kedua anjing jelek itu.." Gumam Xiao Chen dalam hati.


"Graaaaoooorrrrrr..."


Salah satu dari dua serigala daun melompt untuk menerkam Wu Yi Feng dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata orang normal, dengan kuku cakarnya yang sekeras besi dan juga tajam, serigala daun mulai menyerang.


"Aku tahu siasat kalian, tapi maaf untuk malam ini kalianlah yang termakan siasat kalian sendiri.." Wu Yi Feng tersenyum dingin, setelah beberapa waktu mundur dan menghindari serangan dari salah satu serigala daun sambil memperhatikan gerak gerik serigala daun yang satu lagi, Wu Yi Feng mulai mengambil gerakan untuk menyerang.


"Xiao Chen bersiap...!!!" Teriak Wu Yi Feng karena menyadari jika serigala daun yang satu lagi berlari menghampiri muridnya.


"Celaka..." Batin Wu Yi Feng, ia segera menyalurkan Qi ke kedua lengannya dan mulai menghajar serigala daun dengan serius. Wu Yi Feng melompat sambil menghindari cakaran serigala daun, kemudian dengan cepat Wu Yi Feng melancarkan pukulan secara bertubi - tubi.


BLAAAAMMMMMMM..


BLAAAAMMMMMMMM...


BLAAAAAARRRRRR...


Serigala daun menggelepar kesakitan dan sempat meraung sebelum akhirnya tewas, tanpa menunggu lama ia segera melesat ke tempat Xiao Chen berada, dimana disana ia melihat bocah tersebut sedang bertahan mati - matian dari serangan serigala daun.


Wu Yi Feng sudah hendak membantu ketika ia menatap ke dalam kedua mata Xiao Chen, Wu Yi Feng bisa melihat sebuah kekuatan tekad disana. Tanpa terasa pemuda tampan itu tersenyum, ia menghentikan langkahnya dan memilih untuk menjadi penonton.


Wu Yi Feng tahu jika saat ini Xiao Chen hanya ingin sebuah kepercayaan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu dan bisa, sebagai gurunya ia hanya bisa memberikan kesempatan tersebut.


SLAAASSSHHHHH..


Cakaran serigala daun mengenai lengan kiri Xiao Chen, bocah berusia sembilan tahun itu meringis kesakitan tapi luka tersebut sama sekali tidak menyurutkan tekad dan kemauannya. Dengan tombak naga langit serta tiga lingkaran tenaga dalam, Xiao Chen mulai menyusun serangan.


Xiao Chen berkelit, ia menghindari serangan cakar dari serigala daun. Lalu secepat mungkin melakukan serangan balik menggunakan tombak naga langit yang kini telah menjadi tombak kembar dengan rantai sebagai penghubungnya.


SWOSSSSSHHHHH...


Xiao Chen melepaskan serangan, tombak naga langit melesat cepat kearah serigala daun, namun serangan tersebut masih bisa dipatahkan. Tak berhenti sampai disitu saja, Xiao Chen kembali menyarang, kali ini ia tidak lagi menjaga jarak melainkan malah memangkas jarak hingga jarak antara dirinya dengan serigala daun hanya tinggal beberapa langkah saja.


Xiao Chen menahan serangan cakar dari serigala daun dengan salah satu sisi timbak naga langit, dan dengan sisi yang lain ia mulai menyerang.


JLLLEEEEEBBBBBB...


Salah satu kaki serigala daun terkena serangan Xiao Chen, tombak naga langit menancap sedalam mungkin, lalu ketika serigala daun hendak berontak Xiao Chen membelitnya dengan rantai dan kembali menancapkan ujung tombak naga langit yang tersisa ke kaki serigala daun.


BLAAAAMMMMMM..


Serigala daun roboh dan meronta ronta ditanah, Xiao Chen tidak melepaskan kesempatan ini, bocah laki - laki tersebut melompat dan menaiki serigala daun lalu menghujamkan pukulan bertubi - tubi di hidung serta mata serigala daun.


BLAAAARRRRRR...


Xiao Chen mengakhiri hidup serigala daun dengan satu serangan tapak yang menggunakan seluruh tenaga dalamnya, bocah itu terengah engah dan terjatuh dari atas tubuh serigala daun, dengan sigap Wu Yi Feng memapah tubuh Xiao Chen dan membaringkannya di tanah.


"Kau berhasil.." Ucap Wu Yi Feng disertai sebuah senyuman.


"Benarkah?? Hehehe.. Aku capek guru.." Xiao Chen yang kehabisan energi lagsung terlelap sedangkan Wu Yi Feng memotong motong kedua serigala daun, mengambil mustikanya dan menyimpannya di cincin ruang sebelum akhirnya ia mengobati luka di lengan kiri Xiao Chen.