The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Kudeta III



Siluman kepiting menyerang secara membabi buta begitu kehilangan salah satu lengannya, amarahnya terlihat jelas, membuat serangannya hanya membelah angin.


"Apakah kamu lupa, jika amarah adalah salah satu lawan dari seorang pendekar..." Ucap Wu Yi Feng yang sudah merengsek maju dan menempelkan telapaknya di tubuh siluman kepiting.


"Teknik Naga, Telapak Pengancur Tulang..."


BLAAAAARRRRRRR...


Tubuh siluman kepiting yang terkenal sangat keras itu terdorong kebelakang dengan suara yang cukup mengerikan, Wu Yi Feng memang mengumpulkan Qi cukup banyak untuk serangan tersebut.


Tanpa menunggu lawannya bangkit, Wu Yi Feng segera berlari menghampiri, namun ketika ia hendak memberikan serangan penghabisan, ia mendengar teriakan Shen Liang.


"Arrrrrggghhh..."


Tubuh Shen Liang menjadi bulan bulanan kedua siluman yang menjadi lawannya, mengetahui hal tersebut membuat Wu Yi Feng mengalihkan targetnya. Pemuda itu melesat dengan cepat kearah Shen Liang berada.


"Seni Phoenix, Sang Phoenix Membakar Nirwana..."


Wu Yi Feng segera menyemburkan gelombang api yang membuat kedua siluman tersebut mundur sejauh mungkin. Kesempatan tersebut Wu Yi Feng manfaatkan untuk menolong serta mengobati Shen Liang.


"Bagaimana kondisimu saudara Liang??" Tanya Wu Yi Feng sambil menyalurkan Qi kedalam tubuh Shen Liang.


"Pernah lebih baik dari ini.." Jawabnya seraya meringis kesakitan.


"Bertahanlah, biar aku yang melawan mereka..!!"


"Maaf sudah menjadi beban bagimu.." Shen Liang menepi, sedangkan Wu Yi Feng telah siap dengan jurus Phoenix nya.


Siluman kelinci taring bengkok dan juga siluman tikus ekor hitam yang menjadi lawan Shen Liang terpaksa mundur karena tak ingin menjadi siluman panggang.


Kedua siluman yang baru berumur 300an tahun itu memang terkenal akan kecepatannya, dengan bersenjatakan kuku yang tajam keduanya menjadi partner terbaik di dunia siluman.


Wu Yi Feng mempersiapkan jurusnya, kuda - kuda yang ia pilih juga terlihat begitu fleksibel. Siluman kelinci dan tikus ekor hitam pun mulai bersiap melancarkan kembali serangannya.


WUUSSSSHHHHHHH...


Keduanya mengitari Wu Yi Feng sambil mengasah kuku - kuku tajam mereka, sedangkan Wu Yi Feng berkonsentrasi penuh memperhatikan pergerakan mereka.


SLAAAASSSSSSHHH...


SLAAAAASSSSSSHHHHH...


Serangan itu datang juga, teknik cakar yang diperkuat oleh unsur angin membuat daya hancurnya semakin bertambah. Hingga dalam waktu singkat saja pakaian Wu Yi Feng telah terkoyak di beberapa tempat, bahkan kulitnya juga mulai terlihat goresan disana sini.


Teknik langkah petir menyelamatkan Wu Yi Feng, pemuda itu bergerak kekanan dan kekiri untuk menghindari serangan kedua siluman yang begitu masif.


Hingga ketika kedua siluman mulai mengendorkan serangan, Wu Yi Feng melesat dengan sangat cepat dan memberikan balasan.


"Teknik Naga, Seni Naga Besi..."


Wu Yi Feng melapisi kedua tangan dan kakinya dengan Qi dan merubahnya menjadi unsur besi, membuat kedua lengan dan kaki Wu Yi Feng mengeras, dan dengan langkah petir pemuda tersebut mendekat kearah siluman kelinci.


"Teknik Naga, Pukulan Seribu Naga..."


BAAAAMMMMM...


BAAAAMMMMMM...


BAMMMMMMMMMM...


KRAKKKKKKK...


BANNNNNGGGGG...


BLAAAAARRRRRR....


Terdengar suara tulang yang patah ketika siluman kelinci hendak menahan serangan Wu Yi Feng, tendangannya yang mengenai tulang rusuk secara telak membuat siluman kelinci harus terdorong kebelakang dengan sangat keras hingga membentur tembok.


Selesai dengan siluman kelinci, Wu Yi Feng mulai mengincar siluman tikus ekor hitam yang daritadi hanya bergidik ngeri melihat rekannya dihajar habis - habisan oleh Wu Yi Feng.


Sementara itu, ratu siluman juga berhasil mengalahkan dan memenggal kepala salah satu dari ketiga lawannya. Ratu ular yang terkenal cantik itu pun berubah menjadi ganas dan mengerikan.


Kini tinggal tiga siluman yang tersisa, keadaan itu mau tidak mau membuat siluman kerbau tanduk api menjadi was - was.


"Cihhh.. ternyata memang harus menggunakan cara itu..." Siluman kerbau tanduk api mengeluarkan tiga pil berwarna hitam kemerahan, pil tersebut mengeluarkan aura gelap yang pekat begitu dibuka dari wadahnya.


"Ambil dan langsung makan pil ini.." Seru siluman kerbau sambil melemparkan masing - masing 1 pil ke arah siluman tikus dan juga siluman gurita.


Ketiganya langsung memakan pil tersebut dalam waktu bersamaan, keanehan mulai menyelimuti ketiganya begitu pil itu tertelan.


Aura jahat mulai memenuhi udara, membuat perasaan menjadi tidak enak, bahkan Wu Yi Feng sampai gemetar karenanya.


"ARRRRGGGGGHHHHH....."


Tubuh ketiganya terangkat keatas, dengan disertai lolongan kesakitan yang luar biasa keras ketika asap hitam mulai membungkus mereka. Cahaya Hitam mulai menerobos melalui asap pekat, dan tak lama kemudian sesuatu yang mengerikan terjadi.


Tubuh ketiganya berubah, mereka tak lagi bisa disebut siluman, karena wajah mereka begitu mengerikan, otot - otot mencuat disekeliling tubuh mereka dan disertai dengan tenaga dalam yang meluap luap.


Kemampuan serta fisik mereka telah ditempa dan ditingkatkan sampai pada tahapan yang begitu mengerikan hanya dalam waktu sekejap, siluman tikus yang tadinya ketakutan, kini tersenyum sinis kearah Wu Yi Feng, lalu dengan kecepatan yang tidak lagi bisa dilihat, siluman tersebut sudah berada tepat di hadapan Wu Yi Feng.


BLAAAAMMMMMMM...


Tubuh Wu Yi Feng terpental jauh kebelakang karena pukulan dari siluman tikus, darah keluar begitu banyak dari mulut pemuda tersebut. Belum juga Wu Yi Feng bangkit, ketika siluman tikus sudah berada tepat di hadapannya.


"Teknik Naga, Langkah Petir..."


Wu Yi Feng berniat melompat mundur dengan jurus langkah petir, namun siluman tikus lebih cepat, ia menangkap pergelangan kaki Wu Yi Feng lalu membantingnya ke tanah dengan sangat keras.


BLAAAARRRRRRR...


"Arrrrggggghhhhhhhh...."


Wu Yi Feng berteriak kesakitan, ia bisa merasakan jika tulang - tulangnya banyak yang patah, belum lagi organnya yang rusak karena serangan dari siluman tikus.


BLAAAAAMMMMMMM...


Wu Yi Feng menghindar di waktu yang tepat ketika siluman tikus hendak menginjak punggungnya, pemuda itu memaksakan dirinya untuk berdiri. Meskipun tubuhnya bisa beregenerasi dengan cepat, namun tetap saja semua serangan yang ia rasakan memberikan dampak dan rasa sakit yang luar biasa.


"Hahh.. Hahh.. Hahhh..." Napas Wu Yi Feng memburu, sambil menahan rasa sakit pemuda tersebut mencoba mengumpulkan Qi kembali, sedangkan siluman tikus ekor hitam sudah bersiap untuk menyerang kembali.


WETTTT...


SEEETTTT...


Wu Yi Feng berkelit ketika serangan dari siluman tikus kembali datang, pemuda itu mencoba bertahan dan menghindar sebisanya karena kecepatan dari siluman tikus jadi begitu mengerikan setelah memakan pil hitam misterius.


Baju Wu Yi Feng compang camping dihajar oleh siluman tikus, serangan cakarnya pun sudah memberikan luka gores yang cukup banyak pada tubuh Wu Yi Feng. Dengan darah segar yang sudah keluar cukup banyak Wu Yi Feng tetap bertahan, hingga ketika siluman tikus hendak memberikan serangan penghabisan, Shen Liang melesat dan kembali datang untuk membantu.