
"Terima kasih..."
"Terima kasih?? Untuk apa??"
"Kamu bisa saja membuat teman kami terluka jauh lebih parah, tapi kau hanya membuatnya kehilangan kesadaran..."
"Kau salah paham, aku tidaklah sebaik itu.."
"Aku kesini hanya ingin mengucap hal itu, satu lagi.. Aku sangat berharap bisa bertemu dan berhadapan denganmu..!!" Wu Yi Feng berlalu pergi, membiarkan Shen Liang sendirian di sebuah halaman belakang dari sekte pedang langit.
Satu hari berlalu kembali, semi final dan juga final ujian kenaikan tingkat akhirnya diselenggarakan juga, Bai Lang mendapatkan undian untuk melawan Shen Liang di pertandingan hari ini, sedangkan Wu Yi Feng sendiri mendapatkan lawan yang tidak terlalu kuat hingga dengan mudah ia megalahkan lawannya sekaligus memastikan satu tiket ke babak final.
"Saudara Feng, tunggu aku difinal.." Seru Bai Lang sebelum berjalan menuju arena.
"Tunggu saudara Bai..."
"Berhati hatilah, dia jauh lebih hebat dari yang terlihat.." Ucap Wu Yi Feng mencoba memperingatkan sahabatnya sambil menatap tajam kearah Shen Liang yang sudah bersiap di atas arena.
"Aku mengerti.." Jawab Bai Lang sambil menepuk pundak Wu Yi Feng dan berlalu pergi menuju arena.
"Feng Gege.. Maafkan aku karena sudah kalah melawannya.." Ucap Wang Fei Lin dengan wajah sedih.
"Lupakan.. Dia memang bukan tandinganmu.." Jawab Wu Yi Feng.
Di arena kini telah bersiap Shen Liang dan juga Bai Lang, mereka berdua saling menatap, memberi hormat dan mulai mempersiapkan jurus. Bai Lang melesat dan mencabut pedangnya dengan sangat cepatnya, namun Shen Liang bukannya menghindar tapi malah menahan serangan Bai Lang dengan mudahnya.
Keduanya kemudian mulai saling bertukar serangan, dari sejak awal pertandingan Wu Yi Feng bisa melihat perbedaan kekuatan yang begitu kentara antara Bai Lang dan Shen Liang.
"Hahhh... Hahhh.. Haahhhh.." Napas Bai Lang semakin memburu setelah bertukar ratusan jurus, sedangkan Shen Liang masih terlihat teratur.
"Apa kau benar - benar buta...???" Tanya Bai Lang yang mulai merasa bahwa tidak mungkin dirinya bisa dibuat kerepotan oleh orang yang tidak bisa melihat.
"Apakah ada keuntungan jika aku berbohong??" Jawab Shen Liang.
"Hahahaha... Sepertinya aku memang kurang berlatih akhir - akhir ini.." Bai Lang mengutuk dirinya sendiri sebelum mempersiapkan kuda - kuda untuk melancarkan serangan terkuatnya.
"Mari kita selesaikan dalam satu serangan..!!" Seru Bai Lang sambil melesat cepat kearah Shen Liang.
BLAAAAMMMMMM...
Dua tenaga dalam yang saling beradu menghasilkan sebuah suara yang cukup keras serta angin yang berhembus kencang.
"Kaaauuu.. Menang.." Bai Lang kehilangan kesadaran dan roboh sesaat kemudian dengan luka melintang didada, beruntung Shen Liang hanya menggunakan sarung pedangnya, jika saja ia memilih untuk memakai pedangnya secara langsung, bisa dipastikan Tubuh Bai Lang sudah terbelah menjadi dua.
Tubuh Bai Lang yang ambruk di arena segera dibopong oleh tabib untuk diberikan pertolongan pertama, sedangkan Shen Liang bergegas turun dari atas arena dan seperti biasanya menghilang dari keramaian secara misterius.
Sementara itu di tribun atas, tepatnya di daerah tempat duduk Wu Yi Feng dan teman - temannya terjadi keriuhan yang cukup memekikkan telinga karena Chau Li dan juga Wan Ming emosi dan tidak terima dengan kekalahan Bai Lang, sedangkan Wang Fei Lin menutup mulutnya dengan tangan agar tidak berteriak.
"Saudara Feng, berjanjilah kau akan mengalahkannya..!!" Seru Chau Li sambil menatap Wu Yi Febg dengan penuh harap.
Pertandingan final akan digelar satu jam lagi, para penonton menggunakan waktunya untuk menyantap hidangan, sedangkan ketua sekte sedang tidak tenang karena menunggu kedatangan sang pendekar elang emas di tempat kerjanya.
"Tokk.. Tokk..." Suara ketokan pintu dari luar membuat Lin Zhun terperanjat, pria yang sudah berusia lanjut itupun bergegas membuka pintu, dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Xun JeHa, sang pendekar elang emas sudah berada di depan pintu.
"Ahhh.. Akhirnya anda datang juga, masuklah tuan.." Lin Zhun terlihat sangat senang sekali, wajahnya berbinar binar dan bibirnya tertarik keatas.
"Maaf jika aku terlambat.." Ucap Xun JeHa yang hari ini memakai setelan baju berwarna biru muda, baju yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi, dan dipadukan dengan aura dewa miliknya membuatnya terlihat sangat berwibawa, bahkan melebihi kharisma seorang kaisar.
"Tidak.. Tidak.. Anda tidak terlambat tuan, justru anda datang lebih awal.." Jawab Lin Zhun yang merasa salah tingkah berada di satu ruangan yang sama dengan seorang legenda.
"Usia kita terpaut jauh, tapi anda sama sekali tidak menua, bahkan terlihat makin tampan, sedangkan aku sudah terlihat sangat tua. Ini sudah menunjukkan perbedaan kekuatan kita yang sangat jauh.." Ucap Lin Zhun mencoba membuka obrolan sambil menuangkan teh kualitas terbaik.
"Kau terlalu merendah, saat ini bukankah kau adalah salah satu dari sepuluh pendekar terhebat di kekaisaran Song??"
"Ahhhh... Berita itu terlalu dibesar besarkan.. Kekuatanku yang sekarang belum bisa dibilang hebat.." Balas Lin Zhun sambil memainkan jenggot putihnya yang panjang.
Setelah ngobrol panjang lebar selama kurang lebih lima belas menit, dengan ditemani Lin Zhun, Xun JeHa menuju ke arena. Di sepanjang jalan semua wanita yang melihatnya tak bisa memalingkan pandangan.
Wajah tampan ditambah aura hangat dan menenangkan yang terpancar dari dalam diri Xun JeHa membuat semua wanita tak berkedip, bahkan tak sedikit yang menjerit histeris.
"Itukah pendekar dalam legenda, Xun JeHa??" Seru Wang Fei Lin, membuat Wu Yi Feng langsung menoleh seketika dan menajamkan penglihatannya begitu rombongan Xun JeHa dan juga ketua sekte sampai di arena pertandingan.
Entah perasaan Wu Yi Feng saja atau memang pendekar elang emas tersenyum ketika menatapnya.
"Tampannya.." Bisik Wang Fei Lin lirih...
"Sangat kuat... Bahkan tubuhku seolah olah membeku ketika menatapnya..." Batin Wu Yi Feng sambil menyatukan kedua alisnya.
"Karena anda sudah datang, bagaimana jika pertandingan final kita mulai..??" Tanya ketua sekte kepada Xun JeHa.
"Silahkan.." Jawab Xun JeHa sambil tersenyum.
GOOOONNNGGGGGGG...
Bunyi suara gong ditabuh menandakan bahwa pertandingan akan segera dilanjutkan, tingkat tiga akan memulainya dan ditutup dengan pertandingan final tingkat empat.
Wu Yi Feng bersiap siap, pedang penari malam pun telah tergenggam erat di tangan kirinya. Pemuda berusia 14 tahun itu turun dari tribun dan berjalan menuju arena dengan tatapannya yang tajam.
Sementara itu Shen Liang sudah menunggunya diatas arena, pemuda yang buta matanya itu mendengarkan langkah kaki Wu Yi Feng dengan seksama, hingga akhirnya Wu Yi Feng memasuki arena.
Angin mulai berhembus dengan kencang begitu kedua pemuda itu berada diatas arena, bahkan para penonton pun bisa merasakan jika tekanan udara mulai berubah menjadi lebih berat.
"Saudara Feng, kau harus menang..!!!" Seru Bai Lang sambil mengepalkan tangannya.
"Berjuanglah Feng gege.."
"Keluarkan semua kekuatanmu saudara Feng.."