The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Terlambat



Wu Yi Feng sengaja tidak mau turun tangan untuk membantu, karena bagaimanapun ia adalah pihak luar dan saat ini ia juga masih belum sepenuhnya paham diantara dua pihak ini mana yang harus ia bela.


"Kalian mundurlah, biar aku yang mengatasi pengacau ini..." Ucap sosok pendekar yang mempunyai badan tinggi besar dan merupakan pemimpin para pendekar.


Pendekar tersebut memainkan rantai sebagai senjatanya, bisa terlihat jika sosok misterius berbaju putih juga mulai mempersiapkan kuda - kuda jurusnya.


SWOOOSSSSSHHHHHH...


"Terimalah kematianmu...!!!" Rantai yang menjadi senjata dari pendekar tinggi besar tersebut dengan cepatnya melesat dan seolah olah memiliki mata, rantai tersebut mampu menghindari setiap terjangan jurus pedang lawannya.


"Hahahaha...Jurus belenggu neraka tidak akan bisa dihentikan hanya dengan jurus pedang murahan seperti itu.."


Melihat orang yang hendak menyelamatkannya terdesak dan terluka parah, akhirnya Wu Yi Feng tak tahan juga untuk tidak ambil tindakan. Tanpa diketahui oleh siapapun, pemuda itu melepaskan diri dari belenggu rantai yang sedari tadi mengurungnya, lalu dengan cepat membawa sosok misterius tersebut mundur tepat sebelum ujung rantai yang berbentuk bulat padat itu menghantam tubuhnya.


BLAAAAMMMMM....


Tanah tempat mereka berpijak sedetik tadi kini telah hancur dan berlubang, Wu Yi Feng menarik pergi sosok misterius penolongnya di waktu yang tepat.


"Kamu tidak apa - apa?? Bagaimana keadaanmu??" Tanya Wu Yi Feng.


"Pastinya akan jauh lebih baik jika kau bertindak dari awal.." Jawab sosok tersebut dengan nada kesal.


"Sudahlah, yang terpenting kau masih hidup saat ini.. Selanjutnya biar aku yang tangani..."


Wu Yi Feng menggulung lengan bajunya hingga terlihatlah lengan kekar yang dipenuhi oleh tonjolan otot, pemuda itu segera memenuhi seluruh tubuhnya dengan Qi, hingga tercipta pusaran angin di sekelilingnya.


"Oh.. Rupanya kau bisa melepaskan diri dari jeratan rantaiku ketika aku lengah.." Sergah pemimpin pendekar.


"Cukup bicaranya, ayo selesaikan semuanya secepat mungkin..!!!"


"Hahahahaha... Bocah banyak bacot.. Semuanya serang dia.. Yang berhasil membunuhnya akan aku beri hadiah.."


"Siap tuan..!!" Puluhan pendekar maju secara bersamaan, Wu Yi Feng dengan mudah menghindari tebasan pedang serta golok para pendekar, dan melancarkan serangan setiap kali ada celah.


Para pendekar yang terkena pukulan atau tendangan Wu Yi Feng, langsung kehilangan kesadaran seketika karena merasakan sakit yang teramat sangat.


Tak lama kemudian tinggal sosok tinggi besar bersenjatakan rantai yang tersisa melawan Wu Yi Feng, sosok tersebut melongo saat menyadari bahwa seluruh anak buahnya telah terkapar di tanah.


"Kau... Sihir apa yang kau pakai??"


"Kau akan mengetahui setelah merasakannya..!!" Seru Wu Yi Feng yang merengsek maju dengan tangan terkepal.


BANGGGG....


BAAANNNGGGGG...


BAAANNNNGGGG...


Pukulan Wu Yi Feng beradu dengan rantai milik lawannya yang hancur seketika ketika bertemu dengan tinju Wu Yi Feng.


"Tidak mungkin.. Rantaiku dibuat khusus, tak mungkin hancur dalam sekali pukul.."


"Mungkin saja, karena aku telah melatih tubuhku hingga menjadi jauh lebih keras dibandingkan logam.." Jawab Wu Yi Feng.


"Sekarang bersiaplah bertemu dengan penjaga neraka.." Wu Yi Feng membuat kedua lengannya membara hingga suhu di sekitar terasa panas.


"TIDAAAKKKKKK..."


BLLLAAAAMMMMMM...


Wu Yi Feng menyelesaikan pertarungannya dalam sekali serangan, lalu tanpa menunggu lagi ia segera membopong tubuh sosok misterius yang kini masih terluka parah.


"Aku harus melepas pakaianmu supaya bisa melihat separah apa lukamu.." Ucap Wu Yi Feng.


"Jangan macam - macam..!!! Aku akan bunuh diri jika kau sampai melakukan hal tersebut." Seru sosok misterius yang kini mencoba mengancam Wu Yi Feng dengan menodongkan pisau ke lehernya.


"Jangan berpikir yang aneh - aneh, aku tahu kau adalah seorang wanita, dan jika aku mau.. Aku bisa saja melakukannya dari tadi..!!! Sekarang diamlah dan ikuti kata - kataku.."


"Kau... Sejak kapan kau tahu??"


"Apa itu penting?" Wu Yi Feng membuka penutup wajah terlebih dahulu, hingga terlihatlah wajah seorang gadis yang cantik di baliknya. Wajah gadis tersebut putih bersih dengan bibir yang berwarna merah merona dan rambut panjang lurus.



"Berbaliklah.." Wu Yi Feng mulai membuka perlahan pakaian gadis tersebut dan nampaklah lebam dan luka menghiasi punggung putih mulus gadis tersebut.


"Siapa namamu??" Wu Yi Feng mengolesi punggungnya dengan salep penyembuh sambil memberikan pijatan ringan untuk mengembalikan tulang yang bergeser ke tempatnya semula.


"Arrrggghhhh... Na.. Namaku Zhou Mei Lan...." Jawab gadis itu sambil meringis menahan sakit.


"Marga Zhou?? Jika tebakanku tidak salah, kau pastilah putri dari paman pemilik penginapan.." Ujar Wu Yi Feng.


Zhou Mei Lan tidak bersuara, hanya sebuah anggukan pelan yang ia berikan sebagai sebuah jawaban.


"Sudah, sekarang berbaliklah.. Biarkan aku melihat luka di tubuh bagian depanmu.."


Zhou Mei Lan berbalik, dengan pisau yang ia genggam erat, seolah mengatakan bahwa ia siap menyerang kapan pun ketika ia merasa bahwa kesuciannya terancam.


"Sudah kubilang, jika aku mau.. Kau pun tak kan kuasa untuk menghentikanku.." Ucap Wu Yi Feng yang kali ini disertai dengan sebuah tatapan tajam.


Tatapan keduanya bertemu, tangan yang menggenggam pisau itupun turun dan melemah, antara percaya atau pasrah, gadis itu menutup matanya dan berharap semua ini segera berakhir.


Wu Yi Feng mulai menurunkan baju Zhou Mei Lan, kini yang tersisa hanya lilitan kain yang menutupi dadanya. Wu Yi Feng bisa melihat banyak luka lebam dan juga goresan yang untungnya tidak terlalu dalam.


Secara perlahan pemuda itu mengoleskan salep penyembuh secara menyeluruh, lalu memakaikan kembali pakaian Zhou Mei Lan setelah ritual penyembuhan selesai.


"Beristirahatlah, aku akan berjaga di mulut goa.." Ucap Wu Yi Feng seraya beranjak pergi meninggalkan Zhou Mei Lan yang perlahan mulai membuka matanya kembali.


"Terima kasih.." Gumam Zhou Mei Lan lirih.


Gadis tersebut merebahkan tubuhnya dan segera terlelap tanpa menunggu waktu yang lama, sedangkan Wu Yi Feng bermeditasi di dekat mulut goa.


Fajar menyingsing, membuka hari baru bagi para penduduk kota Yong Heng, di sebuah ruangan tepatnya di dalam penginapan bunga merah, dua orang pria terlihat sedang berjalan mondar mandir.


"Tuan Zhou, bagaimana ini?? Apa yang terjadi dengan saudara Feng??" Ucap Bai Lang.


"Sabarlah tuan muda, aku juga sedang menunggu kabar dari orang - orang kepercayaanku.." Jawab Tuan Zhou.


****


"Apakah kau adalah perwakilan dari sekte pedang langit??" Tanya Zhou Mei Lan.


"Hmm.."


"Cih.. Kau terlambat..!!! Mereka sudah menangkap kakakku."


"Maaf, tapi jarak antara sekte kami dan tempat ini begitu jauh. Memangnya di sekitar sini tidak adakah sekte yang bisa untuk kau mintai tolong?? Lalu kenapa kau menggunakan nama walikota sebagai pihak pemohon??" Tanya balik Wu Yi Feng.


Zhou Mei Lan terdiam sesaat, kepalanya tertunduk sebelum mulai berbicara, "Kami sudah berusaha meminta bantuan kepada sekte terdekat, tapi upeti yang diberikan oleh walikota kepada sekte - sekte tersebut membuat mereka menutup mata akan keadaan kami.. Kami juga sudah sering meminta bantuan dengan menggunakan nama masyarakat atau tetua adat desa, namun kebanyakan sekte tidak merespon karena bukan dari pejabat resmi pemerintahan.."


Zhou Mei Lan menjelaskan secara panjang lebar, sedangkan Wu Yi Feng hanya bisa diam dan menyimak semua yang gadis itu ucapkan.