The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Nihil



Kata - kata Wu Yi Feng membuat membuat semua yang ada disana terdiam, mereka bisa memahami bahwa misi mereka begitu berat, dan lawan yang dihadapi Wu Yi Feng sangat hebat.


"Cukup...!!! Kalian semua kembali ke pos masing - masing..!!!" Teriak boss Huang yang secara mengejutkan datang melerai.


Boss Huang menatap tajam kearah Wu Yi Feng selama beberapa saat sebelum akhirnya pergi dari tempat tersebut tanpa berucap sepatah kata pun.


Setelah kepergian boss Huang, Wu Yi Feng juga meninggalkan tempat tersebut. Akan Terlalu kekanank kanakan jika ia terus memperpanjang masalah tersebut sedangakan misinya belum menemui jalan terang sedikitpun.


"Para penduduk semua mencurigai keluarga Lee melakukan sebuah tindakan yang membuat para dewa marah hingga berakibat pada kekeringan panjang yang melanda kota ini, namun sampai sejauh ini aku tidak melihat ada sesuatu yang mencurigakan ataupun ritual - ritual aneh yang mereka lakukan.." Gumam Wu Yi Feng didalam hati ketika ia sedang berbaring di bawah pohon yang cukup rindang di taman belakang kompleks perumahan keluarga Lee.


"Saudara Feng.. Saudara Feng kau hebat sekali.." Seru beberapa orang yang kini berlari menuju kearahnya.


"Maksudnya??"


"Sudahlah, semua orang membicarakan bagaimana kau memberi pelajaran kepada pemuda sombong dari kota sebelah.."


"Hanya kebetulan.." Sebenarnya Wu Yi Feng sudah menduga jika pertarungannya pagi ini akan menjadi perbincangan hangat para pasukan penjaga.


"Hahahaha, kau terlalu merendah.. Semua orang yang menyaksikan pertarunganmu mengatakan bahwa kau membuat pemuda sombong itu terlihat seperti amatiran.."


Wu Yi Feng hanya bisa tersenyum emndengar cerita mereka, sebisa mungkin ia membelokkan dan membahas tentang masalah lain, salah satunya adalah tentang dugaan penduduk kota Nan Feng.


"Apa kalian tahu tentang unjuk rasa yang dilakukan penduduk kota ini beberapa hari yang lalu??"


"Tentu, memangnya kenapa??"


"Aku heran saja, keluarga Lee begitu baik dan bagus dalam berdagang, tapi mengapa mereka mencurigai keluarga Lee telah melakukan sesuatu yang menentang dewa??" Wu Yi Feng mencoba mengorek keterangan dari para teman - teman barunya.


"Ehh.. Untuk soal itu, sebenarnya aku sendiri juga tidak tahu persisnya seperti apa, hanya saja di rumah ini ada satu ruangan yang tidak bolweh dimasuki kecuali oleh Boss Huang.." Penjelasan salah satu temannya mendapat anggukan teman - temannya yang lain.


"Ruangan yang tidak boleh dimasuki orang lain?? Apa kalian tahu dimana ruangan itu berada???" Desak Wu Yi Feng.


"Nampaknya nanti malam aku akan sedikit sibuk.." Wu Yi Feng menggerutu di dalam hati sambil memejamkan mata dan menikmati hembusan angin sepoi - sepoi.


Malam harinya, ketika semua rekannya telah tertidur, Wu Yi Feng diam - diam menyelinap dengan menggunakan baju serba hitam. Dengan mengendap endap pemuda itu mulai memeriksa hampir setiap ruangan, namun semua tampak normal dan tidak ada yang aneh atau mencurigakan.


"Diam atau akan aku pertemukan kau dengan dewa neraka..!!!" Ancam Wu Yi Feng kepada salah satu penjaga yang ia tarik dan ia acungi pisau di lehernya.


"Hmm.. Hmmm.." Penjaga tersebut menganggukan kepala, seolah mengiyakan tawaran dari Wu Yi Feng.


Wu Yi Feng membuka perlahan lahan tangan yang menutup mulut penjaga sebelum akhirnya berkata, "Katakan padaku dimana ruang kerja boss Huang..!!!"


"Ruang kerja boss Huang?? Aku baru dua pekan bekerja di keluarga Lee, dan aku bahkan masih belum hapal jalan ke kamar kecil.." Jawab penjaga tersebut dengan jujur, membuat Wu Yi Feng menjadi frustasi dibuatnya.


BUGGGHHHHHH...


Wu Yi Feng memukul perut penjaga tersebut hingga ia kehilangan kesadaran sebelum meninggalkannya tergeletak sendirian. Wu Yi Feng sekali lagi berkeliling, komplek rumah milik keluarga Lee benar - benar sangat luas, hingga butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengecek satu persatu.


Sudah tiga orang penjaga yang ia tanya, tapi tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui kamar kerja boss Huang. Mereka hanya tahu kamar pribadi boss Huang, tidak lebih dari itu. Ketika Wu Yi Feng mencoba mengecek kamar pribadi boss Huang pun, sama sekali tidak terlihat tanda - tanda atau benda yang mencurigakan.


Hasil nihil pencariannya malam itu membuat Wu Yi Feng berpendapat bahwa ruangan tersebut berada di dimensi berbeda, dan hanya boss Huang yang bisa memasukinya dengan menggunakan formasi khusus.


Wu Yi Feng kembali kekamarnya tatkala mentari sudah hampir muncul, ia baru saja merebahkan tubuhnya ketika seorang membuka barak atau kamar yang ia tempati dan berteriak dengan kencang, "BANGUNNN PARA PEMALAS...!!!"


Semua orang yang ada disana sontak terbangun ketika suara kentongan dibunyikan dengan nyaringnya, mereka bergegas memakai pakaian dan berbaris rapi menuju ke lapangan.


Tidak seperti hari biasanya, hari ini Wu Yi Feng melihat banyak sekali pendekar dan juga prajurit yang hadir. Mereka adalah gabungan dari prajurit kota dan juga para kelompok yang tidak dikenal oleh Wu Yi Feng.


Sesuai dugaan Wu Yi Feng, setelah kegagalan rencana pembunuhan putra utama keluarga Bao, maka keluarga Lee bisa dipastikan akan melakukan cara paling tidak beradab, yaitu melakukan penyerangan secara langsung.