
"Di kedai tadi tuan berkata jika tubuhku adalah tubuh langka, apakah itu artinya tuan bisa mengajari saya??" Pinta Wu Yi Feng
Pemuda itu menghentikan permainan kecapinya kemudian membuka matanya dan menatap Wu Yi Feng dengan tatapan yang tajam, hingga Wu Yi Feng merasa seolah - olah pemuda tersebut sedang menginterogasi dirinya.
"Baiklah aku akan mengajarimu, karena aku merasa bahwa pertemuan kita telah ditakdirkan oleh dewa.." Ucapnya dengan tenang.
"Benarkah.."
"Terima kasih guru.." Wu Yi Feng segera memberikan hormatnya tiga kali.
"Berhenti, aku tidak mau dianggap sebagai guru mu.. Karena aku hanya akan mengajarimu satu dua jurus yang mungkin berguna.."
"Tidak apa - apa... Bagiku sama saja.." Seru Wu Yi Feng dengan mata berseri - seri.
"Bangunlah..."
"Baik guru.."
"Sekarang, mintalah ijin kepada orang tuamu.. Aku tunggu disini.."
"Baik guru.." Wu Yi Feng segera berlari menuju kedai, ia langsung memasukkan beberapa setel pakaiannya ke dalam cincin ruang miliknya lalu buru - buru kembali ke depan dan berpamitan dengan paman Xi.
"Paman.. Aku.. Aku pergi dulu.. Tidak lama, aku akan kembali.. Aku pasti kembali kemari paman.." Ucap Wu Yi Feng dengan napas memburu.
"Pergi? Kamu? Kemana?? Kenapa buru - buru sekali??" Paman Xi yang sedang memasak jadi ikut bingung. Sedangkan Wu Yi Feng sudah berlari keluar, tapi itu tak lama. Bocah laki - laki berusia 12 tahun itu masuk kembali kedalam kedai dan memeluk paman Xi dengan begitu erat.
"Paman, terima kasih atas semua yang kau berikan selama ini.. Jaga diri baik - baik, aku pasti kembali kemari... Tunggu aku.." Ucapnya sambil menahan air mata.
"Sama - sama, kau juga banyak sekali membantuku dan juga kedai selama ini, pergilah.. Hati - hati.. Ingat, rumah ini selalu terbuka untukmu kapanpun itu..!!" Paman Xi membelai lembut punggung Wu Yi Feng, lelaki setengah baya itu tak kuasa menahan tangisnya.
Wu Yi Feng memberikan hormatnya sebelum berlari pergi menemui pemuda misterius yang telah menunggunya di tepi hutan.
"Hahhh.. Hahhh..."
Wu Yi Feng berlari sekuat tenaga, namun ketika ia kembali ketempatnya semula. Pemuda itu sudah tak terlihat lagi disana.
Saat ia merasa kesal karena mengira sudah dibohongi, sebuah telapak tangan memegang pundaknya dari belakang, "Apakah kamu sudah siap??"
Wu Yi Feng menoleh, namun belum sempat bocah laki - laki itu membuka mulut untuk menjawab, ketika ia merasakan seluruh tubuhnya terhisap masuk ke sebuah pusaran.
BRRUUGGHHHHH...
Wu Yi Feng terjatuh dari ketinggian sekitar dua meter, tubuhnya menghantam tanah dengan cukup keras, sedangan pemuda misterius yang baru saja ia angkat menjadi gurunya, melayang dengan anggun di udara.
"Bangun dan ikuti aku.."
"Baik guru.. Ini dimana??" Tanya Wu Yi Feng yang masih merasa kebingungan karena dalam sekejap dirinya telah berpindah tempat ke sebuah hutan yang sangat lebat.
"Gunung kabut petir, apakah kau pernah mendengar nama itu??" Ucap pemuda misterius tersebut tanpa menoleh.
Wu Yi Feng yang merasa asing dengan nama itu, hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya. Bocah itu bangkit dan mulai berjalan mengikuti gurunya dari belakang.
"Guru, tunggu.. Saya belum tahu nama guru siapa??"
"Baiklah, guru Luo.." Wu Yi Feng bergegas mengejar Luo Yun Xi yang berjalan dengan cepat ke arah puncak gunung.
Puncak gunung tersebut dipenuhi oleh kabut tebal, membuat jarak pandang menjadi terbatas dan pendek. Namun anehnya Luo Yun Xi bisa berjalan tanpa halangan berarti, sedangkan Wu Yi Feng berkali kali terjatuh karena tersandung batu dan menabrak pohon serta ilalang.
"Guru tunggu, saya tidak bisa melihat apa - apa.." Seru Wu Yi Feng yang merasa sangat frustasi.
"Jangan gunakan mata, tapi gunakan perasaan.." Ucap Luo Yun Xi.
"Baik guru.." Wu Yi Feng berhenti sejenak dan memejamkan matanya, ia mencoba merasakan setiap apa yang ada disana, pemuda itu melangkah secara perlahan, tapi teori yang di katakan oleh gurunya ternyata tak semudah kelihatannya.
Wu Yi Feng berkali kali terjatuh, tapi bocah itu tidak mengeluh atau patah arang. Ia terus mencoba lagi dan lagi, hingga akhirnya mata batinnya mulai terbuka.
Dengan menutup mata, Wu Yi Feng kini bisa melihat sesuatu di sekitarnya yang berkabut dengan lebih jelas. Bocah berusia 12 tahun itu mulai melangkah dengan pasti menuju puncak gunung kabut petir.
"Duduklah, disinilah kita akan tinggal selama kau menerima pelajaran dariku.." Luo Yun Xi mempersilahkan Wu Yi Feng duduk di kursi batu yang ada di dalam goa petir.
"Wow, goa ini sangat indah... Guru kolam apa itu??" Tanya Wu Yi Feng sambil menunjuk kesebuah kolam yang ada di ujung goa.
"Itu kolam petir, jangan coba coba berendam didalamnya karena tubuhmu saat ini tidak akan sanggup menahan kekuatannya." Ucap Luo Yun Xi memberikan sebuah peringatan.
"Ba.. Baik guru.." Wu Yi Feng menundukkan pandangannya sembari memainkan jari jarinya.
"Bacalah ini, itu adalah jurus pertama dari kitab Naga Langit." Luo Yun Xi menyerahkan sebuah kitab tipis kepada Wu Yi Feng.
"Kitab naga langit?? Per.. Pernapasan Naga??" Wu Yi Feng membolak balik kitab tersebut dan mulai membaca dari awal, sedangkan Luo Yun Xi duduk di sebuah ranjang batu sambil memainkan lagu yang sangat merdu dengan kecapi miliknya.
"Pernapasan Naga adalah sebuah jurus yang berguna untuk menyerap essensi energi murni dari alam, jurus ini menitik beratkan pada konsentrasi tinggi dan juga pemusatan pikiran.." Begitulah Wu Yi Feng memulai pelajaran pertamanya.
Bocah itu mengambil sikap meditasi, ia sudah mengingat semua penjelasan yang ada di dalam buku tersebut dengan sangat detail.
Wu Yi Feng menarik napasnya secara perlahan dan teratur, makin lama napasnya makin lemah, hingga akhirnya ia terlihat tak bernapas sedikitpun. Itu semua karena kini ia berada dalam mode konsentrasi penuh, seluruh pori - pori tubuhnya membuka dan mulai menyerap energi alam.
Perlahan tapi pasti, tubuh bocah kecil itu mengeluarkan semacam aura kuning menyilaukan. Luo Yun Xi yang melihat hal tersebut hanya bisa berdecak kagum.
Kecepatan Wu Yi Feng dalam memahami sebuah materi atau jurus, begitu luar biasa.. Hal tersebut tak lepas dari bakat alami yang ia miliki.
Dengan tubuh dewa yang telah terbentuk bahkan semenjak ia lahir, tubuh Wu Yi Feng kini ibarat botol yang telah tercetak dengan indah dan menunggu untuk diisi oleh energi.
Tak beberapa lama kemudian akar roh yang berada di dantiannya mulai bereaksi, akar roh yang gersang itu mulai dibasahi dan dialiri oleh energi murni yang didapat Wu Yi Feng dari jurus pernapasan naga.
****
Hai, maaf beberapa hari g update..
Itu dikarenakan ada masalah dengan niveltoon, jadi saya harus revisi nama MC kita, dari yang awalnya Wu Yi Fan menjadi Wu Yi Feng.
Sekali lagi saya minta maaf, dan saya usahakan mulai sekarang bisa up secara rutin. Terima kasih