
Ledakan bola api membuat malam yang tadinya gelap menjadi berpendar terang untuk beberapa saat, semua yang ada disana menoleh ke arah sumber bola api berasal, dimana telah berdiri sosok misterius dengan jubah panjang hitam yang menutupi sekujur tubuhnya.
"Tidak kusangka kau mengejarku hingga kemari, wahai anjing penjaga neraka??" Ucap sosok misterius tersebut lirih, namun suaranya terdengar jelas di telinga semua orang yang ada disana.
"Seseorang yang sudah masuk ke keraka, tidak mempunyai hak untuk berkeliaran lagi di dunia.." Jawab anjing berkepala tiga.
"Hahaha... Karena kau sudah berbesar hati mengejarku hingga kesini, maka tidak ada alasan lagi bagiku untuk mengampuni nyawamu kali ini.." Wu Yi Feng menarik pedang aurora yang bercahaya dengan terang di kegelapam malam.
SWOOOOSSSSSHHHHH..
Anjing penjaga neraka berkepala tiga menyerang terlebih dahulu dengan melancarkan api tiga warna miliknya, api tersebut bahkan sanggup melelehkan besi dalam waktu singkat.
Namun sekali lagi Wu Yi Feng berjalan santai menerobos kobaran api tiga warna tanpa terluka sedikitpun, "Sudah kubilang, kau tidak akan sanggup membakar phoenix..!!!"
"Seni Pedang Nirwana, Gelombang Angin Memecah Ombak..."
Dengan kecepatan tinggi Wu Yi Feng melepaskan jurus pertama dari teknik pedang nirwana, pemuda itu membuat sebuah serangan sayatan melintang yang memotong salah satu kepala anjing penjaga neraka.
"Roarrrrrrrrrrr..." Lolongan pilu dari anjing penjaga neraka memenuhi udara, tak menunggu lama Wu Yi Feng segera melakukan serangan penghabisan dengan menggunakan jurus keempat dari teknik pedang nirwana.
"Seni Pedang Nirwana, Tebasan Dewa Kematian.."
Kembali serangan melintang ia lakukan, hanya saja kali ini serangan tersebut bukan hanya sekali melainkan berkali kali dengan cahaya hitam pekat yang mengerikan.
Ketiga kepala anjing penjaga neraka terpotong dari lehernya, anjing neraka tersebut jatuh dengan darah hitam yang mengucur deras.
Dengan sigap Wu Yi Feng menghisap seluruh tubuh anjing penjaga neraka kedalam cincin ruangnya karena bagaimanapun anjing penjaga neraka merupakan salah satu hewan suci dan setiap bagian tubuhnya berharga sangat mahal.
"Tuan, terima kasih karena sudah menyelamatkan kami.." Li Xiao Yi maju menghampiri Wu Yi Feng lalu memberikan hormatnya sekalipun adik laki - lakinya hendak menahannya.
PLETAAAAKKKKK..
Li Hao menyentil kepala anak laki - lakinya tersebut karena tidak mau berterima kasih kepada penolongnya. "Sekarang maju sana, dan ucapkan terima kasih.."
"Tapi ayah? Orang itu terlalu menakutkan.. Apa ayah tidak bisa merasakan hawa membunuh yang keluar dari tubuhnya??" Bisik Li He Rong.
"Sekalipun beliau siluman, kita wajib berterima kasih karena telah dibantu.." Ucap Li Hao yang mencoba memberi pengertian kepada anak laki - lakinya.
"Iya - iya aku kesana.." Li He Rong maju dengan perasaan was - was.
"Kakak tunggu, jangan tinggalkan aku.." Li He Rong berlari dan menggenggam lengan kakaknya karena menyadari kakak perempuannya hendak pergi dari tempat itu.
Wu Yi Feng menatap ke tiap orang yang ada disana sebelum akhirnya berjalan menjauh, namun baru beberapa langkah ia berjalan ia mendengar sebuah suara memanggilnya.
"Tuan.. Tuan tunggu.."
Wu Yi Feng menghentikan langkahnya dan berbalik ketika menyadari lelaki setengah baya yang merupakan pimpinan pedagang atau karavan sedang berlari lari kecil kearahnya.
"Tuan, kita belum berkenalan.. Namaku Li Hao dan aku adalah seorang pedagang yang hendak menuju ibukota kekaisaran Song, jika memang tujuan kita searah kenapa kita tidak berangkat bersama??" Li Hao mengulurkan tangannya.
"Aku Wu Yi Feng, kebetulan arah kita searah.. Baiklah mari berangkat bersama.." Wu Yi Feng menerima uluran tangan pria paruh baya tersebut.
"Perkenalkan anak perempuan sekaligus anak pertamaku.. Li Xiao Yi, lalu dia anak keduaku Li He Rong, kalian berdua kesini dan jabat tangan pendekar muda Wu Yi Feng." Li Xiao Yi dan Li He Rong saling tatap sebelum akhirnya berjalan maju dan menjabat tangan Wu Yi Feng.
"Baiklah karena sekarang kita adalah kelompok yang sama, maka ayo kita nikmati malam ini dengan berjalan bersama.. Lagipula disini sudah tidak ada tempat untuk berteduh.." Ucap Li Hao panjang lebar.
"Bagaimana menurutmu Tuan Feng..??"
"Hmm.." Wu Yi Feng mulai berjalan, diikuti oleh rombongan yang lain.
"Naiklah.." Ucap Li Xiao Yi dengan acuh.
Wu Yi Feng melihat sekitar, mereka semua sudah naik kuda, dan tiap kuda diisi oleh dua orang karena kuda mereka banyak yang dilahap oleh anjing berkepala tiga dan hanya tinggal Li Xiao Yi yang masih sendiri.
"Hiyaaa.. Hiyaaa..." Dengan sekali hentakan Wu Yi Feng naik ke atas kuda, karena reflek Li Xiao Yi mendekap Wu Yi Feng dari belakang, dan entah karena nyaman atau karena yang lain, gadis cantik berusia 18 tahun itu merasa enggan untuk melepaskan pelukannya.
Li Hao hanya tersenyum begitu melihat anak gadisnya bisa menjadi dekat dengan seorang pendekar hebat seperti Wu Yi Feng, walaupun saat ini pakaian yang dipakai Wu Yi Feng compang camping tapi nalurinya berkata bahwa pemuda tersebut sangatlah tampan dan berwibawa.
Jika Li Hao merasa bahagia, maka beda lagi dengan Li He Rong, pemuda ABG itu merasa tidak senang karena kakaknya menempel pada pemuda tidak jelas seperti Wu Yi Feng.
"Ayah, coba lihat kakak.. Apakah pantas kakak memeluk orang asing yang baru ditemui??" Protes Li He Rong.
"Diam dan jangan banyak bicara..!!!" Jawab Li Hao.
Mungkin, karena hari sudah sangat malam, ditambah rasa capek karena menempuh perjalanan seharian dan juga rasa nyaman yang ia rasakan membuat Li Xiao Yi tanpa sengaja tertidur dan bersandar di punggung kekar Wu Yi Feng, hingga ketika mereka berhenti di tepian hutan tatkala fajar menyingsing dan semua sudah turun, tinggalah keduanya sendirian.
"Nona, sampai kapan kau mau bersandar di punggungku??" Bisik Wu Yi Feng lembut.
"Eh, maaf aku ketiduran.." Jawab Li Xiao Yi dengan wajah memerah karena malu.
Gadis cantik itu turun dari atas kuda lalu mencari ayah serta adik laki - lakinya, sedangkan Wu Yi Feng mengekang tali kudanya sebelum menuju sungai untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
"Ehmm.. Yang semalam tertidur di punggung pemuda gagah perkasa.. Bagaimana kabarnya??" Goda Li He Rong.
"Tutup mulutmu atau air panas ini akan berpindah ke wajahmu..!!!" Ancam Li Xiao Yi yang merasa malu.
"Ahhh, aku takut... Hahahaha..." Li He Rong lalu memperagakan bagaimana kakak perempuan memeluk Wu Yi Feng dengan erat.
"Hentikan..!!!" Li Xiao Yi berdiri lalu mengejar adik laki - lakinya yang kini juga mulai berlari menghindari kejarannya sambil tertawa dengan keras.
"Ayah tolong aku, kakak telah menggila karena cinta pada pandangan pertama.. Hahahaha.." Ledek Li He Rong sambil bersembunyi di belakang ayahnya Li Hao.
"Tutup mulutmu sekarang juga Li He Rong..!!!" Teriak Li Xiao Yi yang wajahnya sudah benar - benar memerah, campuran antara rasa malu dan marah.
Selang beberapa menit kemudian, ketika Wu Yi Feng selesai membersihkan diri dan berganti pakaian lalu berjalan santai kembali ke tempat Li Hao dan lainnya berada, terjadi keanehan tepatnya ketika Li Xiao Yi melihatnya.
PRANNNKKKKKK...
Tanpa sadar gadis cantik itu menjatuhkan gelasnya yang berisi teh panas sembari berseru, "Tidak mungkin, ternyata itu kamu..???"