The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Selamat Datang



Dari pengakuan pemimpin perampok juga Wu Yi Feng mengetahui jika terdapat sepuluh sampai lima belas markas topeng tengkorak lain yang saat ini tersebar di sekitar ibukota kekaisaran Song, dengan dua ratus hingga tiga ratus anggota di tiap markas cabangnya.


Wu Yi Feng dipaksa berpikir keras setelah mendengar informasi yang diberikan oleh pimpinan perampok, dengan peta berisi perkiraan lokasi markas cabang yang ditunjukkan oleh pemimpin perampok Wu Yi Feng melayang kembali ke paviliun naga kembar.


Tiba - tiba saja Wu Yi Feng merasakan sebuah pancaran energi yang cukup kuat, Wu Yi Feng menoleh tapi tidak ada seorang pun disana.


Wu Yi Feng menarik pedang lava dari cincin penyimpanan, pemuda itu segera meningkatkan kewaspadaannya karena merasa bahwa siapapun itu, kekuatannya berada pada level yang sama atau bahkan mungkin lebih hebat daripada dirinya.


"Siapapun itu, keluarlah..!!" Kata Wu Yi Feng sambil terus menajamkan indra spiritualnya guna menangkap setiap gerakan yang ada.


"Lama tidak berjumpa, tak kusangka kini kau sehebat ini.. Kemajuanmu sangat pesat.." Ucap sosok misterius tersebut dengan logatnya yang santai.


"Guru?? Maaf jika murid sampai tidak mengenali.." Wu Yi Feng menurunkan pedangnya lalu memberi hormat sebelum kemudian mendekat dan memeluk erat sosok yang selama ini ia rindukan.


"Hehehe.. Bagaimana kabarmu selama ini??"


"Sangat baik guru, guru sendiri apa kabar? Kapan kembali? Kenapa tidak memberikan kabar sama sekali??" Wu Yi Feng memberondong Luo Yun Xi sang pilar petir dengan banyak pertanyaan sekaligus.


"Apakah tidak terlalu banyak pertanyaan yang kau berikan untuk gurumu ini?? Hehehe.."


Wu Yi Feng menggeleng, bahkan pemuda itu menampar pipinya berkali kali hanya untuk sekedar memastikan bahwa ini bukanlah mimpi.


"Keadaanku bisa dibilang cukup baik, sejujurnya sudah hampir setahun aku kembali dari misi yang diberikan oleh master JeHa, dan kenapa selama ini aku tidak memberikan kabar adalah karena aku dan keempat pilar lainnya sedang dalam pusat latihan."


"Latihan?? Bukankah kemampuan guru sudah sangat tinggi??"


"Hmmm.. Feng'er tidak akan pernah ada kata cukup untuk mempelajari sebuah ilmu.. Bahkan master JeHa saja sampai detik ini juga masih terus berlatih.."


Beberapa saat kemudian Wu Yi Feng telah terlibat percakapan seru dengan gurunya, berbagai pertanyaan yang selama ini mengganjal di hatinya juga ia ungkapkan, hingga tak terasa fajar menyingsing di ufuk timur.


"Feng'er kau pasti sudah mendengar tentang turnamen naga muda bukan??"


Wu Yi Feng mengangguk, "Sebenarnya saat ini murid sedang dalam perjalanan menuju ibukota untuk mengikuti turnamen tersebut, hanya saja.."


"Apakah ada sesuatu yang kau pikirkan??"


"Guru, apakah murid boleh meminta bantuan??"


"Tentu, ceritakanlah masalahmu.."


Wu Yi Feng menceritakan segala sesuatu tentang kelompok perampok topeng kematian, mulai dari pembunuhannya, kekejaman mereka serta bagaimana mereka memperlakukan para gadis - gadis dengan sangat tidak manusiawi.


"Murid tidak akan bisa tenang sebelum menghancurkan mereka semua guru.."


"Baiklah kalau begitu hari ini kita habisi mereka semua, karena setelah ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat."


"Benarkah, terima kasih guru..!!!" Wu Yi Feng sungguh senang, dengan bantuan gurunya ia sangat yakin akan sanggup menghancurkan seluruh markas cabang dari kelompok perampok topeng kematian.


Tanpa membuang waktu lagi keduanya melesat terbang dengan kecepatan yang diluar nalar manusia, di hadapan gurunya, Wu Yi Feng sama sekali tidak berniat untuk menahan kekuatannya lagi.


Pasangan guru dan murid tersebut melesat bagaikan kilat, hingga hanya dalam waktu beberapa menit saja sudah sampai di salah satu markas cabang dari kelompok topeng kematian.


Seperti biasa, keduanya mengenakan topeng terlebih dahulu ketika hendak menyerbu kedalam tenda yang berisi kurang lebih tiga ratusan perampok dengan kemampuan rata - rata pendekar tingkat tiga dan dua, dan hanya ada beberapa yang telah mencapai pendekar tingkat satu.


Tentu saja di hadapan dua orang yang telah mencapai tingkatan pendekar bumi puncak dan pendekar langit puncak, tiga ratus orang itu tak ubahnya sekumpulan semut.


Wu Yi Feng dan Luo Yun Xi mengeluarkan jurus yang sama yaitu seni naga petir dimana kedua lengan mereka terbungkus oleh petir berwarna biru.


"Siapa kalian?? Jangan macam - macam, kami adalah anggota kelompok topeng kematian..!!!"


"Terlalu banyak omong kosong..!!" Jawab Luo Yun Xi sembari memukul orang tersebut hingga terpental beberapa meter kebelakang.


"Kau sudah siap?"


"Selalu..!!" Ucap Wu Yi Feng sembari melesat kearah salah satu kawanan perampok.


Dengan kemampuan yang kini tidak di tahan lagi, Wu Yi Feng membunuh kawanan perampok topeng kematian dengan buas, setiap pukulannya selalu menghilangkan nyawa, apalagi gurunya sang pilar petir sama sekali tidak mencoba untuk melarangnya.


JELEGAAAAARRRRR...


Tiba - tiba saja guntur bersahutan, sedetik kemudian petir menyambar dan membunuh semua kawanan perampok. Luo Yun Xi tertawa karena mengetahui muridnya cemberut.


"Bukannya peraturannya hanya menggunakan tangan kosong??"


"Hahahaha.. Sudahlah lekas bebaskan seluruh tawanan, lalu kita segera menuju markas selanjutnya."


Wu Yi Feng mengangguk, kemudian dengan cepat ia bebaskan seluruh tawanan yang jumlahnya hampir tiga kali lipat dari yang ia temui di markas cabang pertama.


Setelah memberikan semangat dan meyakinkan bahwa dunia mereka belumlah berakhir, Wu Yi Feng mengosongkan harta rampasan dan membagi bagikannya kepada seluruh tawanan.


Dengan bantuan pilar petir, Wu Yi Feng berhasil menghancurkan seluruh markas cabang yang ada di sekitaran ibukota kekaisaran Song, dan dari keterangan yang berhasil ia korek Wu Yi Feng juga mengetahui dimana letak markas pusat dari kelompok topeng kematian, hanya saja pasangan guru dan murid itu tidak menyerang markas pusat karena saat ini ketua utama serta kesepuluh tetua topeng kematian juga sedang tidak berada di tempat.


Wu Yi Feng cukup puas dengan semua hal yang berhasil mereka lakukan hari ini. Biarpun kelompok topeng kematian tidak sepenuhnya terhapuskan, namun mereka telah kehilangan beberapa ribu anggota hanya karena dua orang saja, ini jelas akan menjadi pukulan keras pada kelompok perampok tersebut.


****


Keduanya terlihat berendam di sumber mata air panas yang berada di dalam paviliun naga kembar untuk memulihkan tenaga. Ketika menatap tubuh polos gurunya, Wu Yi Feng bisa melihat tatoo kelima hewan suci yang telah dikumpulkan dan bersatu dengan gurunya.


Sedangkan Wu Yi Feng sendiri saat ini belum melakukan penyatuan terhadap hewan suci satu pun. Luo Yun Xi yang terlihat seperti sedang tertidur membuat Wu Yi Feng tidak berani untuk bersuara.


Secara perlahan Wu Yi Feng menyudahi aktifitas berendamnya dan mulai memakai kembali pakaiannya. Wu Yi Feng menyeduh teh embun hijau lalu menghirup aromanya yang menenangkan.


Tak berselang lama Luo Yun Xi menghampiri Wu Yi Feng, sambil menuang teh embun hiju Luo Yun Xi menikmati aroma harum dan menenangkan yang keluar dari teh tersebut.


"Apa semua masalahmu telah selesai??"


"Berkat bantuan guru, semua yang mengganjal dihatiku telah hilang. Murid berterima kasih akan hal itu.." Wu Yi Feng menunjukkan hormatnya.


"Baiklah, jika memang semua masalahmu telah selesai maka sebentar lagi bersiaplah karena kita akan pergi ke suatu tempat.


"Murid siap kapanpun kita berangkat guru.."


Luo Yun Xi membuka sebuah lubang portal ketika keduanya selesai meminum teh embun hijau, Luo Yun Xi masuk terlebih dahulu disusul kemudian Wu Yi Feng sebelum akhirnya portal tersebut menutup dan membawa keduanya ke sebuah tempat yang istimewa.


Gravitasi yang cukup berat dan dipenuhi oleh energi alam yang begitu murni, setidaknya itulah hal pertama yang dirasakan Wu Yi Feng ketika dirinya menginjakkan kakinya ke tempat misterius tersebut. Sebuah tempat yang sangat indah, dengan air terjun dan tebing tinggi yang menjulang hingga ke langit dan juga sungai yang mengalirkan mata air jernih didalamnya.


Keduanya berjalan santai menuju ke sebuah rumah yang cukup luas, sejujurnya Wu Yi Feng bahkan tidak berpikir bahwa bangunan yang dikelilingi oleh tembok batu berwarna merah itu adalah sebuah rumah, andaikan gurunya tidak memberitahu dirinya. Wu Yi Feng justru berpikir itu adalah sebuah benteng yang melindungi suatu kota.


"Guru, sebenarnya kita saat ini sedang berada dimana??"


Luo Yun Xi menghentikan langkahnya, menatap Wu Yi Feng lalu tersenyum sebelum berkata, "Selamat datang di Pintu Langit.."


***


Lima hari tergeletak lemah di RS hingga untuk sekedar membuka hp saja tidak sanggup, membuat aku kangen dengan kalian semua..!!!



Ada yang masih ingat tempat apa itu pintu langit?? komen dibawah ya..