
"Jika bukan anda, lalu siapa??"
"Entahlah, beri aku waktu.. Aku akan menyelidiki hal ini.." Ucap sang ratu siluman ular kepada Wu Yi Feng.
"Apakah mungkin ada orang lain yang memerintahkan penyerangan tersebut??" Seru Wu Yi Feng, membuat beberapa penasehat yang ada disana menaikkan alis, mereka nampak geram dengan pernyataan Wu Yi Feng.
"Lancang..!!! Jaga bicaramu anak muda.. Beri aku muka, atau aku tak akan segan - segan untuk menjadikanmu makan malamku.." Ancam sang ratu ular.
"Maafkan saya yang mulia ratu, hanya saja siluman - siluman itu tidak mungkin berani melintas ke dimensi manusia jika tidak ada yang menyuruh.." Jelas Wu Yi Feng, seolah tak mau kalah dalam beradu argumen.
"Aku tahu maksudmu, sudahlah biarkan aku berpikir sejenak..!!"
"Hei manusia, berhentilah menyudutkan ratu kami..!! Atau aku sendiri yang akan membuat perhitungan denganmu..!!" Teriak salah satu penasehat yang paling tua.
Penasehat tersebut berwujud kerbau dengan tanduk yang mengobarkan api pada ujungnya, siluman berusia lebih dari lima ratus tahun itu masih belum menjelma menjadi wujud manusia seutuhnya, bukan karena kurang bermeditasi, tapi karena ia terlalu fokus dalam mencari kekuatan.
Setelah siluman kerbau api melontarkan keberatannya, makin banyak saja penasehat yang mulai berani bicara. Menanggapi hal tersebut, Wu Yi Feng lebih memilih untuk diam daripada harus meladeni kicauan para penasehat.
"Jika memang tidak ada urusan lagi, saya mohon pamit yang mulia ratu.." Wu Yi Feng memberikan hormatnya sebelum berlalu dari istana.
Pemuda gagah dan tampan tersebut berjalan sambil memikul pedang hitam dipundak miliknya, sambil memikirkan akan hal - hal yang mungkin akan terjadi di kemudian hari.
"Sudahlah, ini bukan urusanku.. Lebih baik aku segera kembali dan memberi tahukan kabar ini kepada semuanya.." Batin Wu Yi Feng sembari menemui seseorang yang bertugas menjaga portal antara dunia siluman dan dunia manusia.
Selama perjalanan di dunia siluman, Wu Yi Feng menyadari bahwa hampir tidak ada perbedaan antara dunia manusia dengan dunia siluman, kecuali tentunya dari struktur tubuh dan wajah. Mereka ( para siluman ) juga bekerja layaknya manusia, bertani dan bercocok tanam, ada pula yang berdagang.
Dunia siluman begitu asri dan sangat pekat dengan hawa murni, gravitasi disini juga lebih berat daripada di dunia manusia. Bagi orang biasa, mereka pasti akan kesulitan untuk bernapas ketika tanpa sengaja memasuki dunia siluman.
Selang beberapa jam setelah pertemuan di istana ratu ular, beberapa siluman nampak berkumpul di suatu tempat tersembunyi.
"Siluman kerbau, sekarang apa rencanamu??" Ucap salah satu siluman yang ada disana.
"Benar, kita harus bertindak cepat karena rencana kita sudah ketahuan oleh sang ratu.." Seru yang lainnya.
"Aku tahu, kalian tenang saja.. Rencana penggulingan kekuasaan ratu ular hitam akan kita laksanakan nanti malam, sudah terlalu lama kita bangsa siluman bersembunyi seperti pengecut..!! Aku akan membawa bangsa siluman kembali ke jalur semestinya.." Seru siluman kerbau api dengan menggebu gebu.
"Beritahu semua pasukan, kita akan menyerang istana nanti malam..!!! Hahahaha.." Lanjut siluman kerbau, yang mendapat aplause dari para siluman yang ada disana, tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang mencuri dengar percakapan mereka.
Waktu berjalan dengan sangat cepat, disebuah bukit yang tak jauh dari istana sang ratu, ratusan siluman dengan memakai baju tempur lengkap telah bersiap.
Tujuh tetua atau penasehat sang ratu turut ambil bagian dalam kudeta kali ini, dengan dipimpin oleh siluman kerbau tanduk api mereka tengah bersiap.
"Malam ini akan berakhir kekuasaanmu, dan akan aku hisap inti jiwamu hingga kering.. Hahahaha..."
"Seranngggg...!!!" Dengan aba - aba dari siluman kerbau tanduk api, semua pasukan siluman segera melesat maju menuju ke istana ratu siluman.
Pertempuran sengit pun tak terelakkan di pintu masuk kerajaan, para siluman yang masih setia dengan sang ratu siluman mengorbankan dirinya sebagai benteng hidup.
Dikarenakan jumlah yang timpang, pasukan kerajaan dengan cepat dapat dikalahkan oleh pasukan pemberontak. Ratusan siluman yang berusia lebih dari 100 tahun merengsek masuk istana, sedangkan ketujuh pimpinan pemberontak langsung menuju ke kediaman sang ratu.
BLAAAAMMMMMM...
Dengan sekali pukul, hancurlah pintu kamar sang ratu, ketujuh pimpinan pemberontak memasuki kamar dengan senjata yang siap dalam genggaman.
"Kenapa lama sekali?? Kami sudah menunggu kalian begitu lama.." Seru sang ratu, membuat ketujuh pimpinan pemberontak yang dipimpin oleh siluman kerbau tanduk api tercengang.
Di dalam kamar telah menanti sang ratu bersama Wu Yi Feng dan juga Shen Liang, ketiganya juga sudah bersiap dengan senjata yang terhunus.
"Rencana kalian begitu rapi, hingga saudara Feng mencuri dengar. Pada awalnya aku tentu saja tidak percaya, karena bagaimanapun kalian bertujuh adalah bawahanku yang paling setia, rupanya selama ini aku telah memberi makan para pemberontak..!!!" Teriak sang ratu saking emosinya.
"Hahahaha.. Kehadiran kedua pemuda dari golongan manusia tidak akan merubah apapun, kemampuan mereka hanya sebatas pendekar ahli dan pendekar raja.. Jelas berbeda jauh dengan kami yang sudah berumur lebih dari lima ratus tahun." Ungkap Siluman kerbau tanduk api sambil menunjuk kearah Wu Yi Feng dan juga Shen Liang.
"Kalian lebih baik pergi, ini bukanlah urusan kalian para manusia..." Lanjut salah satu siluman diantara mereka.
"Kau benar, ini memang bukan urusan kami... Tapi dibawah pimpinan sang ratu, bangsa siluman bisa berdamai dengan kami bangsa manusia, tentu aku tidak akan diam ketika kedamaian yang telah terjaga selama ini hendak kalian usik..!!!" Ucap Wu Yi Feng.
"Baiklah jika itu pilihan kalian, akan kupastikan tempat ini jadi kuburan kalian berdua..!!" Siluman lipan, salah satu dari ketujuh penasehat, menyerang Wu Yi Feng setelah berucap.
BLAAAARRRRRR....
Kecepatan siluman lipan membuat Wu Yi Feng harus mundur untuk menghindari serangannya yang menyebabkan lantai di hadapan Wu Yi Feng hancur terkena cakarannya.
Tak mau mundur terus - terusan, Wu Yi Feng mulai membalas dengan jurus pedang empat musim miliknya.
"Jurus Pedang Empat Musim, Tarian Angsa di Musim Dingin..."
"Jurus Pedang Empat Musim, Tarian Angsa di Musim Dingin..."
Sebuah serangan tajam dengan efek es yang dingin membuat siluman lipan harus menghentikan rentetan serangannya dan menghindari tebasan - tebasan dari Wu Yi Feng yang sangat cepat.
SREEEETTTTTT...
Beberapa luka sayatan tipis mulai menghiasi tubuh siluman lipan, bahkan jubah perangnya hampir hancur ketika terkena tebasan melintang dari Wu Yi Feng.
"Cihhh... Rupanya aku terlalu meremehkanmu bocah..."
"Seriuslah, supaya tidak ada penyesalan ketika kau kukirim menemui dewa kematian..!!" Balas Wu Yi Feng dengan tatapannya yang dingin dan tajam.