
Lelaki berkalung tasbih segera mengeluarkan seluruh kemampuannya, tapi semua itu hanya bagaikan angin lalu dihadapan Wu Yi Feng.
"Apakah hanya seperti ini kemampuanmu??" Ucap Wu Yi Feng dengan tatapan dingin dan senyuman sinis.
"Cuihhh.. Kau mendorongku terlalu jauh..!! Jangan salahkan aku jika setelah ini kau akan mati dengan tubuh hancur.."
"Hiyyyaaaa..."
"Penghancur Gunung...!!!"
Lelaki berkalung tasbih menghujani Wu Yi Feng dengan tinju bertubi - tubi, namun tidak ada satupun yang mengenai sasaran, bahkan Wu Yi Feng terlihat santai menghindarinya.
"Andai saja kau terkena jurusku, akan kupastikan tubuhmu hancur..!!!"
"Benarkah?? Kalau begitu cobalah..!!"
"Ap.. Apa?? Jangan menyesal bocah..!!!"
"Penghancur Gunung...!!!"
BLAAAAMMMMMM...
BLAAAAMMMMMM...
BLAAAAAMMMMMM....
Wu Yi Feng berdiri kokoh, tidak sedikitpun pemuda itu bergeming dari tempatnya hingga lawannya kehabisan tenaga dalam dan terengah engah.
"Sudah selesai?? Hanya itu saja??"
"Ti.. Tidak mungkin, kau bukan manusia? Kau iblis..!!!" Teriak laki - laki berkalung tasbih.
"Sekarang giliranku.." Wu Yi Feng bergerak dengan cepat, lalu ketika ia sudah berada tepat di hadapan lawannya, telapak tangannya menyentuh dada sang lawan dengan lembut namun mematikan.
"Seni Phoenix, Tapak Penghancur Karang.."
BLAAAAMMMMMM...
"Hoeeeeekkkk.." Lelaki berkalung tasbih terlempar jauh kebelakang dan kini posisinya begitu dekat dengan bibir jurang, tulang serta seluruh organ dalam lelaki itu hancur dalam sekali serang.
Kinj Wu Yi Feng berjalan dengan tenang menghampiri lawannya yang sedang merintih dan menggelepar kesakitan. Pemuda itu duduk lalu membisikkan sesuatu, "Kau memilih lawan yang salah.."
BUUUUGGGGHHHHH...
"Arrrrggggghhhhhhh..."
Wu Yi Feng menendang lawannya dengan sangat keras hingga lelaki berkalung tasbih terlempar dan jatuh ke jurang yang entah berapa kedalamannya.
"Jangan pernah berpikir untuk pergi dari sini..!!!" Wu Yi Feng melirik murid - murid dari sekte gagak hitam ketika mereka semua hendak lari dari tempat itu.
Dengan cepat pemuda itu memotong ikatan rantai yang membelenggu Chau Li, sedangkan Chau Li sendiri kondisinya sudah kembali bugar meskipun dengan pakaian yang mengenaskan karena saat ini ia hanya mengenakan cawat putih yang menutupi area terlarangnya.
"Aaahhhhhh" Kedua gadis itu menjadi histeris melihat bentuk tubuh Chau Li yang bisa dikatakan 90% telanjang, dengan cekatan mereka berdua menutup matanya dengan kedua tangan.
Wu Yi Feng mendekat ke arah para murid sekte gagak hitam yang saat ini sedang berlutut gemetar, "Kau, buka semua bajumu dan berikan pada saudaraku..!!" Ucap Wu Yi Feng sambil menunjuk ke salah satu murid sekte gagak hitam.
"Ta.. Tapi Tuan..??"
"Baiklah, mungkin aku harus membunuhmu dan mengambil pakaian itu sendiri.." Ancam Wu Yi Feng dengan seringai yang menakutkan.
"Ti.. Tidak perlu Tuan... Ak.. Aku akan buka semua bajuku sekarang juga.." Pemuda tersebut bergegas melucuti pakaiannya sendiri lalu memberikannya kepada Chau Li.
"Apa yang kalian lihat?? Kalian juga sama, segera lucuti pakaian kalian dan buang di sana.." Wu Yi Feng menunjuk jurang.
"Ba.. Baik.." Sekitar enam orang murid sekte gagak hitam membuka pakaian mereka lalu satu persatu membuang pakaiannya ke jurang.
"Sekarang berbarislah kalian semua disini.." Wu Yi Feng tidak perlu mengatakannya hingga dua kali, ketujuh orang murid sekte gagak hitam segera berbaris rapi di hadapan Wu Yi Feng.
"Apakah kalian tahu hukuman apa yang pantas bagi kalian??"
Chau Li dan Chui Dal Po membawa keduanya pergi setelah mendapat isyarat dari Wu Yi Feng, kedua gadis itu dibopong karena mereka begitu takut untuk melangkah.
Setelah jarak antara mereka sudah lumayan jauh, samar - samar terdengar suara teriakan yang menggema, Chau Li yakin jika teriakan itu berasal dari ketujuh murid sekte gagak hitam.
"Rasakan kalian.." Ucapnya sambil manggut manggut.
"Kakak, apakah kau baik - baik saja??" Chui Dal Po merasa heran karena tadi ia melihat Chau Li sudah sekarat dan hampir tewas.
"Apakah kau bisa baik - baik saja setelah dihajar sehari semalam???"
"Ma.. Maaf.." Chui Dal Po menundukkan kepalanya, namun sedetik kemudian pemuda kurus itu memeluk Chau Li.
"Syukurlah kau selamat.. A... Aku sungguh takut.."
"Ehh apa - apaan ini, lepaskan pelukanmu.." Bukannya melepas, Chui Dal Po malah makin mempererat pelukannya hingga Chau Li mendorongnya paksa.
"Kau gila ya? Disana ada dua orang gadis dan kau memelukku seakan aku kekasihmu?? Aku masih normal.." Bisik Chau Li dengan mimik wajah yang lucu, membuat Chui Dal Po tak kuasa menahan tawa.
Ketika keempatnya sedang asik bercanda, Wu Yi Feng tiba - tiba saja sudah berjalan mendekati mereka, sontak keempatnya diam dan mulai memperhatikannya.
"Masalah disini sudah selesai, ayo kita cari penginapan.. Aku capek.." Seru Wu Yi Feng sambil berlalu, sedangkan keempatnya mulai berjalan mengikuti pemuda tampan itu dari belakang.
"Saudara Feng, bagaimana kabarmu?? Tiga tahun kita tidak bertemu, kemampuanmu bekembang dengan sangat pesat.." Ucap Chau Li yang mencoba membuka obrolan.
"Bukan kemampuanku yang berkembang dengan pesat, kalian saja yang malas berlatih.." Balas Wu Yi Feng dengan senyum di wajahnya.
"Hahahaha.. Aku bukanlah jenius sepertimu, berlatih keras juga tidak ada gunanya.." Jawab Chau Li sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Bagaimana kabar sekte dan juga teman - teman??"
"Itu..." Chau Li menunduk, terlihat kesedihan di wajahnya.
"Ceritakan ada apa sebenarnya??"
"Tidak lama setelah kau memutuskan untuk berlatih sendirian, saudara Liang juga melakukan hal yang sama, lalu setahun yang lalu Wan Ming berengsek itu juga meninggalkan sekte dan memilih untuk bergabung bersama pasukan kekaisaran Han..."
"Lalu bagaimana dengan saudara Bai dan juga Wang Fei Lin..??"
"Mereka tetap berada di sekte, menunggumu kembali.." Ungkap Chau Li sambil menatap mata Wu Yi Feng dengan tajam.
"Aku pasti kembali, namun sebelumnya aku harus melakukan beberapa hal.." Jelas Wu Yi Feng dengan disertai sebuah senyuman yang tulus.
"Besok pagi - pagi sekali aku sudah harus pergi, jadi malam ini bagaimana jika gunakan untuk bersenang senang?? Seru Wu Yi Feng, membuat Chau Li tertawa gembira.
"Baiklah, ayo kita pesan arak sebanyak mungkin malam ini..!!!" Teriak Chau Li kegirangan.
"Tunggu, apa yang aku lewatkan hingga kalian nampak begitu bahagia??" Chui Dal Po yang baru saja datang setelah mengantar kedua gadis ke kamarnya masing - masing merasa heran dengan kedua saudara seperguruannya.
"Sudahlah, duduk disini dan kita nikmati malam ini.. Hahahaha.. Pelayan bawakan lima botol arak kualitas terbaik kalian..!!!" Teriak Chau Li.
"Hentikan..!! Apa kau sudah gila kak?? Kita bahkan tidak memiliki sisa satu keping pun, apa kau ingin membayar arak - arak itu dengan ginjalmu???" Terang Chui Dal Po.
"Sudahlah, aku yang akan bayar semuanya.. Dan juga aku ada sesuatu untuk kalian berdua.." Wu Yi Feng memberikan masing - masing satu cincin penyimpanan dimana didalamnya berisi banyak sekali uang emas.
Mata kedua pemuda itu sampai melotot karena tidak percaya Wu Yi Feng bisa memberikan uang sebanyak itu dengan mudahnya.
"I.. Ini uang yang luar biasa banyak.. Saudara Feng apa aku tidak salah dengar..??"
"Benar kakak Feng, bekerja keras seumur hidup pun aku tidak akan bisa memiliki uang sebanyak ini.." Chui Dal Po bahkan sampai gemetar.
"Kalian tidak salah dengar, itu buat kalian.." Tegas Wu Yi Feng.
"Te.. Terima kasih kakak.." Chui Dal Po bangkit dan hendak memeluk Wu Yi Feng tapi dihalangi oleh Chau Li.
"Hahahahaha.. Araknya sudah datang, ayo kita pesta.." Wu Yi Feng membuka salah satu guci arak lalu menuang isinya ke dalam salah satu mangkuk, pemuda itu meminum arak dalam satu teguk, seolah tak mau kalah Chau Li juga meminum bagiannya, begitu juga Chui Dal Po.