The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Kebenaran di Dasar Parit



Seminggu telah berlalu, semua peserta yang lolos tes penerimaan sampai saat ini masih berada di sekte pedang langit, termasuk Wu Yi Feng, ketiga temannya dan juga Wang Fei Lin.


Meskipun belum bisa mengikuti pelajaran seni beladiri karena belum secara resmi menjadi murid sekte pedang langit, namun mereka tetap diperlakukan cukup baik oleh para murid sekte pedang langit lainnya.


Berbeda dengan ketiga temannya, Wu Yi Feng lebih banyak mengurung diri dikamar sambil sesekali berjalan menuju kearah parit yang memang terletak tak jauh dari kamarnya.


Letak parit tersebut memang menjorok kedalam, hingga kesan angker dan suram terlihat jelas, belum lagi ditambah dengan energi dingin (yin) yang selalu keluar, dan desas desus tentang penampakan yang sering dibicarakan, membuat semua orang lebih memilih untuk menjauhi tempat tersebut.


Namun semua itu justru membuat tenang Wu Yi Feng, bahkan ia sering bermeditasi di tepian parit sekaligus menyerap hawa dingin yang seolah datang dari dasar parit.


Di dorong oleh rasa penasaran yang sangat tinggi, akhirnya membuat Wu Yi Feng memutuskan untuk mencari sumber dari energi Yin di dalam dasar parit.


Tapi ia harus melakukan niatnya kala malam hari, supaya tidak menimbulkan perhatian khalayak ramai. Rencana pun ia susun, setelah mengetahui bahwa air di parit tersebut sangat dingin, maka sebelum menyelam ia harus melapisi tubuhnya dengan unsur api.


Wu Yi Feng mengambil napas sebanyak mungkin sebelum memasuki parit secara perlahan karena saat ini malam masih baru menjelang hingga banyak murid dan guru yang lalu lalang tak jauh dari sana.


BYUUURRRRR..


Baru beberapa detik Wu Yi Feng berada di dalam parit, tapi hawa dingin dan bermacam kenangan menakutkan segera menghantam tubuhnya secara bersamaan hingga membuatnya hampir kehilangan kesadaran dan berteriak. Dengan kekuatan yang tersisa, Wu Yi Feng memaksakan dirinya untuk mengambil sesuatu di dasar parit karena ia tentu tidak ingin kembali dengan tangan kosong.


Wu Yi Feng berjalan gontai, sekujur tubuhnya terasa hampir membeku. Meskipun ia telah melapisi seluruh tubuhnya dengan perubahan jenis api, tapi suhu air yang teramat dingin membuatnya hampir terkena hipotermia dalam waktu beberapa detik saja.


Tubuhnya menggigil kedinginan, disaat ia hampir kehilangan kesadarannya, ada sesosok misterius yang menolongnya dan memapah tubuhnya. Sosok misterius itu mengalirkan energi panas yang luar biasa, hingga membuat suhu Tubuh Wu Yi Feng berangsur angsur normal kembali.


Wu Yi Fan akhirnya kehilangan kesadarannya sesaat setelah merasakan kehangatan menjalari tubuhnya, bocah berusia 13 tahun itu terlelap dalam gendongan penolong misteriusnya.


"Ahhh.. Akhirnya kau bangun juga anak muda??"


"Dimana saya? Dan siapa anda?? Apakah anda yang menolong saya??" Wu Yi Feng bangkit dari tidurnya, pemuda itu duduk bersandar di ranjang sambil memijat kepalanya yang pusing.


"Pertanyaanmu terlalu banyak anak muda, bagaimana saya bisa menjawab semuanya.. Hehehe.."


"Maafkan saya kek.." Wu Yi Feng mencoba mengingat ingat kembali kejadian malam itu.


"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, ijinkan aku bertanya satu hal..!! Apa yang kau lakukan disana saat malam hari??"


"Saya hanya ingin duduk - duduk kek, tapi kemudian ketika hendak bangkit dan pergi, kaki saya tepeleset dan jatuh kedalam parit." Wu Yu Feng gugup karena pada dasarnya ia tak pandai dalam hal berbohong.


"Ohh.. Hehehe.. Baiklah, anggap saja aku percaya dengan ceritamu.." Kakek tua misterius itu mengusap jenggot putihnya yag panjang, mencoba menelaah kata - kata yang Wu Yi Feng sampaikan.


"Kakek belum menjawab pertanyaanku.." Ucap Wu Yi Feng memecah keheningan.


"Ahhh... Minum dulu teh ini sebelum dingin.." Kakek misterius tersebut menyodorkan secangkir teh hijau yang mengebul. Ketika Wu Yi Feng meneguknya, ia bisa merasakan kehangatan secara cepat memenuhi relung tubuhnya serta perasaan tenang yang muncul di kepalanya.


"Namaku Lin Zhun, saat ini aku adalah ketua dari sekte pedang langit, dan saat ini kau sedang berada di kediaman pribadiku.." Kakek Lin duduk di hadapan Wu Yi Feng kemudian memeriksa nadinya.


Begitu mengetahui bahwa sosok yang ada dihadapannya adalah ketua sekte, Wu Yi Feng segera bangkit dan memberikan hormatnya.


"Sudah.. Sudah, bangkitlah.. Nampaknya kau telah sembuh.." Lin Zhun berkedip beberapa kali, seolah tak percaya, karena biasanya efek dari energi Yin begitu parah.


"Maaf ketua, nama saya Wu Yi Fenh, dan saya adalah salah satu peserta tes.." Wu Yi Feng menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Ohhh.. Ini menarik, apakah kau adalah pemuda yang didesas desuskan mengalahkan para perampok gunung sendirian??"


"Berita itu terlalu di besar - besarkan ketua, saya tidak akan bisa mengalahkan para pembunuh tersebut jika bukan karena bantuan teman - teman."


"Hahahaha... Sangat menarik.." Lin Zhun tertawa hingga terlihat giginya yang masih utuh di usianya yang sudah tergolong senja."


Wu Yi Feng ijin pamit begitu merasa baikan, Lin Zhun sebenarnya masih ingin menahannya karena merasa bocah didepannya begitu menarik, namun mengingat ada masalah besar yang harus ia selesaikan, maka pendekar yang mendapat gelar sebagai Dewa Pedang tersebut hanya bisa melihat Wu Yi Feng pergi.


Sesampainya di kamar, dengan hati - hati Wu Yi Feng segera mengeluarkan sesuatu yang sempat ia ambil dari dasar parit kemarin malam.


Benda seperti ganggang berwarna hitam tersebut memancarkan energi Yin lemah, Wu Yi Feng kemudian mengambil dan mulai mencari - cari informasi tentang benda kenyal yang ada di telapak tangannya di dalam buku 1001 pengetahuan miliknya.


Alga Hitam merupakan suatu jenis


tumbuhan langka yang hanya bisa tumbuh


dan berkembang disuatu daerah dengan


kelembapan yang cukup tinggi.


Alga Hitam mempunyai khasiat yang


luar biasa bagi seorang pendekar,


diantara khasiat tersebut adalah


mampu memperkuat tulang, menambah


stamina dan juga memberikan kekebalan akan racun yang bersifat dingin.


"Jika memang tanaman ini begitu berkhasiat, mengapa tidak ada yang mengambilnya?? Atau jangan - jangan mereka belum mengetahui tentang hal ini??" Batin Wu Yi Feng sambil melihat kearah alga hitam yang tergeletak di telapak tangannya.


Batinnya begejolak, apakah akan membuktikan khasiat dari tanaman tersebut ataukah tidak. Setelah memikirkan dengan matang, akhirnya Wu Yi Feng mempersiapkan dirinya untuk mengkonsumsi alga hitam di tangannya.


Wu Yi Feng mengambil posisi meditasi, ia mengedarkan Qi keseluruh tubuhnya sebelum kemudian memasukkan alga hitam kedalam mulutnya.


Tekstur alga hitam yang mirip jelly serta sensasi dingin di rongga mulut, membuat Wu Yi Feng mengunyah alga hitam sejenak sebelum menelannya. Efek dari alga hitam langsung terasa, hawa dingin mendadak menjalar ke sekujur tubuh Wu Yi Feng.


Dengan menggunakan teknik pernapasan naga, Wu Yi Feng menyerap khasiat yang diberikan oleh alga hitam.


Selama Wu Yi Feng menyerap manfaat dari alga hitam, setiap hembusan napasnya yang keluar baik dari hidung maupun mulutnya menjadi sangat dingin, bahkan di puncak kepalanya sampai muncul asap.


Setelah mengetahui rahasia dari dasar parit yang gelap, maka hari - hari selanjutnya Wu Yi Feng pun mulai mengumpulkan alga hitam untuk membantu memperkuat tubuhnya. Pemuda itu mengkonsumsi rutin alga hitam setiap hari sambil terus memanen alga hitam tentunya tanpa sepengatuan siapapun.