The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Kelompok Topeng Kematian



Chau Li bisa melihat jika Wu Yi Feng menjadi geram karena mendengar cerita tersebut. Karena bagi seorang pemuda yang memiliki jiwa keadilan tinggi tentu saja perbuatan kelompok perampok ini tidak bisa dia terima.


"Bagaimana dengan pihak pemerintah? Mereka


tidak mengirim orang?" Wu Yi Feng sadar tidak semua sekte memiliki pondasi yang kuat, banyak juga sekte kecil yang hanya memiliki pendekar kelas dua dan kelas


satu jadi mungkin kekuatan mereka tidak cukup untuk mengatasi perampok yang memiliki ilmu tinggi.


Hanya saja selama pemerintahan ikut campur tangan, maka perampok pasti tidak bisa berbuat sesukanya karena Kekaisaran Song banyak bekerja sama dengan sekte-sekte besar. Biasanya ketika ada kejadian seperti ini sekte-sekte besar tersebut akan mendapat misi dari pemerintah dengan hadiah yang sesuai dengan tingkat kesulitan misi tersebut.


"Kudengar kelompok perampok ini bisa bertindak sesuka hati karena ada orang dalam pemerintahan juga, tidak hanya desa ini tetapi beberapa kota kecil dan juga desa disekitar kami juga mengalami masalah yang sama." Jawab wanita paruh baya tersebut.


Wu Yi Feng tersenyum sinis, ternyata semua sama saja. Tidak hanya di kekaisaran Han, bahkan kekaisaran Song yang terkenal akan kemakmuran dan keamanannya juga memiliki penyakit yang sama. Bagaimana mungkin manusia serakah seperti mereka bisa tumbuh subur bagaikan jamur di musim penghujan tanpa ada satupun yang berani menindaknya.


Memang selain keempat keluarga bangsawan penyokong Kekaisaran Song, ada juga beberapa keluarga bangsawan kecil serta keluarga konglomerat. Keluarga-keluarga ini memiliki kebutuhan terhadap budak dalam jumlah besar, padahal budak sulit di dapatkan pada masa tanpa perang seperti ini jadinya ada


kelompok-kelompok seperti ini yang berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara - cara yang tidak manusiawi.


"Kelompok perampok yang memiliki kemampuan tinggi dan bisa bekerja sama dengan orang dalam pemerintahan tidak banyak, apakah mereka memiliki tanda khusus?" Ling Han berusaha mengendalikan emosinya dan bertanya lebih jauh kepada wanita paruh baya pemilik penginapan.


"Aku tidak pernah berani berurusan dengan mereka secara langsung, tetapi kudengar mereka membawa bendera bergambar tengkorak putih..." jawab wanita paruh baya tersebut.


Raut wajah Wu Yi Feng dan Ling Han menjadi serius. Bendera tersebut merupakan simbol dari Kelompok Topeng Kematian , satu dari dua kelompok perampok paling besar di Kekaisaran Han dan Song.


Wu Yi Feng memang belum pernah berurusan dengan kelompok topeng kematian secara langsung, hanya saja menurut gurunya sang pilar petir, kelompok tersebut diketuai oleh seseorang yang memiliki tingkatan beladiri yang cukup tinggi. Kelompok topeng kematian juga terkenal karena memiliki ribuan anggota yang tersebar di seluruh penjuru kekaisaran Han dan Song.


Jika Wu Yi Feng terkejut, maka Ling Han terlihat begitu shock. Itu dikarenakan dirinya memiliki masa lalu yang berkaitan erat dengan kelompok topeng kematian. Luka yang ada di sekujur tubuhnya, sebagian besar adalah perbuatan dari para pemimpin atau tetua topeng kematian yang memiliki nama Barisan Pencabut Nyawa.


Barisan pencabut nyawa sendiri terdiri dari sepuluh pendekar aliran hitam yang menguasai racun dan juga teknik - teknik mengerikan. Kemampuan kesepuluh orang yang tergabung dalam barisan pencabut nyawa adalah di ranah pendekar raja tingkat puncak dan bahkan ada beberapa dari mereka yang sudah mencapai tingkatan pendekar suci.


Dengan kemampuan sehebat itu, maka tidak mengherankan jika mereka sanggup bertahan dan melawan pemerintah.


mengiba.


Ling Han mengangguk pelan, dia menjelaskan agar wanita ini tidak mengatakan pada siapapun tentang niat mereka untuk membantunya. Ling Han harus mempelajari dulu situasinya dan juga menyusun strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah.


Selepas menyantap hidangan yang disediakan, Wu Yi Feng memutuskan kembali ke kamarnya untuk memperkuat kondisinya. Wu Yi Feng sedang berpikir bagaimana caranya untuk membujuk gurunya serta kedua temannya agar menyerahkan masalah ini kepadanya.


Tanpa bermaksud merendahkan kemampuan mereka, hanya saja Wu Yi Feng merasa membawa semuanya kedalam masalah ini hanya akan membatasi ruang geraknya. Apalagi jika ternyata ketua dari kelompok topeng kematian dan juga para barisan pencabut nyawa ada di tempat yang sama, akan lebih mudah menghadapi semuanya sendirian daripada bersama dengan teman - teman dan juga gurunya.


Malam itu terasa begitu panjang, setidaknya bagi Wu Yi Feng. Karena merasa penasaran dengan sumber mata air panas yang di ceritakan oleh wanita pemilik penginapan maka Wu Yi Feng memutuskan untuk mencari informasi lebih lanjut dengan caranya sendiri.


Setelah berganti dengan pakaian ala ninja serba hitam, Wu Yi Feng menyelinap keluar dari penginapan kemudian berlari cepat dari satu atap ke atap lainnya. Kondisi desa yang sepi dan tertutup oleh putihnya salju membuat Wu Yi Feng lebih leluasa bergerak kesana kemari.


Setelah sekitar setengah jam berkeliling, Wu Yi Feng akhirnya melihat puluhan orang bersenjata lengkap sedang berjaga di sebuah bangunan yang berada di kaki bukit. Mereka nampak sedang bersiaga, entah karena menunggu seseorang yang mau datang ataukah menjaga seseorang yang saat ini berada di dalam.


Dengan matanya yang tajam Wu Yi Feng bisa melihat jika nama bangunan tersebut adalah Paviliun Naga Kembar. Dan jika dugaannya tidak salah, maka didalam paviliun itulah sumber mata air panas atau yang lebih terkenal dengan kolam air mata naga berada.


Ketika tengah serius mengamati Wu Yi Feng dikejutkan oleh sekelebat bayangan hitam yang bergerak kesana kemari, merasa keberadaannya diketahui Wu Yi Feng bergegas pergi dari tempat tersebut, namun bayangan hitam tersebut terus mengikutinya.


Wu Yi Feng membawa bayangan hitam tersebut menjauh dari paviliun naga kembar, hingga ketika tiba di tengah hutan Wu Yi Feng berhenti berlari dan melepaskan sebuah pisau kearah bayangan hitam tersebut.


TRAAAAANNNNGGGGG...


Dengan sigap sosok bayangan hitam tersebut menangkis pisau yang dilemparkan oleh Wu Yi Feng dengan pedang miliknya.


Sosok bayangan hitam berlari kearah Wu Yi Feng dengan pedang yang terhunus, namun tiba - tiba saja gerakan bayangan hitam tersebut menjadi lambat dan berat seolah terhalang oleh sesuatu yang tak kasat mata.


Setelah melepaskan aura raja naga langit yang telah dikombinasikan dengan hawa membunuh, dengan tenang Wu Yi Feng melangkah mendekati sosok bayangan hitam tersebut, kemudian disibakkan topeng yang menutupi wajahnya.


"Guru Ling???" Wu Yi Feng benar - benar terkejut ketika mengetahui sosok dibalik bayangan hitam yang ternyata adalah Ling Han.