The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Perpisahan



Hari ini Wu Yi Feng genap berusia 13 tahun, gurunya Luo Yun Xi secara khusus memberikan sebuah cincin ruang kepadanya sebagai hadiah, dimana didalamnya berisi sebuah pedang yang dibuat dari batuan bintang berwarna biru muda kehijaun bercahaya, dan bernama Pedang Aurora.


Pedang tersebut merupakan pusaka langit tingkat atas yang sangat kuat dan langka, yang sayangnya dengan kemampuan Wu Yi Feng saat ini belum cukup kuat untuk menarik pedang tersebut daru sarungnya. Selain pedang di dalam cincin ruang tersebut juga berisi tumpukan uang emas, batu - batu bintang kualitas tinggi dan juga dua kitab, Kitab Penempaan Pusaka serta Kitab 1000 Obat dan Racun.


"Baca dan pelajari dua kitab tersebut, karena mungkin akan sangat berguna bagimu. Jangan lupa terus tempa tubuh serta staminamu dan rahasiakan jika kau menguasai semua itu." Seru Luo Yun Xi sambil membelai puncak rambut muridnya.


"Kenapa aku merasa kata - kata ini sebagai kata - kata perpisahan??" Wu Yi Feng menengadahkan kepalanya keatas dan memandang wajah gurunya yang sangat tampan.


"Ternyata kau memiliki intuisi yang sangat kuat.." Luo Yun Xi tersenyum sebelum kemudian duduk untuk menjelaskan.


"Aku dan keempat pilar lainnya mendapatkan tugas dari guru, kami akan pergi ke tempat yang sangat jauh. Tempat yang sangat berbahaya, kami tak tahu kapan kami akan kembali, jadi setelah ini mungkin kita tidak akan bertemu kembali.."


Wu Yi Feng menunduk, tak terasa air matanya menetes. Bocah itu sekali lagi harus berpisah dengan seseorang yang berharga baginya.


"Jangan menangis, aku masih ada waktu beberapa hari sebelum berangkat. Sesuai janji, aku akan mengajarimu terbang sebelum pergi." Ucap Luo Yun Xi.


Wu Yi Feng tidak merasa ini adalah sebuah kabar gembira, jika saja ia boleh memilih, maka ia akan lebih memilih tidak bisa terbang asalkan bisa bersama guru selamanya.


Keesokan harinya mereka mulai latihan terbang, Luo Yun Xi juga membentuk dua segel di dalam tubuh Wu Yi Feng, dimana salah satunya adalah Segel Tujuh Bintang, untuk menekan dan membatasi Kekuatan Qi milik Wu Yi Feng. Dan segel satunya adalah segel yang ia bentuk tepat di pusar Wu Yi Fan, segel tersebut membuat dantiannya seolah olah menunjukkan lingkaran tenaga dalam.


Tepat dihari ke lima, datang seorang wanita yang sangat cantik ke puncak gunung kabut petir untuk menjemput pilar petir. Wanita cantik tersebut adalah sang Pilar Air yang bernama Shui Haizi.


"Jadi ini bocah yang kau angkat sebagi murid??" Tanya Sui Haizi begitu melihat Wu Yi Feng.


"Hmmm.." Jawab Luo Yun Xi singkat.


"Aku jadi ingin tahu kemampuan bocah ini, seranglah aku dengan sekuat tenagamu bocah.. Aku punya hadiah untukmu jika kau berhasil menyentuhku.." Tantang Sui Haizi.


"Aku terima tantanganmu, persiapkan saja hadiahku.." Wu Yi Feng melesat maju dengan menggunakan Langkah Petir.


"Woww.. Langkah petir ya..??" Sui Haizi sedikit terperangah.


Meskipun Wu Yi Feng sudah bergerak secepat apapun, namun Sui Haizi seperti satu langkah di depan. Wanita itu seolah olah mengetahui gerakan yang akan Wu Yi Feng lakukan dan menghindar tepat di menit - menit akhir.


"Feng'er tutup matamu dan kosongkan pikiran, biarkan tubuhmu bergerak sesuai dengan irama.." Seru Luo Yun Xi memberikan sebuah petuah.


"Baik guru.." Wu Yi Feng menutup matanya dan mencoba mengosongkan pukirannya sesuai dengan ajaran gurunya.


"Dasar curang kalian.." Sui Haizi nampak cemberut, karena kini setiap gerakannya bisa terbaca oleh Wu Yi Feng. Hingga tak lama kemudian Wu Yi Feng berhasil menyentuh tubuh Sui Haizi.


"Ambillah ini.." Sui Haizi melemparkan sebuah cincin ruang berwarna perak dengan sebutir permata biru muda sebagai pemanis.


Wu Yi Feng segera berkonsentrasi untuk melihat isinya, yang ternyata hanya ada dua buah kitab, yaitu Kitab Pedang Empat Musim dan juga Kitab Segel dan Formasi.


"Terima kasih bibi.." Ucap Wu Yi Feng seraya memberikan hormatnya.


"Bibi?? Apakah aku terlihat setua itu dimatamu???" Seru Sui Haizi.


"Sejujurnya anda sangat cantik, namun aku bingung mau memanggil anda dengan sebutan apa??"


"Panggil saja aku kakak Haizi.."


"Baik kak Haizi.." Wu Yi Feng menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Baiklah, sekarang kami akan pergi.. Jaga diri baik - baik dan ingat, jangan pernah memberitahu kapada siapapun jika engkau sudah memiliki Qi dan juga bisa terbang. Kecuali dalam keadaan terdesak..!! Jaga dirimu baik - baik Fan'er.." Luo Yun Xi mengacak acak puncak kepala muridnya, dan dibalas oleh sebuah pelukan yang sangat erat oleh Wu Yi Feng sebelum akhirnya mereka berdua, Luo Yun Xi dan Sui Haizi menghilang ditelan lubang portal.


Kini hanya tertinggal Wu Yi Feng seorang diri di sana, di puncak gunung kabut petir. Mau tidak mau ia harus turun gunung karena tanpa gurunya ia tak mungkin bisa memasuki goa petir.


Dengan langkah santai Wu Yi Feng turun dari puncak gunung kabut petir, saat ini ia ingin kembali ke kekaisaran Han, tepatnya ke kedai milik paman Xi, karena setahu dia gunung kabut petir berada di wilayah kekaisaran Song.


Meskipun perjalanannya termasuk sangat jauh, tapi Wu Yi Feng tidak mempermasalahkannya, bahkan ia merasa senang karena itu berarti dia akan punya cukup banyak waktu untuk mempelajari kitab - kitab yang ia dapatkan dari kedua pilar.


Matahari mulai condong kearah barat ketika Wu Yi Feng sedang berjalan turun gunung, bocah itu sengaja tidak terbang karena hal tersebut menguras terlalu banyak Qi.


"Lebih baik hari ini aku beristirahat terlebih dahulu disini sembari membaca buku yang diberikan guru, dan kembali melanjutkan perjalanan keesokan harinya." Ucapnya dalam hati.


Wu Yi Feng bersandar di sebuah pohon dan mengeluarkan buku pemberian gurunya yang berjudul kitab 1000 obat dan racun, didalamnya Wu Yi Feng menemukan berbagai macam tumbuhan obat beserta kegunaannya.


Di dalam kitab tersebut juga dijelaskan berbagai macam jenis racun dan cara mengobatinya atau membuat penawarnya. Wu Yi Feng membaca kitab tersebut hingga malam menjelang dan ia ketiduran.


Tanpa diketahui oleh Wu Yi Feng, sepasang mata berwarna merah sudah memperhatikan gerak geriknya sejak tadi. Seekor siluman beruang tanduk hitam berusia 100 tahun memang sudah lama mengincar Wu Yi Feng, hanya saja selama ini ia tidak berani berbuat macam - macam karena ada pilar petir di samping bocah tersebut.