
Serangan energi dari mulut monster raksasa membuat tubuh boss Huang hilang tak berbekas, serangan tersebut juga meninggalkan sebuah bekas lubang yang cukup besar di tanah.
Wu Yi Feng terengah engah, andai saja serangan tersebut mengenainya maka bisa dipastikan ia akan menemui ajalnya saat itu juga.
Monster raksasa itu masih terus menghancurkan rumah penduduk, sedangkan tidak ada yang bisa Wu Yi Feng lakukan. Setiap serangan yang ia lancarkan seolah olah hanya menghantam asap dan sama sekali tidak berpengaruh terhadap monster tersebut.
"Wei Wei tolong kau bantu para warga untuk meninggalkan kota, monster ini tidak bisa dilukai.." Ucap Wu Yi Feng dengan nada pasrah.
"Tuan, jika aku harus pergi maka itu adalah bersamamu.." Jawab Xiao Wei sambil menggenggam erat kedua tangan Wu Yi Feng.
"Kita pasti bertemu lagi, aku juga tidak ingin mati di tempat ini.. Setidaknya tidak untuk saat ini.." Wu Yi Feng membelai puncak kepala Xiao Wei.
"Aku anggap itu sebuah janji..!!!" Xiao Wei mengusap air matanya lalu mulai bergerak menjauh, sedangkan Wu Yi Feng mulai berpikir keras bagaimana mengalahkan makhluk ini.
Wu Yi Feng sekali lagi melayang, dengan jurus - jurus naga serta phoenix pemuda itu masih terus berupaya untuk menghentikan serangan monster yang kini makin marah dan tak terkendali.
Ketika Wu Yi Feng sudah hampir putus asa, tiba - tiba saja muncul sosok pemuda bermbut merah yang datang dengan mengendarai sebuah tongkat.
Pemuda berambut merah tersebut melemparkan tongkatnya yang seketika berubah menjadi besar ketika menghantam tubuh monster raksasa.
BLAAAAAMMMMMMM...
Dentuman keras terjadi ketika tubuh monster tersebut terjatuh dan menghantam tanah, sementara itu pemuda berambut merah musterius melayang turun menuju ke tempat Wu Yi Feng dengan anggun.
Tongkat pusaka miliknya berputar cepat dan kembali ketangannya dengan tepat, pemuda berambut merah tersenyum hangat ke Wu Yi Feng. "Kau sudah berusaha keras anak muda, sisanya biar aku yang bereskan.." Ucapnya tenang.
"Senjata pusaka Tongkat Emas Dewa Kera Langit?? Apakah mungkin kau adalah sang Pilar Api??"
"Ya begitulah orang - orang biasa memanggilku.." Jawabnya sambil mengerlingkan mata.
ROAAAAARRRRRRRR....
Monster raksasa kembali bangkit, kali ini ia terlihat sangat marah. Pilar emas segera melesat dengan tongkatnya dan menghajar monster layaknya monster tersebut samsak hidup baginya.
BANNNNGGGGG...
BAAAANNNNNGGG..
Teriakan kesakitan dan raungan mengerikan memenuhi seluruh penjuru kota, monster raksasa yang sekujur tubuhnya terbentuk dari asap hitam itu perlahan lahan mulai menghilang.
Hilangnya monster raksasa membuat kedua belah pihak yang sedang bertikai hendak memulai lagi pertempurannya, tapi gelombang energi yang diakibatkan hentakan kuat dari pusaka tongkat emas dewa kera langit membuat mereka semua mematung di tempat.
"Hentikan..!!! Siapa yang masih ingin bertarung maka lawan kalian adalah aku..!!!" Tegas pilar api sambil mengedarkan aura raja naga langit miliknya.
Aura yang dipancarkan oleh pilar api begitu mengintimidasi, bahkan Wu Yi Feng merasa sesak, padahal jaraknya dengan sang pilar api lumayan jauh.
"Tentu kami tidak berani tuan pilar, hanya saja.." Jawab salah satu perwakilan dari keluarga Lee.
"Hanya saja apa?"
"Hanya saja, keluarga kami mendapat fitnah secara terus menerus.. Itulah yang membuat kami akhirnya menyerang keluarga yang lainnya." Jelas perwakilan dari keluarga Lee, mencoba membela diri.
"Fitnah katamu??? Justru kalian dari keluarga Lee lah yang selalu menebar permusuhan..!!! Kalian bersekutu dengan iblis..!!! Kalian membuat kota Nan Feng kehilangan keberkahan, kalian bahkan berani membunuh saudara - sauudara kami..!!" Balas Jenderal Bao yang menjadi perwakilan keluarga Bao dan keluarga Xiao.
Ketika beberapa keluarga saling beradu argumen dan masing - masing dari mereka tidak ada yang mau disalahkan, Wu Yi Feng mengambil kesempatan tersebut untuk pergi, tak lupa ia menarik Xiao Wei.
"Tuan kita mau kemana??" Tanya Xiao Wei ketika mereka berjalan menjauh dari pusat kota.
"Pergi dari sini.." Jawab Wu Yi Feng.
"Pergi? Pergi dari sini?? Tapi kenapa? Bukankah disana ada sang pilar api??"
"Justru karena sudah ada sang pilar api, aku merasa keberadaanku disini sudah tidak dibutuhkan." Pungkas Wu Yi Feng sambil menaiki kudanya dan menaikkan Xiao Wei.
Wu Yi Feng menunggangi kudanya dengan cepat, sedangkan Xiao Wei memeluk erat tubuh Wu Yi Feng sambil tersenyum manja.
***Kembali ke pusat kota Nan Feng.
Setelah melalui perdebatan panjang disertai bukti - bukti, akhirnya keluarga Lee tidak dapat berkelit lagi. Puluhan anggota keluarga Lee serempak bersujud dan meminta pengampunan kepada sang pilar api.
"Mohon ampuni kami tuan pilar yang bijaksana, kami khilaf dan terperdaya iblis... Kami tidak sadar telah bersekutu dengan iblis dan membuat para dewa marah.." Ucap keluarga Lee secara serempak.
Meskipun dari segi jumlah keluarga Lee unggul jauh daripada sang pilar yang hanya seorang diri, tapi mencoba melawan adalah sebuah kebodohan. Siapa pun tahu bahwa para pilar cahaya merupakan kepanjangan tangan sang Kaisar,apalagi pilar api juga memiliki kekuatan yang jauh diatas semua pendekar yang ada disana.
"Hukuman kalian akan ditentukan oleh pengadilan kerajaan, kaisar sendiri yang akan memberikan keputusan. Dan untuk keluarga yang lainnya, aku harap kejadian hari ini memberikan kalian sebuah pelajaran yang berarti..!!!" Jawab pilar api dengan tatapan yang menakutkan.
"Jenderal Bao, urusan disini aku serahkan kepadamu.. Aku akan melaporkan situasinya kepada kaisar.." Pungkas pilar api sambil melayang.
Sebelum pilar api melesat pergi, ia sempat mencari cari keberadaan Wu Yi Feng yang saat ini telah meninggalkan kota Nan Feng.
"Cepat juga perginya?? Setidaknya dia baik - baik saja.." Batin Huo Xian sang pilar api.
*** Dipinggiran sebuah danau.
Wu Yi Feng sedang melamun, nampaknya sudah saatnya ia melakukan latihan yang selama ini sudah ia rencanakan. Apalagi iblis sudah mulai menampakkan eksistensinya, gabungan antara kelom persekutuan darah dan pasukan iblis jelas bukanlah gabungan yang bisa dihadapi Wu Yi Feng dengan mudah apalagi dengan kemampuannya saat ini.
"Wei Wei, mulai saat ini apapun yang terjadi jangan pernah jauh dariku..!!!" Tegas Wu Yi Feng sebelum membuat sebuah formasi yang menghubungkan dunianya dengan dunia para siluman.