
"Persiapkan jurus terhebat kalian, dan jangan sungkan untuk menyerangku sekuat tenaga.." Ucap Xun JeHa sambil tersenyum.
Tanpa menunggu lagi, Wu Yi Feng dan juga kakak tingkatnya segera memasang sebuah kuda - kuda. Wu Yi Fenh sendiri bersiap mengeluarkan jurus dari kitab phoenix nirwana.
Dan sesaat kemudian keduanya pun sudah melesat dengan cepat kearah Xun JeHa, untuk pertama kalinya setelah enam bulan lebih Wu Yi Feng akhirnya menggunakan Qi miliknya.
Wu Yi Feng mengumpulkan sejumlah Qi di kedua telapak kaki dan telapak tangannya, dengan begitu ia bisa bergerak jauh lebih cepat dari biasanya, bahkan serangan telapaknya yang telah dilapisi Qi, bisa menghancurkan batu karang besar dalam sekali pukul.
WHUUUZZZZZZZ....
JeHa menghindari serangan dua pemuda di hadapannya dengan lembut, tak ada sedikitpun kekakuan dan gerakan yang sia sia, layaknya air yang mengalir.
"Apakah ini kemampuan terbaikmu??" Sindir JeHa dengan senyum penuh menggoda, mereka berdua seolah memiliki dunianya sendiri, sedangkan juara dari tingkat empat mulai kehabisan akal karena dari tadi tak mampu mengimbangi kecepatan JeHa dan juga Wu Yi Feng.
Perlahan tapi pasti, Xun JeHa mulai mengajak Wu Yi Feng bergerak lebih dan lebih cepat lagi. Hingga pada suatu waktu, dunia seakan berhenti dan selain mereka berdua, semua orang tidak ada yang bergerak..!!!
"Bagaimana menurutmu??" Ujar Xun JeHa sambil menghindari pukulan dari Wu Yi Feng.
Wu Yi Feng yang baru menyadari fenomena tersebut, berhenti menyerang dan mulai memperhatikan sekitarnya.
"Tuan, apa yang terjadi?? Mengapa semua orang nampak mematung dan tak bergerak sama sekali??"
"Lebih tepatnya waktu yang terhenti, bukan mereka yang tak bergerak.." Jelas Xun JeHa dengan senyum mengembang.
"Bagaimana anda bisa menghentikan waktu??"
"Mudah, jika kita bergerak dengan kecepatan dewa.."
"Kecepatan dewa??" Wu Yi Feng selalu merasa telah mengetahui semua hal dari kitab 1001 pengetahuan miliknya. Nyatanya pengetahuannya masihlah dangkal dihadapan Xun JeHa.
"Benar kecepatan dewa, sekarang dengarkan aku, karena aku hanya bisa mempertahankan keadaan ini dalam waktu yang terbatas, tidak lama, tapi aku rasa cukup untuk mengetahui seberapa hebat kemampuanmu telah berkembang selama ini.."
"Lepaskan seluruh Qi milikmu, biarkan aku melihat kemampuan terhebatmu.." Seru Xun JeHa.
"Baiklah jika itu kemauanmu tuan, bersiaplah..!!" Wu Yi Feng mulai berkonsentrasi dan mentotok beberapa bagian tubuhnya yang Xun JeHa tahu sebagai langkah untuk membuka segel tujuh bintang yang mengunci kemampuan sesungguhnya dari seseorang.
"Segel Tujuh Bintang, LEPASSS...!!!"
Wu Yi Feng berteriak kencang, ketika letupan energi yang ia tahan selama ini menyelimuti dirinya. Pemuda itu merasakan tubuhnya diselimuti energi yang sangat kuat dan meluap luap.
"Bersiaplah tuan..!!!"
Wu Yi Feng melesat dengan cepat, ia melancarkan jurus - jurus dari teknik naga kepada Xun JeHa, namun secepat apapun ia bergerak, tetap saja serangannya tak ada yang mengenai lawan.
"Orang ini sungguh kuat..!!!" Batin Wu Yi Feng yang mulai sedikit frustasi karena tak ada satupun serangannya yang masuk.
"Apakah ini sudah batas kemampuanmu??"
"Teknik Naga, Mengoyak Nirwana.."
Dari telapak tangan Wu Yi Feng, muncul sosok naga raksasa yang tercipta dari kumpulan Qi, naga tersebut terlihat sangat ganas, dan tanpa menunggu lagi, naga tersebut melesat kearah Xun JeHa.
ROAAAARRRRRRRR....
"Lumayan, penguasaanmu kepada jurus ketiga teratas dari teknik naga sudah sangat bagus, tapi masih belum cukup jika ingin membuatku berkeringat.." Xun JeHa mengibaskan tangannya dengan malas, dan serangan Wu Yi Feng yang berbentuk naga itupun lenyap tak bersisa.
"Tidak mungkin..!!! Sehebat apa sebenarnya dirimu??" Gerutu Wu Yi Feng yang nampak sangat shock karena semua serangannya tak ada satupun yang mengenai sasaran, bahkan serangan pamungkasnya pun dilenyapkan hanya dengan sebuah kibasan tangan.
"Dengan kemampuanmu saat ini, harusnya kau sudah mencapai tingkatan pendekar raja menengah. Sangat hebat mengingat usiamu yang masih 14 tahun.." Xun JeHa memberikan semangat, karena melihat Wu Yi Feng mulai putus asa.
"Kurasa sudah cukup lama aku menghentikan waktu, sekarang mari kita bersenang senang kembali.." Xun JeHa memberikan sebutir kacang ajaib untuk mengembalikan stamina serta Qi milik Wu Yi Feng yang sempat habis setelah bertarung melawannya.
Tak lupa juga Xun JeHa mengaktifkan kembali segel tujuh bintang yang mengunci sebagian besar Qi milik Wu Yi Feng, sebelum akhirnya mengembalikan putaran waktu seperti sedia kala.
Semua orang perlahan mulai bergerak kembali pun demikian dengan juara dari tingkat empat yang langsung menerjang Xun JeHa dengan cepat.
Tak mau kalah, Wu Yi Feng yang stamina dan tenaga dalamnya telah kembali, juga menyerang Xun JeHa dengan intens.
Dengan dibunyikannya lonceng, maka berakhirlah sudah latih tanding antara Xun JeHa melawan juara tiap tingkat.
"Temui aku di halaman belakang saat mentari hampir tenggelam.." Ucap Xun JeHa secara telepati kepada Wu Yi Feng yang dibalas dengan anggukan tipis, sehingga tidak ada seorang pun yang menyadarinya.
Hampir semua murid dan guru mengelu - elukan Wu Yi Feng, kehebatannya segera menyebar ke seluruh penjuru sekte pedang langit. Bahkan ia kini disejajarkan dengan sang ketua pertama sekaligus pendiri sekte, Lin Dan.
Meskipun kini Wu Yi Feng telah diakui, namun itu tidak membuat dirinya besar kepala. Setelah upacara penyerahan hadiah, Wu Yi Feng segera kembali ke kamar dan meninggalkan yang lain yang sedang larut dalam euforia kemenangan.
Sebuah cincin ruang Wu Yi Feng dapatkan sebagai hadiah turnamen, didalamnya sendiri berisi lembaran uang dan juga ribuan keping uang emas serta beberapa kitab dan juga sumber daya berupa pil yang kemungkinan besar merupakan pil penambah tenaga dalam.
Wu Yi Feng menyimpan hadiahnya kedalam cincin ruang miliknya yang berwarna hitam pekat, pemuda tanggung itu melangkah dengan mantab menuju halaman belakang sekte pedang langit untuk menemui Xun JeHa.
Baginya kesempatan untuk bertemu, bertatap muka serta menanyakan banyak hal kepada master Xun, jauh lebih berharga daripada sekedar hadiah kemenangan dari sekte.
Saat Wu Yi Feng sampai di halaman belakang, ia melihat sosok pria sedang berdiri membelakanginya, disamping pria itu terlihat seekor singa besar yang sedang duduk dan menatap Wu Yi Feng dengan tajam.
Singa terbang yang masih teringat jelas diingatan Wu Yi Feng, sosok singa tersebut kini ada di dekatnya dan menatapnya lekat.
"Master Xun, maaf jika saya terlambat.." Wu Yi Feng menundukkan kepalanya seraya menyatukan kedua kepalan tangannya kedepan sebagai bentuk penghormatan kepada Xun JeHa.
"Tidak, kau tidak terlambat.. Akulah yang terlalu cepat datang kesini.." Jawab Xun JeHa dengan bijak.
"Aku mengerti banyak sekali yang ingin kau tanyakan, mendekatlah dan duduklah disini.." Xun JeHa menunjuk sebuah kursi batu didekatnya berdiri.
Wu Yi Feng mengangguk, pemuda itu tak mau membantah, atau lebih tepatnya tak bisa membantah karena aura yang keluar dari tubuh Xun JeHa terlalu mendominasi. Bahkan Wu Yi Feng seolah sedang bericara dengan Kaisar.