
Malam masih begitu larut ketika Wu Yi Feng melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, suasana hutan yang sangat sunyi bisa membuat bulu kuduk siapapun berdiri.
Namun Wu Yi Feng sama sekali tidak terpengaruh akan hal itu, pemuda tampan itu kini terlihat sangat mengerikan dengan tatapannya yang tajam dan haus darah.
Ketiga mustika yang ia dapatkan dari para siluman buaya yang ia bantai, kini tersimpan aman di cincin ruangnya. Sudah hampir satu jam ia berlari, tapi tak nampak sedikitpun istana yang ia cari.
Wu Yi Feng pun memutuskan untuk bermeditasi dan mengedarkan indra spritualnya dengan harapan bahwa akan ada setitik harapan.
Ditengah - tengah meditasinya Wu Yi Feng mendeteksi adanya gelombang energi tak jauh dari tempatnya, pemuda itu langsung membuka matanya dan melesat secepat mungkin untuk mendekati sumber energi tersebut.
Rupanya pancaran energi tersebut berasal dari sebuah pintu atau portal tak kasat mata, dan celakanya pintu tersebut sudah hampir menutup. Wu Yi Feng segera menambah kecepatannya dan berhasil memasuki pintu tersebut di detik - detik terakhir sebelum tertutup sepenuhnya.
Pintu tersebut kemudian membawa nya ke sebuah dunia lain, dimensi lain, dimensi dari para siluman. Wu Yi Feng bisa melihat sebuah istana berwarna hitam yang mempunyai menara menjulang tinggi, disekelilingnya terdapat banyak sekali tumbuhan berduri dan juga siluman - siluman yang menjaganya.
Pintu yang menghubungkan dimensi siluman dan juga dimensi manusia terbuka karena ada seekor siluman yang memasukinya, siluman ini tidak sadar jika dirinya telah mengajak seorang pemburu.
Wu Yi Feng berjalan dengan mengendap endap, saat ini ia benar - benar sendirian di wilayah musuh. Meskipun ia percaya akan kemampuannya, tapi sebisa mungkin tidak menarik perhatian lawan adalah keputusan yang bijak.
Sementara itu warga desa heboh karena menemukan jasad tiga siluman di perbatasan gerbang desa, mereka segera melaporkan hal tersebut ke Wu Yi Feng dan kawan - kawan.
"Tuan - tuan, kalian harus lihat ini.." Seru salah seorang pemuda desa sambil tergopoh gopoh.
"Ada apa??" Teriak Wan Ming yang sudah punya firasat tidak enak, karena tidak juga mendapati keberadaan Wu Yi Feng sedari tadi.
Mereka berlima berlari bersama, bahkan Shen Liang yang buta pun bisa berlari dengan kencang.
"Celaka..!!! Kenapa dia selalu bertindak sendiri.." Wan Ming terlihat sangat emosi setelah melihat ketiga jasad siluman.
"Sudahlah saudara Ming, tidak ada gunanya marah - marah, lebih baik sekarang kita berpencar untuk mencari keberadaan saudara Feng.." Usul Shen Liang yang segera diamini keempat lainnya.
Maka berpencarlah mereka, dengan meninggalkan Shen Liang sendirian di desa sebagai pelindung. Sedangkan yang lainnya segera bergerak mencari keberadaan Wu Yi Feng.
Kembali ke dimensi para siluman, hawa manusia Wu Yi Feng membuat para siluman yang ada disana menaruh curiga, bahkan kini ada enam siluman yang sedang mengepungnya.
"Ini gawat, mengalahkan mereka ber-enam mungkin tidaklah sulit, tapi jelas akan mengundang perhatian lebih.. Aku harus memikirkan cara supaya para siluman yang ada disini tidak lagi mencurigaiku.." Batin Wu Yi Feng.
"Siapa kau, dan kenapa manusia sepertimu bisa masuk ke alam kami???" Tanya salah satu dari mereka.
"Aku ada perlu dengan penguasa siluman, jika tidak keberatan tolong antarkan aku pada beliau.." Seru Wu Yi Feng yang merasa tidak punya cara lain, selain langsung menghadap kepada sang pemimpin.
"Cuihhh... Memangnya siapa dirimu, sampai harus bertemu dengan sang ratu siluman???"
"Hahahaha..."
"Hahahaha..."
"Kalian tak memberikanku pilihan..!!" Wu Yi Feng segera mencabut pedangnya dan menebas leher dua siluman yang ada di dekatnya.
Aura raja naga yang berxampur dengan hawa membunuh milik Wu Yi Feng membuat keempat siluman lainnya menjadi ketakutan dan memilih mundur.
"Jangan macam - macam..!! Ini adalah wilayah kami para siluman, sekuat apapun kau, jangan harap bisa keluar hidup - hidup..!!" Ancam salah seorang siluman yang berwujud seperti burung.
"Siapa yang macam - macam?? Aku hanya ingin bertemu ratu siluman, tapi kalian menghalangi.." Jawab Wu Yi Feng tenang.
Terlihat salah seorang siluman membisikkan sesuatu kepada rekannya, tak lama kemudian rekannya tersebut berlari meninggalkan tempat terebut. Wu Yi Feng yang sudah menerka apa yang mereka bicarakan hanya bisa tersenyum, karena itu berarti umpannya sudah tepat sasaran.
Sambil memasukkan kembali pedang penari malam miliknya, Wu Yi Feng duduk bersila dan mulai meditasi. Sementara ketiga siluman yang berada di dekatnya hanya mematung tak berani melakukan apapun.
Tak lama kemudian, sebuah energi yang sangat besar sedang menuju ketempat Wu Yi Feng dengan cepat. Mengetahui hal itu Wu Yi Feng pun menghentikan meditasinya dan bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
Dihadapannya kini nampak sosok wanita yang sangat cantik, dengan pakaian seksi dan belahan dada yang amat rendah. Aura menggoda jelas terpancar dari wanita tersebut membuat siapapun yang berada didekatnya tak mampu berkonsentrasi.
"Anak muda, ada urusan apa kau kemari??" Tanya sang ratu dengan nada lembut.
"Maaf jika aku lancang, telah menerobos duniamu.. Aku kesini karena ada yang ingin aku bicarakan..!!" Jawab Wu Yi Feng tenang.
"Kau hebat juga, aura yang mengelilingi tubuhmu membuatmu tak terpengaruh oleh aroma tubuhku.." Ucap sang ratu berterus terang.
"Maafkan atas kelancangan rakyatku, silahkan ikuti aku.." Sang ratu kemudian membawa Wu Yi Feng ke dalam istananya yang terbuat dari batuan kristal dan emas.
Istana yang tadinya terlihat hitam pekat, rupanya adalah sebuah kamuflase. Istana sang ratu siluman ular sendiri rupanya begitu indah dan dipenuhi oleh batu - batuan bernilai jual tinggi.
"Duduklah dulu anak muda, pasti ada hal yang sangat serius sehingga kau berani menerobos ke duniaku.." Seru sang ratu siluman ular hitam.
Sejujurnya sangat sulit membedakan sang ratu siluman dengan manusia pada umumnya, tampilannya sudah sempurna sebagai manusia, bahkan parasnya begitu cantik mempesona, kulitnya putih mulus dan bodinya adalah idaman para wanita, tinggi semampai.
Andai saja Wu Yi Feng adalah seorang pria hidung belas, sudah pasti dirinya akan terjerat oleh kecantikan sang ratu.
Tapi Wu Yi Feng adalah seorang pemuda yang tidak mempunyai tempat untuk cinta di dalam dadanya, hanya ada dendam dan dendam yang membara.
"Langsung saja, tujuanku kemari adalah untuk mempertanyakan maksudmu mengutus siluman siluman ke sebuah desa dan membunuh para penduduk disana..!!" Tegas Wu Yi Feng.
"Mengutus para siluman?? Aku rasa ada kesalah pahaman disini, anak muda..!! Aku tidak pernah mengutus rakyatku untuk membunuh manusia.. Apalagi aku pribadi telah memiliki perjanjian dengan yang mulia pendekar elang emas, dan aku tidak mungkin melanggar perjanjian tersebut..!!" Jelas sang ratu yang juga nampak amat terpukul mendengar cerita Wu Yi Feng.
***
Assalamualaikum,
Maaf jika lama gak up, banyak terjadi sesuatu yang gak bisa aku jelasin satu persatu disini, tapi mulai saat ini cerita ini akan mulai aktif up lagi.
Terima kasih.