
Sekelompok pria yang berjumlah sekitar 30-an orang mendatangi perapian Wu Yi Feng dan juga Wang Fei Lin.
Dilihat dari cipratan darah yang ada di baju serta senjata mereka, bisa dipastikan telah terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh mereka.
"Ketua, ini aneh.. Tadi saya jelas - jelas mendeteksi ada sekitar dua orang bocah disini. Kenapa sekarang mereka menghilang??" Seru salah seorang dari mereka yang mempunyai keahlian indra spiritual lebih kepada sang ketua.
"Hmm.. Apa mungkin mereka bisa merasakan hawa membunuh kita??"
"Itu mustahil ketua, menurut info yang saya dapat mereka hanyalah sekumpulan bocah yang baru mengenal seni beladiri.."
"Sudahlah, ayo kita bergerak lagi, masih banyak darah yang harus ditumpahkan malam ini.."
"Siap ketua.." Bersamaan dengan itu rombongan tersebut melesat pergi dari tempat tersebut dengan cepat.
"Ini gawat.. Apa yang harus kita lakukan??" Tubuh Wang Fei Lin bergetar hebat hingga hampir kehilangan kesadarannya.
PLAAAKKKKKKK...
Wu Yi Feng menampar pipi gadis muda tersebut, ia terpaksa melakukan hal tersebut karena Wang Fei Lin tak merespon perkataannya.
"Maaf..!! Dengarkan aku baik - baik, kita harus membagi tugas. Kau turunlah dan kembalilah secepatnya ke sekte.. Ceritakan semua yang kau lihat dan minta bantuan. Sementara aku disini akan mencoba untuk menahan mereka sampai kau datang."
"Tidak.. Kau bukan tandingan mereka.. Ayo kembali bersama, aku tidak akan membiarkan mereka mencelakaimu.." Seru Wang Fei Lin.
"Aku tidak bisa pergi, tolong mengertilah.. Ada tiga temanku di depan.. Aku harus menolong mereka.. Waktu kita terbatas, tolong jangan berdebat denganku..!!!" Wu Yi Feng memegangi kedua pundak Wang Fei Lin mencoba meyakinkannya.
"Tap.. Tapi aku.." Wang Fei Lin menatap mata Wu Yi Feng, ia menemukan cahaya harapan disana, akhirnya gadis itu hanya bisa mengangguk lemah.
"Hati - hati... Berjanjilah bahwa kau akan selamat..!!"
"Aku berjanji..!!" Wu Yi Feng sadar bahwa ini adalah janji yang berat, tapi ia tak mau banyak bicara, semakin lama ia menunda maka kemungkinan besar sekumpulan pembunuh akan menangkap teman - temannya.
Akhirnya Wang Fei Lin pun pergi, Wu Yi Feng menatap punggung gadis muda itu sampai menghilang dari pandangan sebelum kemudian ia melesat dengan cepat mengejar sekumpulan orang yang memiliki niat untuk membantai teman - temannya.
Tujuan pertamanya tentu saja rombongan yang ia lihat sedang beristirahat tak jauh dari tempatnya tadi, dengan kecepatan penuhnya tak butuh waktu lama bagi Wu Yi Feng untuk menyusul rombongan pembunuh.
Wu Yi Feng berpikir keras sambil bersembunyi diantara pepohonan yang lebat, bagaimana caranya memberitahu ke semua peserta bahwa saat ini ada sekumpulan pembunuh yang sedang mengancam nyawa mereka.
Karena tak kunjung mendapatkan ide yang bagus, ia putuskan untuk melawan saja mereka semua sekaligus. Meskipun ia belum yakin akan menang, namun setidaknya bisa menahan sampai bantuan dari sekte pedang langit datang.
Rombongan para pembunuh belum menyadari kehadiran Wu Yi Feng, mereka masih bergerak menuju ke api unggun yang kini jaraknya hanya tersisa sekitar 100-an meter lagi.
"ADA PEMBUNUHHH...!!!!"
Wu Yi Feng tiba - tiba saja berteriak dengan sekuat tenaga, membuat suasana yang tadinya sunyi menjadi gempar.
"Sialan.. Siapa disana??" Para kawanan pembunuh segera kebingungan dan mencari sumber suara.
Sayangnya kelompok peserta yang paling dekat dengan kawanan pembunuh tidak bisa bersiap karena kedatangan pembunuh.
"Hehehe.. Lumayan ada empat ekor buruan.." Ucap salah seorang pembunuh dengan nada yang mengintimidasi.
"Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan??" Seru keempat pemuda peserta tes. Tubuh keempatnya bergidik ngeri karena merasakan hawa membunuh yang dilepaskan oleh kawanan perampok.
"Mati kalian...!!!" Tanpa basa basi, salah satu dari kawanan pembunuh yang terkenal dengan nama Setan Gunung langsung melesat cepat kearah salah satu peserta dengan mengacungkan parangnya.
TRAAAAANNNNGGGGG...
Parang anggota setan gunung bertemu dengan pedang pusaka milik Wu Yi Feng, menyebabkan keretakan yang cukup lumayan pada parang milik anggota setan gunung.
Anggota setan gunung bersenjata parang tersebut segera menarik senjatanya dan melompat mundur. Tekanan energi yang Wu Yi Feng lepaskan sudah cukup untuk membuat lawannya kesulitan bergerak.
"Ketua, anak itu lumayan hebat.." Bisiknya pada sang ketua yang kini menatap Wu Yi Feng dengan pandangan geram.
"Hebat apanya?? Dia hanya punya 10 lingkaran tenaga dalam.. Jauh jika dibandingkan dengan punyaku.." Ketua setan gunung tersenyum pongah, sementara itu Wu Yi Feng menyuruh keempat peserta lainnya untuk bersiap.
"Cabut pedang kalian, ini sudah bukan lagi sebuah tes.. Kerahkan seluruh kemampuan kalian jika masih ingin hidup..!!" Seru Wu Yi Feng membuat keempat pemuda - pemudi di belakangnya makin shock.
Sebuah pemandangan kontras terjadi, 5 orang pemuda yang bahkan masih belum genap berusia 15 tahun harus melawan 30-an orang pembunuh yang telah malang melintang dalam urusan bunuh membunuh.
Keempat peserta nampak gemetar saat mencabut pedang, sedangkan ke 30 pembunuh telah siap. Tak ada cara lain bagi Wu Yi Feng selain mengalahkan mereka semua dalam waktu singkat, supaya tidak banyak korban jiwa dari pihaknya.
"Maju.. Serang.. Semua fokus ke anak yang baru saja datang..!!! Jika dia sudah mati, maka keempat sisanya mudah untuk dikalahkan..!!" Dengan aba - aba dari sang ketua, kawanan prmbunuh setan gunung serentak maju, semuanya menyergap Wu Yi Feng dalam sekali serang.
"Kalian berempat, matikan api unggun.. Sekarang..!!!" Wu Yi Feng melompat menghadang lawan yang datang, sedangkan keempat orang peserta tes lainnya segera mematikan api unggun sesuai instruksi Wu Yi Feng.
Api unggun padam bersamaan dengan langkah Wu Yi Feng yang mendekat ke arah kawanan perampok, dengan sebuah gerakan memutar tubuh, pemuda berusia 13 tahun itu melepaskan jurus pembuka dari teknik pedang empat musim.
"Jurus Pedang Empat Musim, Tarian Pedang Musim Gugur..."
Tarian pedang musim gugur merupakan jurus pertama dari keempat jurus pedang empat musim. Tarian pedang musim gugur menitik beratkan pada keluwesan tubuh dan cocok digunakan untuk melawan musuh yang banyak jumlahnya.
Meskipun tidak terlalu mematikan, namun jurus ini sangat ampuh untuk mengurangi jumlah lawan dengan sangat cepat. Wu Yi Feng bergerak lincah dalam gelap, ia menyayat bagian - bagian Vital lawannya hingga menyebabkan mereka terluka parah.
"Semua jaga jarak, saling melindungi satu sama lain..!!" Teriak ketua setan gunung.
"Aaaarrrggghhh..."
"Arrrgggghhhhh..."
Satu persatu anggota setan gunung di bantai oleh Wu Yi Feng, keadaan yang gelap total tanpa adanya penerangan sedikitpun membuat keuntungan di pihak Wu Yi Feng yang telah terbiasa berlatih menggunakan mata batin.