
Kehadiran Shen Liang memberikan waktu dan angin segar bagi Wu Yi Feng untuk memulihkan diri, pemuda itu segera mengambil jarak aman dan bermeditasi.
Wu Yi Feng menyetabilkan napasnya terlebih dahulu, sebelum mulai mengedarkan Qi keseluruh tubuhnya, terutama bagian - bagian yang patah dan terluka parah. Dengan dibantu oleh pil penyembuh yang diberikan oleh sekte pedang langit Wu Yi Feng mulai menutup matanya dan berkonsentrasi.
Asap mengepul dari puncak kepala Wu Yi Feng, pemuda itu berkonsentrasi penuh dan berharap banyak Shen Liang akan sanggup bertahan untuk beberapa waktu, setidaknya sampai dirinya selesai menyembuhkan luka - lukanya.
Tak jauh dari tempat pertempuran Shen Liang, sang ratu ular yang tadinya unggul, kini juga terdesak. Kedua siluman yang dilawannya menjadi makin kuat, alhasil kini posisinya sangat tidak menguntungkan.
BLAAARRRRRRR...
Siluman kerbau tanduk api melancarkan serangannya ke arah sang ratu, yang celakanya tidak sanggup untuk dihindari. Tubuh sang ratu terdorong dengan keras kebelakang dan menimbulkan luka dalam yang cukup parah.
Efek pil Neraka sungguh agresif, membut peminumnya mendapatkan kemampuan tambahan serta energi dan tenaga dalam berkali kali lipat. Sang ratu yang tak rela jika bangsa siluman terjerumus kembali ke dalam era kegelapan masih tetap bertahan meskipun kini sekujur tubuhnya telah dipenuhi oleh luka.
"Sebentar lagi, mustika mu akan jatuh ketanganku.. Hehehehe..." Ucap siluman kerbau tanduk api.
"Jangan bermimpi, aku belum kalah...!!!" Teriak Sang ratu sambil mengedarkan tenaga dalamnya keseluruh tubuh untuk sekedar menutup luka.
Pertarungan kembali dilakukan, sang ratu merubah wujudnya menjadi ular hitam raksasa dan membelit kedua musuhnya yaitu siluman kerbau dan juga siluman gurita kewalahan.
Keduanya meninju ninju setiap lekuk tubuh ular raksasa yang bisa mereka jangkau dengan harapan bahwa belitan sang ratu akan sedikit mengendor. Berubah menjadi ular raksasa adalah cara terakhir yang bisa dilakukan oleh sang ratu ular, bisa dikatakan ini adalah bunuh diri.
"Hei ratu ular keparat, kau sudah sekarat.. Jangan memaksakan diri.." Seru siluman kerbau sambil memberikan pukulan - pukulan menyakitkan.
BLAAAAMMMMMM...
BLAAAAMMMMMMMM...
Dari mulut ular raksasa mulai muncul darah yang menetes, tapi belitan itu makin kencang, hingga siluman gurita menjerit kesakitan, mengetahui lawannya sudah mulai terpojok, sang ratu menggunakan tenaganya yang tersisa untuk meremukkan tulang siluman gurita.
"Arrrrrgggggghhhhhh..." Jerit pilu dari siluman gurita memenuhi ruangan, bahkan Shen Liang dan juga siluman tikus ekor hitam menghentikan pertarungan mereka. Shen Liang tak menyia nyiakan kesempatan ketika konsentrasi lawannya terpecah. Dengan cepat pemuda buta tersebut melancarakan jurus keempat dari pedang empat musim.
"Jurus Pedang Empat Musim, Tarian Angsa di Musim Dingin..."
Shen Liang berhasil menekan lawannya sesaat sebelum akhirnya siluman tikus melawan balik, kedua tangannya mengeluarkan cakar yang cukup panjang dan mulai menebas semua yang ada di hadapannya.
Shen Liang yang sudah terlanjur maju tidak mempunyai kesempatan untuk berganti ke mode bertahan, pemuda itu sudah pasrah ketika kelima jari dengan kuku - kuku yang panjang mengincar tubuhnya.
Kuku - kuku panjang itu menembus tubuh, darah mulai bercucuran, Shen Liang terkejut karena ternyata Wu Yi Feng menahan serangan tersebut untuknya. Siluman tikus mencabut kukunya ketika Wu Yi Feng mengerahkan tenaga dalamnya, siluman tikus mundur sejauh mungkin dengan diiringi tawa kemenangan. Sedangkan Wu Yi Feng roboh dengan dada sebelah kiri berlubang.
"Saudara Feng, apa yang kau lakukan?? Kenapa kau menahan serangan tersebut untukku??" Teriak Shen Liang sambil memapah tubuh Wu Yi Feng yang sudah lemas tak bertenaga.
"Uhuggggghhh... Aaakkkuu hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan..." Ucap Wu Yi Feng lemah.
Shen Liang mengedarkan tenaga dalamnya ke Wu Yi Feng dengan harapan menutup lukanya dan menghentikan pendarahan, tapi tenaga dalamya juga telah terkuras habis, darah makin mengucur deras dari bekas luka yang menganga.
Ketika situasi sudah begitu kritis, tiba - tiba saja sebuah tangan memegang luka Wu Yi Feng dengan lembut, dalam sekejap luka menganga itu tertutup, dan warna tubuh Wu Yi Feng yang tadinya sudah pucat pasi menjadi kembali berwarna, napas dari pemuda itu pun kembali teratur.
Shen Liang yang sedikit shock sempat mematung selama beberapa saat sebelum akhirnya menoleh, meskipun dirinya buta, tapi indra perasanya jauh lebih peka daripada orang normal lainnya.
Shen Liang bisa merasakan bahwa di hadapannya kini hadir sosok yang memiliki energi murni sangat besar, seseorang yang luar biasa kuat, bahkan hanya merasakan pancaran energinya saja bisa membuat Shen Liang tenang.
"Untunglah aku belum terlambat.." Ucap sosok misterius itu dengan suara yang pelan namun mantab.
"Siapapun kau, aku berterima kasih karena telah menyelamatkan saudara Feng.." Ujar Shen Liang.
"Jaga dia, sementara aku membereskan kekacauan disini.." Sosok misterius tersebut berdiri dan menatap sang ratu ular yang sudah berubah kembali ke wujud manusia, dan saat ini sedang dihajar habis - habisan oleh siluman kerbau dibantu oleh siluman tikus, sedangkan siluman gurita sudah tewas dengan tubuh hancur karena belitan sang ratu.
BLAAAAARRRRRRR...
Sebuah pukulan yang mengandung tenaga dalam cukup besar menghantam tubuh sang ratu dengan telak, membuat tubuhnya terhempas kebelakang. Namun ketika tubuh perempuan lemah tersebut hendak menghantam tanah dengan keras, seseorang datang dan menahannya dengan lembut.
Sosok misterius tersebut memeluk tubuh sang ratu dari belakang dengan erat dan membaringkannya dengan perlahan. Ditatapnya tubuh lemah sang ratu yang kini dipenuhi luka, baik luka luar dan juga luka dalam yang begitu parah, bahkan nyawa dari sang ratu saat ini sudah diujung tanduk.
Sosok misterius itu menyingkap rambut sang ratu yang menutupi wajah cantiknya dengan lembut, lalu dengan perlahan, ia tempelkan telunjuknya ke kening sang ratu, dalam sekejap saja tubuh sang ratu seperti terkena listrik ribuan volt.
Tubuh sang ratu terlunjak hingga dari mulutnya keluar asap yang mengepul, dan perlahan lahan sang ratu mulai membuka kembali matanya, jantungnya mulai berdetak dengan normal.
"Tu.. Tuan.. Maafkan saya yang gagal mengatasi semua ini.." Serunya dengan suara yang parau dan lemah, hingga tanpa ia sadari air mata mulai menetes.
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan.. Sekarang beristirahatlah terlebih dahulu, biarkan aku yang mengatasi semua ini.." Ucap sosok misterius itu sambil tersenyum. Sebuah senyuman yang begitu menenangkan jiwa.
Sosok misterius tersebut membaringkan tubuh sang ratu dengan perlahan sebelum akhirnya bangkit berdiri dan menatap kedua siluman yang tersisaa dengan tatapan yang begitu tajam.