The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Pedang Naga Putih



Wu Yi Feng melesat begitu tahu jenderal Bao Zheng terdesak, lalu tepat ketika golok boss Huang hendak menebas kepala jenderal Bao Zheng yang telah tergeletak tak berdaya, tanpa banyak berpikir ia langsung mengumpulkan Qi dalam jumlah cukup banyak ketelapaknya yang kini bersentuhan dengan punggung boss Huang.


"Teknik Naga, Tapak Penghancur Tulang.."


BLAAAAMMMMMMM...


Tubuh boss Huang terhempas jauh kedepan dengan asap yang mengepul dari punggungnya sedangkan jubah tempurnya berlubang, semua orang yang berada di sana bahkan sampai menghentikan pertarungannya demi melihat momen mengerikan tersebut.


Waktu seakan berhenti, bagaimanapun robohnya boss Huang mempengaruhi mental bertempur para pendekar dari kubu keluarga Lee.


Perlahan boss Huang bangkit, mukanya memerah karena merasa dibokong (diserang dari belakang) oleh seseorang yang bahkan ia tak sadari kehadirannya. Secara perlahan aura kegelapan mulai menyelimuti sekujur tubuh boss Huang, aura yang sama persis dengan milik jenderal Huo Long.


"Kau?? Bukankah kau adalah salah satu murid dari sekte pedang langit yang ikut dalam misi penyerangan bajak laut tempo hari??" Ucap jenderal Bao Zheng yang baru saja tersadar dari keterkejutannya.


"Hmmm.. Bangunlah jenderal, musuh kita masih banyak..!!!" Seru Wu Yi Feng sambil mengulurkan tangannya.


"Maaf merepotkanmu sekali lagi.." Jenderal Bao Zheng menerima uluran tangan Wu Yi Feng dan bergegas bangkit berdiri, sedangkan Xiao Wei segera mendekat kearah keduanya begitu menyadari keadaan yang sangat genting.


"Tuan, apakah aura seperti ini yang pernah engkau hadapi??" Tanya Xiao Wei.


"Tidak salah lagi.." Jawab Wu Yi Feng dengan singkat.


"Berhati - hatilah tuan, aura ini sangat gelap.."


"Tunggu - tunggu, kau memanggil dia apa? Tuan?? Kenapa ini terasa membingungkan..???" Seru jenderal Bao Zheng yang kebingungan dengan mereka berdua.


"Ceritanya panjang, Wei Wei bawa jenderal Bao menjauh.. Lindungi dia.." Ucap Wu Yi Feng.


"Baik tuan, mari jenderal kita menjauh dari sini.." Xiao Wei sebenarnya ingin membantah, namun ia paham bahwa tuannya tidak suka dibantah.


Jenderal Bao yang dalam kondisi terluka hanya bisa menurut dan menjauh dari tempat tersebut, sementara kini dua orang yang berada di hadapannya sedang menghimpun kekuatan.


"Hehehe.. Sejak kehadiranmu di keluarga Lee, aku sudah punya firasat jelek.. Ketenanganmu berbeda dengan orang lain.." Ucap boss Huang.


"Katakan apa sebenarnya tujuan dari persekutuan darah??" Tanya Wu Yi Feng dengan raut wajah yang menakutkan.


"Tak kusangka kau tahu tentang kelompokku.. Kalau begitu hari ini akan jadi hari terakhirmu, karena aku harus membunuhmu.." Jawab boss Huang yang sedikit terkejut karena Wu Yi Feng mengetahui tentang asal usulnya.


DASSSSSHHHHHHH...


Boss Huang menyerang terlebih dahulu, dengan goloknya ia mencoba untuk membelah tubuh lawannya menjadi beberapa bagian, namun sayangnya tidak ada satupun serangannya yang kena.


"Ternyata kau cukup licin juga bocah..!!!" Boss Huang meningkatkan lagi kecepatannya dan berharap salah satu serangannya akan menebas lawannya.


"Apakah hanya ini kemampuanmu??" Ledek Wu Yi Feng sambil menghindari serangan golok boss Huang.


Mendapat sindiran seperti itu boss Huang berhenti menyerang dan melompat mundur, lelaki paruh baya tersebut mengeluarkan sebutir pil berwarna hitam dari cincin ruangnya lalu buru - buru menelannya.


"Hehehe, pemanasan sudah selesai, sekarang waktunya menghabisimu..!!" Ujarnya sambil memasukkan kembali goloknya di ruang penyimpanannya.


"Arrrrgggghhhhh.." Boss Huang berteriak kencang tatkala sebuah ledakan energi seakan memenuhi tubuhnya.


"Hah.. Hah.. Hahhh.. Matilah kau bocah.."


"Jarum Es Abadi..."


Boss Huang membuat ratusan jarum es dan melemparkan seluruhnya kearah Wu Yi Feng dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata pendekar pada umumnya, namun mata Wu Yi Feng berbeda dari mereka pada umumnya.


Wu Yi Feng membuat dua buah pedang sinar dengan mengubah Qi miliknya, lalu dengan dua pedang sinar tersebut ia menebas ratusan jarum yang tertuju kepadanya.


Masalah tak berhenti sampai disana, ketika Wu Yi Feng hendak maju ke arah boss Huang, kakinya seakan terperangkap. Ketika ia melihat, ternyata gumpalan es padat telah menutupi kedua kakinya dan celakanya es tersebut terus naik keatas tubuhnya.


"Hahahaha.. Rasakanlah jurus Penjara Es Abadi milikku..!!!" Seru boss Huang.


"Jurus seperti ini tidak akan mampu menghentikanku..!!" Wu Yi Feng meningkatkan suhu tubuhnya hingga ratusan derajat, akibatnya es yang membelit tubuhnya mencair dengan cepat.


"Lumayan juga, sekarang tunjukan padaku kemampuan berpedangmu.." Boss Huang melesat maju dengan golok besar miliknya, sedangkan Wu Yi Feng telah bersiap dengan dua pedang Qi.


Sontak saja pertemuan dua orang dengan kemampuan tinggi membuat yang lain menyingkir, bahkan mereka seolah olah memberikan panggung untuk keduanya. Wu Yi Feng sedikit tertekan karena pedang Qi tidak bisa disamakan dengan senjata fisik, apalagi senjata yang digunakan oleh boss Huang adalah pusaka bumi.


Tak mau terus tertekan Wu Yi Feng memilih untuk mundur dan berkonsentrasi penuh untuk memanggil salah satu pusaka dewa legendaris yaitu Pedang Langit.


"Kemarikan tanganmu.." Ucap Xun JeHa.


"Aaarrhhh.." Wu Yi Feng meringis karena tiba - tiba saja di telapak tangannya tergambar sebuah formasi segel, formasi tersebut seakan membakar telapak tangannya. Namun semua rasa sakit itu hanya sejenak, karena formasi segel tersebut segera menghilang hanya dalam hitungan menit.


"Apakah kau pernah mendengar tentang tujuh pusaka dewa legendaris??" Tanya Xun JeHa.


"Pernah Tuan, guruku pernah menceritakan tentang pusaka - pusaka tersebut." Jawab Wu Yi Feng.


"Syukurlah kalau begitu, segel yang baru saja aku tanamkan ke tubuhmu adalah segel pemanggil.. Kau bisa memanggil salah satu pusaka tersebut ketika membutuhkannya." Jelas Xun JeHa dengan tetap berwibawa.


"Salah satu dari ketujuh pusaka dewa legendaris?? Tuan apakah anda sedang bercanda??"


"Apakah aku terlihat sedang bercanda??"


"Maaf, tapi.. Kemampuanku yang sekarang belum pantas menyandang salah satu dari ketujuh pusaka dewa legendaris.. Aku takut tidak bisa menjaga pusaka tersebut."


"Jika memang seperti itu, maka buatlah dirimu pantas.. Dan jangan khawatir, pusaka tersebutlah yang akan menjagamu.." Seru Xun JeHa sambil tersenyum.


Seperti itulah percakapan mereka berdua setelah ujian kenaikan tingkat, kini akhirnya datang juga saat - saat dimana dirinya memanggil senjata pusaka legendaris tersebut.


Ketika Wu Yi Feng sedang berkonsentrasi, dalam sekejap saja di udara muncul siluet cahaya putih yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan mengarah ke Wu Yi Feng.


Wu Yi Feng melompat, di tangkaplah cahaya putih tersebut. Seketika sekujur tubuhnya bergetar, badannya terselimuti oleh energi hangat yang menenangkan dan ketika ia mencabut pedang tersebut dari sarungnya, ia mendapati sebilah pedang yang begitu indah.


Ukiran naga di sekujur bilahnya begitu sempurna dan indah, tak nampak sedikitpun baret, bahkan hanya melihat sekilas pun orang pasti paham kenapa pedang ini dinamakan pedang langit atau Pedang Naga Putih.