
Butuh satu hari penuh bagi Wu Yi Feng untuk sedikit memperkuat dan memulihkan tubuhnya, Wan Ming pun berinisiatif berburu dan berhasil menangkap dua ekor ayam hutan serta seekor kelinci untuk makan malam mereka berempat.
Saat ini sudah tidak terbersit sedikitpun dibenak mereka tentang ujian terakhir yang diberikan oleh sekte pedang langit, meskipun demikian, Wu Yi Feng masih sedikit khawatir soal Wang fei Lin.
Bagaimana nasib gadis tersebut? Apakah selamat sampai ke sekte pedang langit dan meminta bantuan, ataukah terbunuh oleh hewan buas di tengah perjalanan.
Pagi - pagi sekali keempatnya mulai melanjutkan perjalanan, Bai Lang membantu Wu Yi Feng untuk berjalan, karena diantara mereka berempat, hanya Wu Yi Feng yang paling lama terkena jeratan ilusi dari kabut kematian.
Keempatnya disuguhi pemandangan yang cukup mengerikan didepan, banyak tubuh peserta tes yang sudah tak bernyawa. Kebanyakan dari mereka tak bisa terlepas dari kabut kematian dan ada juga beberapa peserta yang terbunuh oleh setan gunung.
"Saudara Feng, kita apakan mereka??" Tanya Bai Lang sambil menahan muntah.
"Mari kita kuburkan jasad mereka dengan seksama.." Jawab Wu Yi Feng.
Mereka berempat pun langsung menggali beberapa lubang berukuran besar dan memasukan beberapa jasad sekaligus dalam satu liang lahat.
"Tes kali ini memakan banyak sekali korban jiwa, entah bagaimana sekte pedang langit akan mempertanggung jawabkannya..?" Seru Chau Li.
"Sudahlah, mari kita lanjutkan kembali perjalanan.." Wan Ming mengajak seluruh temannya untuk lekas pergi dari tempat tersebut. Setengah hari kemudian saat matahari sudah condong kearah barat, Wu Yi Feng dan ketiga temannya bertemu dengan rombongan peserta lain yang juga berhasil lolos dari maut, mereka berjumlah delapan orang.
Raut wajah mereka menunjukkan trauma yang amat mendalam, bahkan ada beberapa yang berteriak ketakutan. Dengan bantuan dari Wu Yi Feng dan ketiga temannya mereka bersama sama berjalan menuju garis akhir tes yang harusnya sudah tidak jauh lagi.
Saat pagi menyingsing, tiba - tiba saja muncul lima pendekar berbaju serba putih dan bertopeng yang mengaku sebagai utusan dari sekte pedang langit. Mereka kemari karena mendapatkan laporan dari seorang gadis yang juga peserta di ujian kali ini.
Wu Yi Feng langsung menarik napas panjang, dalam hati ia bersyukur karena Wang fei Lin selamat, lalu kelima pendekar tersebut membawa semua peserta ke pos terakhir, dimana saat mereka datang, pos tersebut sudah hancur porak poranda dan terdapat tiga tubuh tak bernyawa yang ternyata merupakan jasad para guru dari sekte pedang langit.
"Tes tahun ini benar - benar brutal dan memakan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya, saya takut sekte akan mendapatkan kesulitan setelah ini." Ujar salah seorang pendekar bertopeng.
"Kau benar saudaraku, kita harus mengevaluasi lagi tes penerimaan untuk tahun depan."
"Lebih baik sekarang kita kembali ke sekte dan menceritakan semua yang terjadi disini.."
"Kau benar, mari semua ikuti kami.." Seorang pendekar bertopeng mulai menuntun jalan untuk keluar dari hutan.
Mereka memilih jalur lain, dimana jalur ini terkenal sebagai jalur cepat untuk turun gunung. Selain beberapa hewan buas, tak ada lagi halangan apapun yang merintangi mereka semua.
Kurang lebih tiga hari kemudian, rombongan peserta dan pendekar telah sampai di pintu gerbang sekte pedang langit. Wang Fei Lin langsung menghambur dan memeluk Wu Yi Feng begitu melihat pemuda itu memasuki gerbang sekte.
"Syukurlah kau baik - baik saja, ak.. aku mencemaskan dirimu.." Ucapnya sambil terus memeluk erat Wu Yi Feng.
"Aku baik - baik saja, bisa tolong lepaskan pelukanmu.." Wu Yi Feng sangat malu, karena saat itu ketiga temannya sontak menggoda dirinya.
"Ehhhmmm.." Seru Bai Lang.
"Nampaknya bongkahan es kita sudah mencair.." Cletuk Chau Li.
"Traktiran.. Traktiran.." Potong Wan Ming.
"Tutup mulut kalian, dan jangan berpikir macam - macam..!!" Wu Yi Feng memberikan tatapan menakutkan, membuat ketiga temannya kompak menutup mulut mereka dengan tangan.
Seluruh peserta yang berhasil selamat tidak boleh meninggalkan sekte, mereka masing - masing diberikan sebuah kamar dan disuruh untuk beristirahat, sementara pengurus sekte akan berusaha menangani masalah yang terjadi.
Dua hari penuh Wu Yi Feng terlelap, tubuhnya terasa begitu segar dan fokusnya kembali tajam setelah ia terbangun. Ia memakan beberapa buah - buahan yang tersedia di meja kamar sebelum memutuskan keluar dan mencari berita tentang apa yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
"Bagaimana istirahatmu??" Ucap seorang gadis begitu Wu Yi Feng menutup pintu kamar.
"Lumayan.." Jawab Wu Yi Feng singkat.
"Kau pasti lapar? Ikuti aku.. Teman temanmu sudah menunggu disana.." Gadis yang tak lain adalah Wang Fei Lin segera menunjukkan jalan menuju tempat makan.
"Romantiss.."
"Cocok.."
"Hentikan..!!" Wu Yi Feng mendatangi meja tempat ketiga temannya sedang asik menyantap makanan.
Wu Yi Feng menatap Wang Fei Lin risih karena gadis itu bukannya pergi, tapi malah mengikuti Wu Yi Feng dan duduk disampingnya.
Situasi yang diluar perencanaan membuat seluruh fokus para petinggi sekte pedang langit tercurahkan pada kejadian terbunuhnya sekitar 30-an lebih peserta tes, membuat kehadiran Wu Yi Feng dan para peserta tes lainnya yang selamat dari kejadian tersebut jadi sedikit terlupakan.
Selama itu pula mereka semua tinggal di dalam kawasan sekte pedang langit yang luasnya hampir setara dengan kota kecil.
Sekte pedang langit sendiri membagi kawasannya menjadi kawasan luar dan kawasan dalam atau inti, kawasan dalam atau inti terdiri dari tempat tinggal ketua sekte, para tetua, para guru dan juga para murid tingkat 4 dan 5.
Adapun sekte pedang langit membagi tingkatan muridnya menjadi 5 tingkatan, dimana tingkat 5 merupakan tingkat tertinggi, dan berhak menyandang status kepala murid.
Jika murid tingkat 4 dan 5 tinggal dan berlatih di kawasan atau area dalam, maka murid tingkat 1 - 3 dan juga para tamu tinggal di kawasan luar.
Salah satu batas dari kawasan atau wilayah dari sekte pedang langit adalah sebuah parit (sungai kecil) dengan airnya yang jernih namun sangat dingin, parit tersebut mempunyai dasar yang berwarna hitam pekat serta memancarkan energi Yin, yang menimbulkan perasaan tidak mengenakkan bagi siapapun yang mendekatinya.
Dan kebetulan, kamar Wu Yi Feng berada tak jauh dari parit tersebut. Wu Yi Feng bisa merasakan energi Yin besar yang memancar dari parit tersebut.
Dan dengan bantuan jurus napas naga, Wu Yi Feng mencoba menyerap energi Yin tersebut dan merubahnya menjadi energi murni ( Qi ).
*****
Hai, jika ada yang tanya kenapa sekarang UP nya jadi lama.. Saya gak punya alasan lain selain SIBUK..
Kesibukan di dunia nyata dalam mencari Penghidupan menyita hampir 100% waktu saya.. Jadi mohon banget kalian untuk mengerti, toh saya juga gak meminta apa - apa kan sama kalian?? Saya tidak meminta like, poin dll.. Kalian bersedia menunggu dan membaca novel saya saja saya sudah berterima kasih.
Jadi mari kita semua saling bersikap dewasa dan mengerti, karena situasi saya dan keluarga saat ini dalam posisi yang masih "kekurangan."
Saya selalu berkomitmen untuk menyelesaikan apa yang telah saya mulai, seperti novel saya sebelumnya, kalau soal UP yang memang tidak bisa teratur, itu semua karena saya menulis di sela2 waktu, dan kalian tentu tahu kalau menulis Bukanlah pekerjaan utama saya.
Itu saja sih, semoga kalian semua tidak bosan menunggu, walaupun saya mengerti kalau menunggu adalah sesuatu yang membosankan.
Terima kasih
author receh