The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Brifing



Seorang gadis terlihat berjalan berputar putar di tempatnya sambil menggigit kuku tangannya yang panjang dan lentik.


"Fei Lin tidak bisakah kau duduk dengan tenang, aku ikutan pusing melihat tingkahmu."


"Chau Li berkata benar, duduklah disini Lin'er.." Ling Han mencoba membujuk secara halus.


"Duduk? Tenang?? Apa kalian berdua tidak memikirkan Feng gege sedikitpun???" Teriaknya marah.


"Tidak akan ada yang terjadi dengan saudara Feng, percayalah padaku.." Pungkas Chau Li yang segera mengambil sepotong daging begitu pesanan mereka datang.


"Percaya padamu?? Feng gege harus menghadapai ratusan, bahkan mungkin ribuan pembunuh disana..!!! Dan kau ingin aku percaya padamu??? Ya ampun Chau Li, kau bahkan masih sanggup makan di situasi seperti ini???"


"Lau au haus bagamana??" Dengan mulut penuh daging, Chau Li masih berusaha membantah.


"Aku akan pergi menyusul Feng gege.." Wang Fei Lin mengambil pedang miliknya lalu beranjak pergi dari kedai sebelum dihadang oleh Ling Han.


"Tidak akan ada yang sanggup melukai Feng'er.. Kumohon percayalah padaku, ketua sekte sendiri yang berkata."


"Tapi guru.." Wang Fei Lin mulai berkaca kaca, sementara Ling Han menenangkan gadis muda tersebut dan mengajaknya untuk kembali duduk.


"Bagi seorang laki - laki, membiarkannya sendiri dan tidak mengganggu urusannya adalah sebuah bantuan yang sangat berharga.." Ling Han kembali menguatkan hati Wang Fei Lin.


****


Kembali ke pintu langit,


Ketika mereka semua sedang asik bercanda dan bersenda gurau, Xun JeHa keluar dari salah satu ruangan lalu menghampiri mereka. Beliau didampingi kedua istrinya Nyonya Fang Mei Lin dan Nyonya Xiahou Yuan.


"Hormat kepada Master.." Kelima pilar beserta para muridnya serentak mengepalkan kedua tangan dan menundukkan kepala begitu Xun JeHa mendekat.


"Tidak usah terlalu kaku, silahkan duduk semuanya..." Ucap Xun JeHa sembari mempersilahkan semuanya untuk duduk, sementara keempat istrinya kembali ke dalam rumah untuk mengambilkan kudapan.


"Bagaimana kabar kalian semua??"


"Baik Master.." Ucap mereka semua secara serempak.


"Besok pagi - pagi sekali kita semua akan pergi ke ibukota Kekaisaran Song guna menghadiri turnamen naga muda yang digagas oleh dua kekaisaran." JeHa menjeda sebentar kata - katanya sebelum mulai melanjutkan kembali.


"Tentu bukan tanpa alasan aku memanggil semua pilar beserta para anak didiknya kesini jika tidak ada suatu hal yang penting."


"Menurut informasi yang aku dapatkan, turnamen naga muda kemungkinan besar akan disusupi oleh para perwakilan dari sekte sesat yang dibantu organisasi kriminal seperti Persekutuan Darah, Topeng Kematian dan juga organisasi - organisasi kecil lainnya yang ingin memanfaatkan kekacauan saat pelaksanaan turnamen."


Seluruh orang yang hadir disana mendadak tegang, karena kabar tentang akan hadirnya pahlawan legenda beserta para pilar sudah menyebar ke seantero negeri. Membuat kerusuhan ketika semua orang hebat berkumpul jelas bukan suatu pilihan yang bijak, namun semua akan berubah jika mereka memiliki dukungan orang yang sangat kuat.


"Kaisar iblis telah bangkit kembali..??" Cletuk pilar api.


"Hmm.. Kau benar.. Meskipun berita tentang kembalinya kaisar iblis masih belum akurat, tapi tidak ada salahnya kita bersiap - siap." JeHa berbalik memunggungi mereka semua, pria yang telah hidup selama lebih dari lima ratus tahun tanpa terlihat sedikitpun penuaan pada fisiknya tersebut menatap ke langit sambil menggeleng - gelengkan kepala.


"Aku harap berita tentang bangkitnya kaisar iblis hanyalah sebuah berita bohong yang mereka hembuskan untuk membuat kita khawatir.."


"Maaf Master, jika boleh tahu.. Memangnya sekuat apa kaisar iblis??" Wu Yi Feng yang penasaran tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.


Xun JeHa berbalik kemudian menatap tajam kearah Wu Yi Feng sebelum berkata, "Sulit untuk diungkapkan, bahkan kemampuanku bukanlah tandingannya.."


"Kaisar iblis lahir dari saripati kegelapan, semakin banyak pembunuhan, ketakutan dan kejahatan di muka bumi ini, maka akan semakin kuat kaisar iblis. "


"Berhenti dulu bicaranya, ayo semua duduk dan nikmati cemilan ini.." Fang Mei Lin dan Xiahou Yuan datang membawa dua nampan besar yang berisi berbagai macam cemilan dan dua teko berisi teh.


Sementara di belakang mereka, Oey Yong dan juga Ayako membawa lima guci arak surgawi, sebuah arak dengan kualitas nomor satu, namun tidak memabukkan.


Wu Yi Feng mengambil satu guci arak surgawi kemudian membawanya ke sudut gazebo dimana disana sudah ada gurunya pilar petir, Shen Liang dan juga pilar bumi.


Mereka berempat menikmati arak tersebut, ditengah - tengah acara minum - minum, Luo Yun Xi sang pilar petir berkata kepada Wu Yi Feng dan juga Shen Liang.


"Jika sampai para jenderal iblis atau bahkan kaisar iblis muncul, maka kalian harus segera mundur..!!!"


"Tapi..?? Kami ingin berjuang bersama.." Shen Liang mencoba membantah.


"Kalian para pilar muda bisa berjuang dengan cara yang lain, menyelamatkan orang - orang yang tidak berdosa contohnya." Sahut Long Diqiu sang pilar bumi.


Wu Yi Feng hanya diam, ia mengerti apa yang dipikirkan para pilar. Hanya saja kabur saat ada masalah bukanlah sifatnya, bahkan Wu Yi Feng lebih memilih mati daripada harus melarikan diri dari medan perang.


Setelah acara makan - makan selesai, Xun JeHa segera memberitahu mereka akan tugas mereka masing - masing. Setiap pilar akan menjaga sudut - sudut istana, sedangkan para pilar muda akan melakukan pengawasan dari dalam dan berbaur bersama peserta.


"Ingat, jika melihat sesuatu yang mencurigakan jangan bertindak sendiri. Beri tanda kapada para pilar melalui bola kristal yang ada pada pergelangan tangan kalian."


"Kemudian, ambil ini.." Keempat istri Xun JeHa membawakan mereka masing - masing satu setel pakaian yang sangat indah dan nyaman.


Masing - masing pakaian memiliki sebuah identitas, merah untuk api, biru muda untuk air, hijau untuk angin, coklat untuk bumi dan putih keperakan untuk petir. Sedangkan untuk Xun JeHa sendiri adalah warna hitam dengan corak emas di sekujur pakaian serta motif kelima hewan suci miliknya di bagian belakang.


Pakaian - pakaian tersebut akan mereka gunakan pada pembukaan acara turnamen naga muda, kelima orang pilar beserta pilar muda juga mendapatkan topeng dengan motif elemen mereka masing masing.


Sekarang kalian beristirahatlah, besok pagi - pagi sekali kita akan berangkat ke kerajaan Song..!!" Ujar Xun JeHa menutup obrolan kali ini.