
Setelah terbang beberapa saat, Xiao Wei mendarat di tengah hutan diikuti oleh Wu Yi Feng dan juga Chui Dal Po.
"Ini aneh tuan, bau keempatnya menghilang disini.." Terang Xiao Wei.
"Benarkah??" Wu Yi Feng menutup matanya dan mulai meraba raba di sekitar tempat itu, mencoba untuk memahami situasi hingga di suatu titik ia berhenti.
"Aku merasakan sebuah jejak gelombang dimensi lain.." Wu Yi Feng mencoba mengurai dan memecahkan sisa formasi yang masih tertinggal.
Xiao Wei serta Chui Dal Po menunggu dengan gelisah, mereka sengaja diam dan tidak bersuara karena mereka paham jika memecahkan sebuah formasi atau segel tertentu membutuhkan waktu.
CLIIINNNNGGGGG...
Akhirnya, selang beberapa waktu sebuah pintu dimensi terbuka. Langsung terlihat kelegaan di wajah Chui Dal Po, apalagi begitu Wu Yi Feng memberikan isyarat untuk segera memasuki portal dimensi.
Portal dimensi yang mereka masuki membawa ketiganya ke sebuah dunia yang sangat berbeda, dunia yang cukup aneh, setidaknya bagi mereka bertiga.
Di dunia ini semuanya serba mini dan terbalik, bahkan gajah hanya sebesar kucing dan semut sebesar buaya. Pohon - pohon yang ada di dunia itu juga jauh berbeda, tanah bukan berwarna coklat melainkan ungu dan langit berwarna hijau.
"Wei Wei apakah ada tanda - tanda tentang keberadaan siluman yang menculik kedua gadis itu?'
"Sebentar tuan, aroma tubuh mereka tersamarkan oleh udara disini.."
"Teruslah berkonsentrasi.." Wu Yi Feng memimpin mereka untuk terus melangkah.
"Ketemu tuan, sebelah sini.. Ikuti aku.." Xiao Wei melesat cepat ke arah utara diikuti oleh Wu Yi Feng dan juga Chui Dal Po.
"Hati - hati tuan, aku merasakan banyak energi jahat di depan.."
"Hmm.. Aku juga merasakannya.."
Ketiganya segera mencari tempat untuk bersembunyi, sementara tidak jauh di depan mereka melihat banyak tenda - tenda besar berwarna warni dan juga bekas api unggun.
"Kedua gadis itu ada di tenda nomor tiga dari kiri.." Terang Xiao Wei.
"Baiklah kita bagi peran, saudara Chui engkau bebaskan kedua gadis itu sementara aku dan Wei Wei mengalihkan perhatian mereka."
"Baiklah kakak Feng, mohon bantuannya.."
"Wei Wei ayo ikuti aku.." Wu Yi Feng mengendap endap, lalu mengeluarkan sebuah bola berwarna hitam pekat dengan sumbu diatasnya.
"Apa itu tuan??"
"Bangsa Elf menyebutnya bom.."
"Bom??? Nama yang aneh.."
"Mereka bilang ini adalah salah satu senjata terlarang.." Wu Yi Feng menggesekkan kedua jarinya hingga tercipta api, lalu dengan api tersebut ia menyalakan sumbu bom di tangannya.
"Merunduk..." Wu Yi Feng melemparkan bom kearah perkemahan yang berada di sisi sebelah kanan.
KABOOOOMMMMM...
Sebuah ledakan yang cukup dahsyat membuat para penghuni perkemahan segera berhamburan kesana kemari, sedangkan Xiao Wei dan Chui Dal Po menganga dengan mata terbelalak lebar.
"Tuan, sekarang aku tahu kenapa senjata ini dilarang.." Ucap Xiao Wei lirih.
"Apakah aroma mereka yang kau cium?" Tanya Wu Yi Feng.
"Hmmm... Bukan Tuan" Xiao Wei menjawab dengan gelengan lemah.
"Bukan?? Sudahlah kita pikirkan nanti.." Wu Yi Feng menatap Xiao Wei lalu tersenyum kemudian berdiri dan keluar dari persembunyian, begitu juga Xiao Wei yang mengikuti tuannya dari belakang.
"Apakah kalian yang menyebabkan ledakan tadi??"
"Mungkin.." Jawab Xiao Wei acuh.
"Kita tidak mempunyai permasalahan ataupun dendam, lalu kenapa kalian mengusik kami.??"
"Maafkan kami senior, kami hanya kebetulan sedang mencari kedua orang gadis rekan kami yang menghilang.." Sela Wu Yi Feng kalem.
"Itu.. Kalian carilah di tempat lain, kami tidak melihatnya.." Tetua dari golongan penyihir bisa merasakan bahwa pemuda di hadapannya bukanlah seseorang yang bisa dilawan dengan mudah karena Wu Yi Feng sama sekali tidak berniat menutupi hawa membunuhnya yang begitu pekat.
"Jangan bohong kalian..!!!" Xiao Wei yang masih polos tidak bisa menahan amarahnya.
"Nona, mohon jangan menuduh kami tanpa adanya bukti.."
Wu Yi Feng menarik tangan Xiao Wei dan menyuruhnya untuk diam, "Jika memang senior berkata tidak ada, tentu kami percaya.. Mohon maafkan sikap adikku yang berkata sembarangan.." Wu Yi Feng memberikan hormatnya sebelum akhirnya menarik Xiao Wei dan mengajak gadis cantik tersebut pergi dari sana.
"Tuan, apakah temanmu sudah berhasil mengeluarkan kedua gadis tersebut??" Bisik Xiao Wei yang dibalas dengan anggukan kecil oleh Wu Yi Feng.
"Saudara Chui bagaimana kondisi keduanya??" Tanya Wu Yi Feng setelah selang beberapa waktu berjalan menjauh dari perkemahan para manusia goa.
"Buruk kakak Feng, mereka berdua disiksa dan hendak dijadikan sebagai kurban untuk sesembahan mereka.."
Mendengar kata - kata Chui Dal Po, Wu Yi Feng segera duduk dan mengecek nadi kedua gadis murid dari sekte teratai ungu.
"Cukup parah juga, ilmu mereka berdua dihancurkan dengan kasar dan saat ini mereka berdua dalam kondisi kritis.." Gumam Wu Yi Feng sambil mengambil sebotol air susu dari telaga keabadian.
Wu Yi Feng mengangkat kepala satu persatu gadis itu kemudian memberinya susu keabadian, tidak lama kemudian luka - luka yang ada di sekujur tubuh mereka dengan cepat menutup, bukan itu saja bahkan kulit mereka juga menjadi makin mulus, serta wajah mereka bertambah glowing kalo kata orang sekarang.
Wu Yi Feng tersenyum saat kembali memeriksa nadi mereka beberapa saat setelah meminumkan air susu keabadian. "Keadaan mereka sudah stabil, dantian mereka juga telah kembali normal tapi ilmu mereka tidak bisa kembali.. Jika mereka ingin menjadi seorang pendekar, maka mereka harus mengulang lagi dari awal.."
"Setidaknya mereka tidak cacat, terima kasih kakak Feng.." Chui Dal Po hendak bersujud ketika Wu Yi Feng menghentikannya.
"Kita adalah saudara, tidak perlu berlebihan seperti ini. Lebih baik kita segera pergi dari sini karena aku yakin mereka ( penyihir ) pasti saat ini sudah sadar jika kedua gadis ini menghilang."
"Kau benar Tuan, kita tidak tahu kemampuan mereka.. Lebih baik tidak mencari masalah." Ucap Xiao Wei.
"Baiklah kalau begitu, saudara Chui tolong kau bawa kedua gadis itu.. Kita pergi sekarang juga.." Wu Yi Feng membuka sebuah portal dimensi tepat ketika sebuah teriakan terdengar melengking dari arah belakang.
"Kalian berhenti, kembalikan dua orang gadis tersebut..!!!"
"Cepat masuk.." Xiao Wei berteriak sedangkan Wu Yi Feng mulai menangkis puluhan tombak dan anak panah serta kilatan - kilatan cahaya mengerikan yang diarahkan kearah mereka.
"Seni Phornix, Dinding Pelindung Bumi.."
Wu Yi Feng menghantam tanah di hadapannya dengan Qi yang langsung berubah menjadi sebuah dinding tebal mengelilingi mereka. Wu Yi Feng menjadi orang terakhir yang memasuki portal dimensi sebelum sedetik kemudian portal tersebut tertutup, pemuda itu bahkan menggunakan array pengunci sesaat setelah ia kembali ke dunianya supaya para penyihir tidak bisa membuka portal kembali.